Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
mulai tekanan kerjaan


__ADS_3

keduanya tertidur dengan pulasnya sampai tidak sadar waktu sudah menunjukkan pukul lima sore,


rendi terbangun terlebih dahulu,dan menarik selimut untuk istrinya yang masih belum mengenalan pakaian,di tariknya ke atas sampai menutupi area dadanya,yang tanpa sadar bekas merah kecoklatan itu menghiasi dadanya,


"bodoh kamu rend...masak iya sampai sebegitunya...lama-lama kamu makin aneh rend..."


dengus rendi dan umpatannya di dalam hati.


lalu beranjak turun dari atas tempat tidurnya,


ia menyahut pakaiannya dan mengenakannya,


di ambilnya ponselnya yang dari tadi berdering namun tidak terdengar karena mode senyap.


"empat panggilan tidak terjawab dari ita?"


ucap rendi tiba-tiba.


lalu ia pun sedikit menjauh ke arah jendela kamarnya dan mencoba menghubungi kembali nomor ita sekertarisnya itu.


terdengar bunyi nada sambung yang terhubung,dan seketika langsung di jawabnya oleh ita.


"halo pak rend...pak rendi harus ke kantor segera...ini masalah serius pak...kontrak kita yang di luar negeri sepertinya di sabotase grup lain pak...ada harus cepat datang segera!"ucap ita seketika.


"baiklah setengah jam lagi aku sampai di sana...kamu kumpulkan semua orang yang ikut proyek itu sekarang...aku tidak mau tahu yang tidak bisa hadir...akan aku pecat saat ini juga,"ucap rendi seketika yang di patuhi sekertarisnya itu,lalu sambungan telephone nya rendi putus.


rendi bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya,setelah usai mandi ia pun menghampiri lemari pakaiannya dan mengambil asal pakaian yang akan ia kenakan,


setelah semua selesai...rendi pun mengecup kening istrinya lalu pergi keluar kamar,


saat ia akan melewati ruang keluarga...ia dapati kakek sedang ada di sana.


"kakek...aku ke kantor dulu kek...ada urusan mendadak kek...kalau anin terbangun dan menanyakanku...tolong kakek kasih tahu ya...karena saat ini ia masih tertidur kek...aku tidak tega membangunkannya kek..."


ucap rendi dengan berlalu pergi begitu saja.


rendi bergegas menuju dapur,


"bi...tolong panggilkan pak totok kemari,"


ucap rendi pada bi ani.


"baik tuan...saya panggilkan dulu tuan..."kata bi ani


lalu tidak begitu lama pak totok pun tiba dengan di ikuti bi ani dari belakangnya.

__ADS_1


"ada apa tuan muda?"tanya pak totok seketika,


"antarkan aku ke kantor sekarang pak,"


ucap rendi pada pak totok.


"mari tuan muda,"


ucap balas pak totok dengan senang hati,dan rendi pun berlalu berjalan menuju mobil yang sudah terparkir di luar pintu.


kemudian dengan sigap pak totok membukakan pintu untuk tuannya dan rendi pun kemudian masuk ke dalam.


sesekali terdengar rendi sedang menelephone sekertarisnya,


"file nya kirimkan aku sekarang!"ucap rendi seketika.


sesekali pak totok melirik ke arah rendi yang menatap layap laptopnya dengan begitu seriuanya.


sungguh dejavu untuk pak totok,


dua puluh lima tahun pak totok mengabdikan diri pada keluarga rendi itu,ia pun selalu melihat tuan sepuhnya terbiasa seperti itu menatap layar laptop dengan seriusnya.


"pak...tolong lihat saja ke arah jalannya...jangn menatap saya..."ucap rendi saat tanpa sadar ia melihat sekilas pak totok menatapnya.


di rumah,anin terbangun saat di rasakan ini sudah sangat sore...tapi ia ketiduran...sungguh benar-benar tidak enak sekali saat ia terbangun...badannya lemas dan tulangnya serasa mau rontok...lalu ia mengambil pakaiannya dan mengenakannya,tidak lupa ia ke kamar mandi sebelum ia pergi ke luar kamar.


anin mengira pasti lah suaminya sedang bersama kakeknya.


seusai dari kamar mandi,anin pun bergegas pelan keluar dari kamarnya,dilihatnya kakek sedang ada di ruang keluarga dengan menonton acara televisi di tambah cemilan pisang goreng dan teh hijaunya.


"kakek..."sapa anin sambil berjalan mendekat ke arah kakeknya.


"sini nak...ikut duduk kakek,"ucap kakek.


terlihat anin celingukan dan mencari-cari rendi,kakek melihat sekilas saja sudah tahu.


"nak kamu sedang mencari suamimu ya?"tanya kakek.


"iya kek...sore-sore begini kak rendi kemana ya kek?aku cari-cari dari tadi tidak ketemu kek..."ucap anin.


"suamimu sedang ada di kantor sekarang...katanya ada kepentingan mendadak..."jawab kakek.


"sore menjelang malam begini kek?"ucap anin.


"iya nak...namanya juga mendadak...pastilah tidak lihat waktunya kapan nak...,"ucap kakek menerangkan.

__ADS_1


lalu anin terdiam sejenak,tidak biasanya kak rendi punya urusan se mendadak ini,


ini baru yang pertama anin lihat,


"semoga tidak ada halangan apapun dan lancar semua,"


doa anin dalam hatinya,


kakek yang melihat cucunya sedikit khawatir itu pun mencoba menenangkannya.


"jangan khawatir nak...rendi sudah terlatih...kamu pasti tahu itu bukan?"ucap kakek yang membuat anin lega.


tiga jam sudah anin menunggui suaminya di teras depan rumah,sebelumnya ia di temani kakeknya,dan kakeknya sekarang sudah istirahat.kakek juga sudah makan malam dahulu sebelum istirahat,ia makan malam sendiri karena anin menunggui suaminya pulang dulu baru makan bersama suaminya.


anin begitu senang saat melihat mobil rendi masuk area pelataran rumah,dan mobil itu terlihat berhenti tepat di depan rumah,anin dengan senyum mengembangnya pun memyambut kedatangan suaminya itu.


rendi keluar dari dalam mobilnya dan berjalan menuju istrinya di depan teras rumahnya.


"kak rendi..."sapa anin pada suaminya.


"loh...sayang...ini sudah malam...kenapa kamu di luar sendirian?"tanya rendi pada istrinya itu.


kamu pasti belum makan bukan?kebiasaan nungguni aku ya...ayo masuk..."ucap tendi dengan menggandeng tangan istrinya dan memapahnya masuk ke dalam rumah.


"siapa bilang sih aku sendirian kak...tadi di temani kakek...bik ana dan bi ani,kakek langsung tidur setelah makan malam...dan bibi sedeng menghangatkan makanan untuk kita,"kata anin pada suaminya di sela-sela jalannya menuju meja makan.


sesampainya di meja makan,rendi menarikkan kursi untuk istrinya duduk,lalu ia pun ikut duduk di samping istrinya,


terlihat ia menarik dasinya dan menyingsing lengannya sampai siku.


lalu mengambilkan makanan untuk istrinya ke piringnya.


terlihat anin sangat senang,namun suaminya juga biasa saja yang membuat anin makin khawatir,dan seketika rendi melihat istrinya yang seperti itu pun tersenyum lembut.


"jangan khawatir sayang...aku pasti bisa mengatasi sedikit masalah ini..."ucap rendi pada istrinya dan lalu melanjutkan makan malamnya lagi,


setelah selesai makan,rendi ingin mengantar istrinya untuk istirahat,namun anin menolaknya dan memilih menemani suaminya di ruang keluarga mengerjakan kerjaannya.


anin duduk bersila menatap suaminya yang memangku bantal dengan laptop di atas bantalnya,


cukup lama anin menunggui hingga tanpa terasa pukul sepuluh malam pun terlewat,hingga saat rendi melirik istrinya itu terkejut,


"astaga sayang...kamu masih disitu...aku saking sibuknya hingga lupa kamu menemaniku,"ucap rendi dan langsung menutup laptopnya seketika.


lalu rendi meraih tubuh istrinya itu membopongnya menuju ruang kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2