Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
kentalnya persahabatan


__ADS_3

sesampainya di kampus,rendi memarkirkan mobilnya,


ia berlari,


setiap langkahnya di sapa orang-orang yang melihatnya karwna semua sudah mengenal siapa rendi.


"pak rendi"..."prof...rendi..."


namun tidak ada yang di jawabnya,rendi terus berlari menyusuri lorong ruangan kampus satu ke ruangan kampus yang lain,antar ruangan hingga ia dapati


di sudut paling belakang,


sebuah bangku yang di kerumuni banyak siswa siswi,


"dasar tak tahu malu","dasar wanita nggak bener,"


"kami akan protes dan minta pihak kampus mengeluarkan wanita kayak kamu,"


ucap orang-orang yang mengerumuni.


terdengar sangat menusuk telinga orang yang mendengarnya,apa lagi yang bersangkutan.


rendi langsung tahu itu bangku siapa...


dan siapa yang tengah di caci seperti itu.


"ANIN"


teriak rendi yang sangat keras.dan di ulanginya lagi.


"ANIN"


lalu seseorang datang menghampiri rendi.


"syukurlah pak rendi datang...mari kita laporkan wanita yang pak rendi sebut itu pada pihak kampus,"


ucapnya,namun rendi tidak menggubris.


sekali lagi...


"ANIN"...panggilnya lantang.


anin yang di serbu cacian hanya bisa memegang telinganya,menyumpatnya erat-erat,


hingga panggilan rendi yang paling keras dan terulang


beberapa kali itu pun baru terdengar olehnya,


anin seperti tersentak mendengar ada yang memanggilnya,


dan itu adalah orang yang di harapkannya muncul,

__ADS_1


membawanya pergi jauh-jauh,


anin seketika ter bangun dari duduknya,


mencoba mencari cari sumber suara.dan dilihatinya,


suaminya dengan nafas tersengal-sengalnya yang memanggil,rendi berdiri di ujung paling depan.


"minggiiir"


ucap anin dengan membuka jalannya sekuat tenaga,karena tenaganya benar-benar terasa habis,


suaranya serak,tangisnya tak terbendung,.


seketika


"bruuuk",anin menubruk tubuh suaminya,


memeluknya,erat-erat."kau tak apa sayang"?


tanya rendi pada istrinya,


"aku sudah tidak tahan lagi kak rend...aku tak kuat lagi bawa aku pergi kak sekarang..."


kata anin lalu lemas dan lunglai di dekapan suaminya.


seluruh staf dan pengurus kampus berlari mendekat


ke arah ruang kampus yang di tuju pimpinannya,


aslan menepuk pundak rendi,


namun tidak di gubrisnya,seketika rendi mengangkat tubuh istrinya,membopongnya,


yang membuat semua mata terbelalak tidak percaya pada apa yang di lihat nya,


terdengar bisik-bisik yang tidak pasti,


neta yang sedari tadi adu mulut dengan siswa siswi yang menyerang anin dengan kata-katanya seakan tidak bisa berbuat apa-apa.


"kalian tahu siapa pak rendi??"


kata neta mencoba membuat semua tutup mulut.


"dia pemilik kampus ini,"terang neta.


"dan apa kalian tahu!...siapa anin??siapa yang kalian cemooh tadi??kalian caci maki tadi??


dia adalah ISTRI pak rendi,NYONYA rendi."


kata-kata neta di tekankan pada kata yang penting.

__ADS_1


"jangan ngarang kamu..."kata seseorang.


"kalian tak percaya?tunggu dan lihat,"ucap neta seketika.


neta mengambil tas nya,sambil menyaut tas anin.


neta menuju dimana tempat anin di rebahkan,


mulailah dengan langkahnya sendiri.


"pak...gimana anin sekarang?"


neta begitu panik,sambil menaruh tas anin di sampingnya,


rendi tak henti-hentinya menggenggam jemari istrinya,sambil menunggu dokter datang.


"pak sebenarnya anin kenapa??"tanya neta bergaya tidak tahu.


"apakah itu penting?kukira kamu sudah tahu,"


sahut rendi.


"ayo lah lanjutkan pak...."kata di dalam hati neta.


"dokter sudah menyuruhnya untuk istirahat net,


kandungannya sudah memasuki lima sampai enam mingguan,dan itu masih rentan...aku ingin dia istirahat di rumah,aku tak ingin dia kemana-mana,karena aku sayang dia dan anaku dalam kandungannya,"kata rendi.


begitu mudah rendi bercerita karena semua uneg-unegnya tertahan selama ini.


"yeeessss" kata neta.


lalu memainkan ponselnya,rendi hanya melirik sekilas.


dan tidak tahu dan tidak ingin tahu.


"pak semoga anin cepat bangun ya...aku permisi sebentar."


pamit neta.


"maaf anin...."gumam neta lalu berlalu pergi.


neta masuk ke ruang kelasnya yang tadi,"gempar",


ya...satu kata yang bisa mengungkapkannya.


"gimana??kalian sudah lihat video yang ku kirim di forum kampus kan??"


tanya neta pada orang-orang yang melongo menatap ponsel nya masing-masing.


"mampus kalian".ucap neta.

__ADS_1


neta pun merasa senang.


"meski setelah ini kau tidak menganggapku teman lagi,terserah nin,"ucap neta dalam hati.


__ADS_2