Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Posesif yang muncul tiba tiba


__ADS_3

Siang yang terasa begitu panjang di rasakan oleh Aditya, Dimana ia menatap tubuh gadis yang tengah terlihat begitu lelap. Dalam hatinya bertanya tanya, Apakah si gadis tengah tak sadarkan diri? atau kah hanya tertidur saja?


"Gadis bodoh....apakah kau pingsan karena sepatu sialan itu? ataukah kau pingsan karena kelaparan? aku yakin kau nggak akan beli makanan untuk mengisi perutmu saat di pikiranmu ada masalah." Ucap Aditya yang merasa ia begitu mengenal ifa.


"Haiiiiz...kenapa juga aku nggak tinggalin dia aja disini dengan asisten aku, Gara gara dia aku batalin janji penting hari ini." Ucap Aditya di tengah tengah kegundahan hatinya. Barulah terlihat ifa menggerakkan jari kakinya. "Haaaaachuuuu.....haaaaachuu...." Terdengar ifa bersin bersin beberapa kali, Kedua tanganya menangkup ke dadanya, Kini tubuhnya meringkuk seakan mengisyaratkan bahwa ia sekarang tengah kedinginan.


"Haaaah...apa kau kedinginan?" Tanya Aditya pada ifa saat ia dapati keadaan ifa yang berbeda dari tadi, Wajahnya begitu merah padam. Bukan merah padam karena marah, Melainkan karena demam.


Sontak jemari tangan Aditya mendekat, Hingga punggung tanganya refleks menempel pada kening ifa.


"Aaaakh...ini terlalu panas!" Ucap Aditya yang sudah tidak sabar lagi. Ia menelephone asistenya lalu memberinya perintah untuk membawa mobil ke depan pintu keluar hotel. Hingga Aditya dengan susah payah membopong sendiri tubuh ifa sambil berlari kecil menuju ke arah mobil yang sudah siap di depan pintu keluar hotel.


Aditya segera menyuruh supirnya untuk membawanya ke Rumah sakit terdekat. Dan terlihat si supir pun menuruti perintahnya dengan segera.

__ADS_1


Terlihat Aditya begitu khawatir disana, Dimana tangan kekarnya terus merangkul pundak ifa rapat rapat, Sesekali ia melirik ke arah kaca spion di depanya, Ia memastikan apakah si supir tengah memperhatikanya atau tidak, hingga dengan segera ia meraih kerudung ifa yang tadi ia sempat sahut dengan tergesa gesa sambil membopong tubuh ifa. Ia lalu memakaikanya asal asalan ke kepala ifa, Yang penting kepala gadis itu tertutup sempurna, Ia tahu betul, Bahwa ifa benar benar tidak suka orang lain melihat dia tanpa kerudung. Bahkan Aditya sekalipun.


Dan entah setan mana yang tengah merasuki Aditya, Hingga ia begitu takut perasaan ifa akan terluka. Aditya terlalu memikirkan perasaan gadis itu...hingga tanpa sadar...ia memelototi supirnya saat tanpa sengaja ia melihat si supir menatapnya dari kaca sepion depan.


Entah mengapa...ia merasa tidak rela, Jika ada yang menatap ifa saat ia dalam keadaan tanpa berkerudung.


"Apa ada yang salah denganku?" Tanya dalam hati Aditya.


Hingga mobil yang di kendarai keduanya masuk area Rumah sakit dan langsung menuju ke UGD, Ya...Unit Gawat Darurat yang pertama ia tuju. Ia sudah tidak bisa menunggu brankar pasien tiba, Segeralah ia membopong tubuh ifa ke dalam dan menidurkanya ke atas brankar yang tengah di dorong ke arahnya.


"Obatin saja sendiri pak istrinya, Kenapa juga di bawa ke rumah sakit kalau nggak boleh di periksa!" Gerutu dokter laki laki tersebut dengan lirihnya dan berlalu pergi begitu saja, Setelah dokter wanita itu tiba dan memeriksa pasienya.


"Bapak ini suami yang pencemburu ya ternyaya...nyonya nggak apa apa pak...cuma demam, Karena flu ringan dan juga trombositnya turun banyak ini pak..." Ucap bu dokter yang begitu membuat Aditya tercengang di buatnya. Namun ada perasaan lega karena ifa tidak sakit yang serius seperti yang di khawatirkanya. Hingga semua paramedis meninggalkan keduanya di ruang UGD, Karena memang ifa tidak apa apa, Ifa hanya butuh banyak istirahat dan menghabiskan cairan infusnya saja. Namun jika setelah itu perlu penanganan lebih lanjut....maka di anjurkan ifa untuk rawat inap di rumah sakit tersebut.

__ADS_1


"Aku pasti sudah gila...ya aku yakin...ada yang nggak beres dengan otakku, Kenapa bisa bisanya aku tidak ingin ada laki laki yang menatapnya, Bahkan menyentuhnya, Haaah....kenapa aku tiba tiba menjadi posesif padanya?


Bahkan dokter itu pun mengira aku suaminya! Haaaah.....!"


Dengus Aditya saat ia menemani ifa yang masih belum juga membuka matanya, Dimana Aditya belum sadar bahwa ia sedang jatuh cinta. Lalu ia pun mengenang saat semalam. Dimana ia membiarkan Ifa di tepi pantai dan tidak mengajaknya kembali, Hatinya saat itu begitu sakit...hingga tengah malam ia tidak bisa memejamkan matanya, Namun perasaanya menolak jika ia mengkhawatirkan ifa. Hingga ia meyakinkan dirinya bahwa hukuman itu pantas untuk ifa yang tengah berani bermain main denganya. Hingga ia pun akhirnya menelan obat tidur sebagai gantinya. Karena dimana mana selalu ada bayangan ifa yang menghantuinya. Bayangan ifa yang selalu merecokinya. Hingga membuatnya benar benar seperti orang gila di buatnya.


"Nggak mungkin kan aku sedang jatuh cinta? Nggak....pasti bukan? ini hanya simpati...ya...gadis ini bukan levelku...sungguh...aku nggak ingin jadi bahan tertawaan anak buahku jika sampai aku benar benar jatuh cinta padanya." Ucap Aditya sambil matanya melirik ke arah ifa yang tengah terlelap dengan damainya.


"Cantik." Ucapnya seketika sesaat setelah tanpa sadar ia amati wajah cantik nan lugu itu tengah terlelap memejamkan matanya. Di tambah tersungging senyum tipis yang timbul di bibirnya.


"Aaaakkkhh!!! apa yang sudah aku katakan barusan? tidak tidak tidak...aku yakin tadi bukan diriku...pasti itu. Aku yakin." Ucap Aditya yang mencoba menepis perkatanya barusan saat tanpa sadar sudah memuji ifa saat menatapnya.


Ia ingin sekali meralat perkataanya namun apa gunanya? tidak ada yang mendengarnya dan hanya dia sendiri yang bisa merasakanya.

__ADS_1


"Arga....apa kau ingat kau pernah mengutukku?" Tiba tiba ucap Aditya saat ia sadari ada yang salah dengan perilaku dan perkataannya. Ia langsung teringat tentang Arga dan Nindi. Aditya pernah menentang keduanya namun Arga malah seperti menyumpahinya, Namun ia lupa persisnya seperti apa.


__ADS_2