
Hingga subuh itu, Nampak Arga sudah terjaga dari tidurnya, Karena jam alarm yang ia sengaja stel pukul empat dini hari, Sudah berdering.
Dan di kediaman Rendi Wijaya, Nampak mama anin yang sudah mulai sibuk dengan semua persiapanya, Ia pun bergegas membangunkan puterinya, Dimana ia memang bermaksud membangunkan Nindi, Karena permintaan puterinya tersebut.
"Sayang...bangun...sudah waktunya kamu di antar pak supir ke tempat acara...cepat bangun sayang...
nanti kesiangan..." Ucap mama dari luar pintu kamar puterinya, Dan ternyata tidak di sahut Nindi sama sekali, Dan terlihat lampu kamar Nindi yang masih padam kala Anin masuk ke dalam kamar puterinya itu. Ia pun bergegas menuju ke ranjang Nindi, Duduk di tepian ranjang di samping onggokan selimut yang ada di atas ranjang.
"Sayang...bangun..." Ucap mama Anin yang menekan nekan onggokan selimut puterinya, Anin bermaksud membangunkan Nindi disana.
"Mama...Nindi sudah bangun nih...mama nggak lihat itu kan selimut Nindi mah...Nindi mau siap siap dulu ya mah..."
Ucap Nindi yang baru keluar dari dalam kamar mandi, Ia sudah wangi sudah habis mandi sekalian, Dan mau bersiap siap ke tempat acara, Dimana penata riasnya sudah berada disana.
"Oh...kirain kamu belum bangun sayang...yasudah...cepetan ya nak...biar pak supir tungguin sayang..." Ucap mama Anin yang lalu beranjak pergi dari kamar puterinya, Nindi pun melanjutkan persiapanya, Tak lupa dua gaun pengantin yang sudah ia siapkan kemarin malam sebelum ia putuskan untuk beristirahat.
"Drrrrt dddrrrt...." Terdengar suara panggilan bercampur getaran pada ponsel yang sengaja ia colok carge, Agar baterai full terus hari itu, Pikir Nindi, Baginya ponsel adalah yang paling penting dari barang barang Nindi lainya.
"Iya sayang...ada apa?" Tanya Nindi seketika saat ia sudah menjawab panggilan calon suaminya itu.
"Sayang...mau aku jemput sekalian kah? aku lagi perjalanan ini sayang..." Ucap Arga yang menawari calon istrinya untuk di jemputnya.
"Nggak usah sayang...nanti ketemuan disana saja...aku minta antar pak supir nih...aku siap siap dulu ya sayang...sampai ketemu ntar...!" Ucap Nindi yang lalu mematikan panggilan telephonenya, Dimana menurut Nindi, Lebih baik Arga langsung menuju ke tempat pernikahan saja, Dan Nindi yang akan menyusulnya. Daripada Arga bolak balik, Malah kecapaian.
__ADS_1
Dalam perjalanan Nindi menuju ke arah gedung yang di tujunya, Nampak jalanan lengang masih sepi dari kendaraan, Dan terlihat wajah berbinar bahagianya saat akan menjadi istri seorang Arga Sanjaya.
Hingga sampailah mobil yang di kendarainya di tempat parkir luas luar gedung yang di gunakan untuk acara pernikahanya. Nampak Arga sudah mematung menungguinya di depan pintu utama gedung tersebut, Dimana Nindi lah yang si perias tunggui sebagai bintang utama hari itu.
" Sayang..." Ucap Arga dari kejauhan, Dan keduanya saling berlari kecil lalu berhambur berpelukan satu sama lain.
"Ayo...aku antar ke tempat dimana kamu akan di rias sayang..." Ucap Arga yang membuat Nindi tersenyum lalu mengangguk.
"Huuuft...." Dengus Nindi sembari mengeluarkan hembusan nafas dari bibirnya sekaligus.
"Kenapa sayang? ada apa?" Tanya Arga yang melihat calon istrinya mendengus.
"Hanya...sedikit deg degkan sayang...kamu nggak ya?" Tanya Nindi balik setelah ucap jujurnya.
"Aku lebih dari apa yang kamu rasakan saat ini sayang...namun sebisanya di hari yang kita tunggu tunggu ini...pastilah dag dig dug bahagia...benar kan? bukan dag dig dug jantungan!" Ucap canda Arga yang mampu menghibur Nindi.
Dimana Karpet berwarna ungu terbentang memanjang amat panjang di depanya, Nampak di tiap tiap sisinya berjajar bunga mawar merah tertata indah dalam pot pot kecil sepanjang karpet terbentang, Dan di kedua sisi karpet, Nampak ribuan meja dan kursi tertata rapi berwarna putih bersih, Dengan pita yang bernuansa ungu ungu muda di tiap tiap sandaran kursinya, Sedangkan kursi dan meja serta dinding yang berwarna putih terang, Menambah cerah cahaya lampu yang memancar di dalam ruangan, Ruang ber AC pun membuatnya nampak hangat, Di tambah tirai tirai tipis yang berwarna sama dengan pita dan karpet yang terbentang, Menambah romantis dan elegan kesan pertama saat mata memandangnya.
"Ini benar benar bak negeri dongeng...sangat cantik sekali sayang...pernikahan yang aku impikan kini terwujud lebih dari apa yang aku bayangkan," Ucap Nindi dengan mata yang masih tak berkedip sama sekali. Sedangkan senyumnya yang tulus pun terpancar di semua wajahnya, Ia nampak begitu bahagia.
"Hemmmz sayang...syukurlah kalau kamu menyukainya...aku pun pasti suka dan ikut bahagia," Ucap Arga sembari memeluk dan mendekap tubuh calon istrinya, Yang keduanya masih mematung di depan pintu utama gedung.
"Akh...kan lupa...ayo...cepat...penata riasnya sudah nungguin dari tadi tuh sayang...ayo...nanti kesiangan loh..."
__ADS_1
Ucap Arga sembari menarik jemari calon isterinya, Menggandengnya menuju ke tempat yang di tujunya, Sebuah ruangan yang bertempat di dalam gedung, Di sebelah kursi yang berjajar di ujung karpet yang keduanya tengah lewati.
"Ini...." Ucap Nindi saat tiba tiba kakinya terhenti, Menatap dua kursi yang berjajar di ujung jalanan karpet, Di depanya nampak meja dan empat kursi lagi, Nindi bertanya karena ia baru hari itu melihat tempat se mewah itu, Dan yang pasti, Itu adalah tempatnya dan Arga mengikat janji suci pernikahan, Dimana saat itu...adalah saat saat menuju ikrar sakral pernikahanya.
"Itu tempat kita nanti sayang...kamu di sebelah kanan...dan aku duduk di sebelah kiri, Sedangkan pak penghulu dan asistenya duduk di depan kita sayang...udah ayo...waktu nya keburu habis ntar..." Ucap Arga sembari mengajak Nindi masuk ke ruanganya, Dan terlihat Nindi yang sudah mengerti.
"
"
"
"
"
"
"
"
"Halo pembaca setia...terimakasih sudah nyimak sampai sini ya...udah menuju detik detik pernikahan nih...
__ADS_1
jangan lupa...di intip ya SEASON 2 nya, Udah up sampai bab 9 loh...semoga bisa menghibur pembaca semua ya...maagkan jika masih ada kurangnya...selalu aku revisi agar lebih enak di baca kaka kaka semua...makasih ya...
SEASON 2 nya yang berjudul....THE NEXT GOOD BOYS ya pembaca semua...🙏🏻🙏🏻🙏🏻😊😊😊