
mata nindi terbelalak dengan rahang yang benar benar hampir jatuh,wajahnya merah padam dengan dengusan marah bercampur kesalnya nindi mencak mencak di atas ranjangnya.
"arga sanjaya....lihat tuh ulahmu....aku di beritain jadi asisten rumah tangga mu...."teriak nindi dengan kesalnya,dia menyaksikan di berita tv bahwa arga sanjaya pengusaha termuda benar benar akan menuju ke luar negeri,dan ternyata berita itu benar adanya bukan hanya desas desus belaka,arga sanjaya akan ke luar negeri untuk menghadiri konferensi pengusaha muda seluruh dunia,dan pagi ini terlihat asisten rumah tangganya dengan sembunyi sembunyi mengantarkan arga sanjaya ke dekat bandara dan pergi membawa mobilnya,kemudian tidak berselang lama arga sanjaya pun di jemput mobil menuju bandara.
"arga....aaaakhhh...."teriak nindi sambil mengumpat umpat.
"uhuuuuk....uhuuuuk...."arga ter sedak terbatuk batuk saat ia menikmati makan siangnya.
"tuan anda tidak apa apa?"tanya asisten arga yang menemani arga makan siang di cafetaria hotel,
lalu arga mengambil segelas air dan meneguknya.
seketika arga menatap layar ponsel yang ada di samping tangannya di atas meja makannya,karena ponsel itu bergetar.
terlihat orang suruhannya sedang mengirim pesan khusus untuknya.
"bos berita tidak mengenakkan tentang nindi sanjaya muncul ,"isi pesan dalam ponsel arga yang arga baca.
"hapus sampai bersih,"ucap singkat balasan pesan arga pada orang yang mengirim pesan tersebut.
"pasti saat ini nindi sedang memaki maki ku gara gara berita itu,huft...aku rindu padamu sayang..."dengus lesu arga di depan meja makannya dan ia menjadi tidak berselera makan.
"apa aku harus mengirim pesan pada nya saat ini?ah...tidak...aku harus menelephone nya langsung,"
ucap arga dalam hati dan lalu ia pun mengambil ponselnya dan menekan nomor nindi,
__ADS_1
sesaat panggilannya pun tersambung,dan dengan cepat suara nindi membentak bentak di sana.
"arga sanjaya...kau hampir tidak punya skandal....tapi kenapa giliran ada...aku yang jadi korbannya....sudah tahu aku cantik begini masih di gosipkan jadi asisten rumahtangga...arga...tunggu nanti kamu pulang kalau nggak konfirmasi pada mereka...ku becek becek jadi adonan kau,"
teriak nerocos nindi dan sampai membuat arga menjauhkan ponselnya benerap centi dari telinganya saking kencangnya nindi berteriak teriak di sana.
"sabar arga...sabar...kucing liar perlu di jinakkan arga..."
ucap arga dalam hati untuk menenangkan dirinya sendiri.
"sayang...aku nggak tahu ada apa denganmu...lihat beritanya sekarang coba...apa masih ada sayang...kasih tahu aku kalau masih..."ucap arga dengan lembutnya.
dan saat itu pula nindi melihat lagi berita di tv dan di internet dari laptop nya.
tanya nindi keheranan dan terlihat senyum senang di bibir nya.
"kan....kalau diam gitu cantik sayang...jangan mencak mencak dulu...kamu sih kebiasaan tuh..."
ucap arga seketika yang membuat nindi senang.
lalu nindi mengakhiri panggilannya.
"kebiasaan cewek satu ini...cewek pertama yang berani memutus sambungan telephone ku,"
ucap arga namun ia tidak marah.
__ADS_1
"maaf sayang...orang orangku telat menyadari nya,"
ucap arga dalam hati.
di kamar nindi,
rendi dan anin berlarian menuju kamar nindi,mereka terkaget kaget saat mendengar teriakan teriakan nindi yang begitu nyaring hingga terdengar dari dalam kamar anin dan rendi.
"sayang kamu kenapa teriak teriak sih?ada apa?"
tanya anin yang berhambur masuk ke dalam kamar nindi dan di susul rendi dari belakangnya.
"ini ni mah...pah...gosip dan berita semua tentang arga...tadi nindi sempat di sebut juga ma...bahwa nindi asisten rumah tangganya ma...sebel nggak sih...cantik gini di bilang asisten rumah tangga arga sanjaya,"
dengus kesal nindi sambil bercerita dengan antusiasnya.
"terus?"tanya rendi pada puterinya.
"terus sekarang nindi lihat lagi beritanya sudah hilang nggak ada ma pa..."ucap nindi namun tidak membuat kedua orang tuanya kaget atau pun heran.dengan wajah datar mama dan papa nya pun pergi meninggalkan kamar nindi.
karena keduanya sudah tahu akan kekuatan arga sanjaya, soal kecil seperti itu bukanlah masalah untuknya.
"nindi...nindi kirain apa..."dengus papa mamanya.
"emangnya aku salah apa sih hingga kalian berwajah datar dan biasa biasa aja?nggak ada ekspresi kaget atau syok gitu,"ucap nindi dalam hati karena kehebohannya ternyata tidak di sambut kaget kedua orang tuanya
__ADS_1