
Aditya hanya bisa mengelus dadanya, saat gaun gaun yang istrinya inginkan, dan sengaja Aditya datangkan ke dalam kamarnya itu sudah sampai namun sang istri malah tertidur dengan pulasnya, nampak sangat anggun meski sedang kelelahan.
Dimana Ifa sering bolak balik ke kamar mandi, dan karena kedunya belum menyadri akan hal yang aneh tentang hal baru tersebut.
"Kalian pergi dulu saja, biar nanti aku panggil kalian lagi kalau istriku sudah bangun." Ucap Aditya pada para asisten butik yang sudah jauh jauh membawa gaun gaun itu ke kamar Aditya dan juga Ifa.
"Astaga sayang...aku pingin marah tapi gemas, hmmmz...kalau ingat manjanya kamu, kalau ingat bawelnya kamu, haiz...sejak kapan kamu jadi bawel dan manja? biasanya kalau aku dekati juga kamu tak pernah mengedipkan mata, tapi sekarang kamu makin berani saja." Ucap Aditya yang sudah merasa ada yang beda dari istrinya.
Hingga terdengar suara ketukan dari luar pintu kamar resort yang Aditya dan Ifa tempati.
"Siapa ya yang tengah mengetuk pintu? masak iya Arga dan Nindi? harusnya sih mereka belum sampai." Ucap dalam hati Aditya, hingga ia beranjak dari duduknya dan menuju ke pintu kamarnya, membukanya dengan segera.
__ADS_1
"Bunda..." Sapa Aditya saat bundanya sudah mematung di depan pintu kamar yang ditempatinya.
"Sayang...ini gaun istrimu nak, dan juga setelan pakaianmu." Ucap Bunda sembari memberikan dua pakaian yang tengah terbungkus plastik tebal di tangan bundanya.
"Loh...bunda...nggak bilang kalau bawain gaun sama setelan jas Ditya bund...tuh di dalam aku udah nyuruh orang butik buat bawain gaunya bund biar dipilih istri aku sendiri." Ucap Aditya yang mendapat tanggapan senyuman di bibir bundanya.
"Nggak apa apa nak, sekalian manjain istri kan nggak apa apa, toh juga biasanya kalau istrimu itu di ajak atau di tawarin shoping juga nggak mau kan, udah biarin aja dia pilih dulu ntar, terus baru kasih lihatkan gaunya yang bunda bawain ini." Ucap bunda sembari menepuk pundak sang putera.
"Ya tahu lah sayang...kan kamu saat ke hotel kemarin nggak ngemas gaun dan setelan jaz yang akan esok dipakai nak, yaudah bunda pergi dulu ya...selamat menikmati udara sejuk ya..." Ucap bunda yang lalu akan pergi meninggalkan Aditya.
"Bund...kok bunda udah sampai sini aja? bukanya bunda tadi masih ada acara ya?" Tanya Aditya yang ingin tahu, karena setahu Aditya bundanya itu tadi pagi pamit pergi duluan karena ada keperluan.
__ADS_1
"Kan bunda naik pesawat nak...yaudah...bunda mau istirahat dulu ya...kamu jagain istimu baik baik." Ucap bunda yang kemudian pergi meninggalkan Aditya yang masih mematung di depan pintu kamarnya, lalu ia pun baru masuk kedalam kamar setelah melihat bundanya pergi.
Aditya pun meletakan gaun dan setelan jaznya yang ada di tanganya kedalam almari pakaian, menggantungnya disana.
Lalu tiba tiba...
"Dapat bby...dapat satu bby...nggak jatoh...ambil bby...bantuin!" Tiba tiba teriak teriak Ifa sembari kedua tanganya menyatu menangkup memeluk didadanya, namun matanya masih terpejam, dan seketika Aditya berlari menuju ke arah sang istri yang sudah terduduk di atas ranjang namun belum membuka matanya.
"Sayang...bangun...sayang! sayang...ayo bangun...ada apa?" Ucap Aditya sembari memeluk pundak sang istri dan mengelus elus pipi sembari menepuk nepuk salah satu pipinya, barulah saat itu Ifa membuka matanya dan mengacungkan kedua tangan yang menangkup pada suaminya.
"Apa ini? ada apa sayang? kamu kenapa?" Tanya Aditya lagi yang ia ulangi.
__ADS_1
"Aku mimpi bby...aku nangkep burung jatoh dari sarangnya...aku dapat satu bby...akh...cuma mimpi ternyata." Ucap Ifa yang terlihat sedikit sedih karena hanya mimpi saja.