Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
manja


__ADS_3

waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi,


namun matahari tak kunjung naik,mendung gelap seperti akan turun hujan.


anin masih meringkuk di pelukan suaminya,rendi pun sama ia masih ingin bermalas-malasan.ia masih betah memeluk tubuh istrinya,


tiba-tiba terdengar ponsel rendi berbunyi,


namun saat tangan rendi ingin mengambilnya...istrinya seperti tidak ingin di lepas,


dengan pelan-pelan rendi mengusap-usap pipi anin,hingga anin merasa risih,lalu menggeliat mengubah posisinya hingga memunggungi suaminya,


rendi melihatnya begitu gemas,


"awas nanti kalau sudah bangun,"gumamnya.


namun saat rendi akan menjangkaunya...bunyi ponselnya nya sudah berhenti.


lalu di lihatinya pada layar ponsel tersebut.


"kakek",ucapnya seketika,


kemudian rendi tutun dari ranjangnya menuju dekat jendela,


jendela full...yang tirainya terbuka dari semalam,namun cahaya tidak ada yang bisa menerobos masuk sama sekali,


rendi mencoba menghubungi kakeknya sambil menyedekapkan tangan di dadanya.


"halo...kakek..."kata rendi setelah panggilannya tersambung.


"anak nakal!"


ucap kakek tiba-tiba yang terdengar sangat nyaring di telinga rendi,sampai ia menjauhkan ponsel beberapa detik dari telinganya,


"kakek....ada apa sih?rendi salah apa??"


tanya rendi ingin tahu.


"kamu tanya salah apa huh!"


dengus kakeknya kesal.


"apa kamu lupa kamu punya kakek?"


ucap kakeknya lagi.


"kalau itu...jelas rendi ingat,"

__ADS_1


jawab rendi dengan santai nya.


"kapan kamu akan kesini mengunjungi kakek?"


ucap kakek lagi.


"apa harus kakek terus yang mendatangimu jika kakek merindukan cucu kakek?"ucap nya sedikit serak...


"baiklah kakekku yang tersayang...nanti akan aku bicarakan dengan anin,kapan ia bisanya ikut,hari ini atau besok,tapi hari ini ada kelasku kek...atau setelah dari kampus saja langsung menuju kesana,"


kata tendi agar kakeknya senang.


"kau aturlah sendiri...aku merindukan kalian,"


ucap kakek lagi,lalu mematikan panggilannya.


anin membuka matanya,mengerjap-ngerjapkannya,


lalu di pandanginya tubuh kekar dan punggung suaminya,


"sepertinya hari ini kau benar-benar sempurna di mataku,"


kata anin lalu mengacak-acak rambutnya dengan malu.


"sepertinya setiap hari juga dia selalu sempurna,"


diam-diam anin turun dari ranjangnya,mengendap endap,


"hweemmmz...."


peluknya lembut tubuh suaminya.


rendi sedikit kaget,namun saat itu juga ia tahu...itu lah istrinya.


lalu rendi mengelus menggenggam erat tangan istrinya yang melingkari pinggangnya.


"kenapa hari ini kamu manja sekali?"


ucap rendi.namun di balas sewot anin.


"bilang saja kalau tidak mau ku peluk!"


ucap anin sambil melepas pelukan lalu melengos,


"eiiits",


di tahannya lah tangan istrinya itu,lalu di peluknya tubuh anin,

__ADS_1


"kenapa begitu saja marah sih sayang?"tanya rendi dengan senyum senangnya.


"jelas aku suka,"kata rendi lagi,


anin yang mendengar hanya cengar cengir.


sambil menenggelamkan wajahnya di dada suaminya.


"nanti kita ke rumah kakek yuk...kakek kangen..."


ajak rendi dan dengan wajah sumringah anin bersemangat menjawabnya dengan anggukan.


"kenapa tidak sekarang saja sih kak??"tanya anin.


"kau mau bolos di mata kuliahku??"


hemmmz...sambil sedikit melotot.


anin lupa kalau nannti ada jam mata kuliah suaminya.


"baiklah...aku turun dulu ya"...


kata rendi sambil mengecup kening istrinya.


lalu di tarik lagi oleh anin dan "cup",anin inisiatif mencium suaminya.


suaminya hanya memiringkan kepalanya dengan alis mengkerut,merasa aneh saja hari ini tiba-tiba istrinya manja.


lalu rendi melangkah berjalan menuju pintu kamar,


"aaakh"...


dilihatnya istrinya itu sedikit sempoyongan duduk di pinggir ranjang nya sambil memegangi kepalanya.


rendi yang melihat langsung menghampirinya,


"kenapa sayang?kau tidak apa-apa kan??"tanya rendi.


dengan sedikit khawatir.


"pusing sedikit kak rend...mungkin karena cuacanya saja yang kayak gini...buat anin rada kena flu,"


kata anin mencoba menenangkan rendi,karena anin tahu sikap rendi yang serba khawatir itu,bisa-bisa gagal ke rumah kakek nanti.


"baiklah sayang...buat istirahat...aku ambilkan obat dulu,"


kata rendi sambil bergegas pergi mangambilkan obat untuk istrinya.

__ADS_1


__ADS_2