
tanpa sadar...anin menatap hingga beberapa lamanya.
hingga dia tanpa sadar...sudah beberapa potret dirinya yang di ambil suaminya dari kamera ponselnya.
anin melirik sebentar ke arah suaminya yang sedang cengar cengir di depannya itu tanpa menoleh ataupun hanya sekedar melirik balik ke arahnya.
seketika pikiran yang tidak-tidak itu pun muncul lagi.
"kak...kak rend...kamu sedang lihat apa sih di ponsel itu?"
tanya anin pada suaminya karena ingin tahu nya.
"mau tau aja sih yank...!"
jawab rendi yang makin membuat istrinya makin penasaran.
"jangn bilang itu foto si iwan ya kak...yang rata dan tidak ada cantik-cantiknya."
ucap anin pada suaminya.
"siapa bilang ini si iwan yang rata itu...ini lebih cantik dari dewi kayangan...putih...muluuus...lebih bahenol lebih berisi...lebih seksi dan lebih hot tentunya...diam-diam aku begitu kagum padanya,
apa lagi saat aku hanya memikirkannya...rinduku sangat menggebu,pokok aku tergila-gila padanya."
canda rendi dengan usilnya.
namun anin tak percaya apa yang di ucapkan suaminya itu...karena cinta suaminya sudah teruji...benar-benar murni untuknya.
mungkin dia hanya ingin menggoda saja,
anin pun menyadarinya.
"pasti foto hewan yang telanjang...mungking sapi...putih mulus...bahenol seksi...hot...,atau...kucing...kelinci..."
kata anin.
"aku marah ya yank...saat kamu jelek-jelekin wanita aku...aku beneran tidak terima ya yaaank..."
ucap serius rendi.
__ADS_1
"oh tuhan...dia bilang wanitanya...siapa...hingga dia sangat marah saat aku menjelek-jelekkan nya..."
guman anin dalam hatinya benar-benar sangat takut dan sedih bercampur aduk .
takut suaminya benar-benar memuja wanita lain....
namun lagi-lagi akal sehatnya masih menguasai otak anin.
"apa itu foto almarhum ibu?"
tanya anin.
namun di balas gelengan.
"ouh...itu foto almarhum nenek bukan?"
tanya anin lagi tapi lagi-lagi rendi menggelengkan kepalanya.
"siapa sih kak...kamu itu jangan membuatku marah dong..."
kata anin dengan nada sudah naiknya.
memperlihatkan ponselnya pada istrinya.
dan betapa terkejutnya anin saat di dapati fotonya dari samping sedang menghadap ke arah danau.
foronya indah bak foto dari fotografer handal.
tangan rendi dengan sigap memeluk pundak istrinya itu mengusap-usap lembut di sana.
lalu naik ke kepala istrinya,memikmati setiap helai rambut lembut istrinya itu.
"harusnya kamu sudah tahu sayang...siapa wanita yang sudah membuatku tergila-gila...itu,"
bisik rendi di telinga istrinya.
namun hanya di balas senyum sumringah bahagia dari bibir mungil istrinya.
lalu...saat rendi ingin melakukan lebih...
__ADS_1
tiba-tiba...pesanan makanan rendi tadi sudah datang.
gurame pedas manis satu porsi,
cumi asam manis,
dan tidak lupa udang goreng kesukaan istrinya.
dua porsi nasi.
serta minuman kesukaan istrinya jus alpukat susu.
namun rendi lebih memilih air kemasan mineral.
"kak kok tahu aku lagi pingin makan ini?"
tanya anin sambil mengambil sepiring udang gorengnya.
rendi hanya membalasnya dengan senyuman,ia ingin sekali mencium istrinya yang kala itu begitu menggemaskan,namun di urungkannya karena banyak mata melihat mereka.
"kak...aku begitu suka tempat ini..."
ucap anin yang sudah selesai makan dan masih menikmati sisa udang gorengnya itu sambil melihat pemandangan yang sejuk.
meski tepat tengah hari...udara yang begitu panas di kota...namun di tempat ini sangat redup...karena mungkin daerah pegunungan yang di tumbuhi pepohonan yang rindang sejauh mata memandang.
rendi merasa kekenyangan...namun tidak merubah struktur perut ala roti sobek nya.
ia masih belum bisa beranjak dari sana.
karena istrinya masih suka menatap alam luwas dari tempatnya duduk.rendi merebahkan kepalanya di pangkuan istrinya yang sedang selonjoran kaki.
sesekali...ia mengusap wajahnya ke perut istrinya dan menciumnya beberapa kali,
ia tak peduli seandainya ada yang melihat tingkahnya.
baginya...istrinya...itu miliknya...dan ia berhak...menikmatinya dimanapun berada.
namun...rendi juga tidak pernah melakukan tingkah konyol di depan umum.
__ADS_1