
rendi...melangkah meninggalkan ibu2 itu.
rendi masih terus memikirkan apa yg ibu2 itu fikirkan tentang istrinya,
"kenapa mereka terus beranggapan istriku selingkuh?"
gumam rendi
rendi pun menelfon bi ani,
"terdengar bunyi nada tersambung,lalu di angkatlah,"
"bi...sebenarnya ada gosip apa bi hari ini di tetangga sini?"
ucap rendi ingin tahu.
"itu tuan....anu....anu..."
kata bi ana terbata2.
"anu apa bi jawaaab!"
kata rendi.
"itu tuan...gosip nyonya pas jalan pagi yg sedang telfonan tuan...nyonya selingkuh",
kata bi ana lagi.
"gillaaaa apa orang2 itu..."
ucap rendi
lalu rendi mematikan telfonnya.
"akan aku urus ini nanti."
kata rendi
"sayang....aku percaya kamu...aku yakin tentang perasaanku ini",
desah hati rendi.
tak butuh waktu lama rendi tiba di tempat pesawatnya,
"ok pak totok....aku pergi...tolong jaga istriku...antarkan kemanapun ia mau."
ucap rendi sebelum masuk ke dalam pesawat.
pesawat pun terbang menuju negara yg di tuju rendi.
butuh waktu 5 6 jam untuk sampai ke tempat tujuan.
sesampai ya di sana rendi pun langsung mencoba untuk fokus pada pekerjaannya,
ia ingin cepat menyeleseikannya.
__ADS_1
hingga ia benar2 sibuk dan tak memberi kabar istrinya.
ia pun lupa dimana ponselnya terakhir kali berada
2 hari berlalu sudah,anin selalu menanti kabar dari suaminya yg tak kunjung datang.
"sayang kau dimana kenapa tidak memberi kabar...aku merindukanmu...",
tangisnya pecah di atas tempat tidurnya.
hingga ia terlelap.
esok paginya matanya bengkak,
anin seperti biasa ia menuju meja makannya,
"nyonya...kenapa dengan mata anda?"
tanya bi ana pada anin.
"kak rendi benar2 mengabaikanku bibi...ia tak memberi kabar sama sekali bi...aku mencemaskannya...
aku merindukannya bibi sangaaat..."
keluh anin dengan lelehan di pipinya.
"mungkin tuan sibuk nyonya...sekarang anda harus makan untuk kesehatan ank dan ibunya."
ucap kedua bibi.
anin makan meski ia tak ingin.
setelah selesei menghabiskan makanannya ia pun bergegas mencari pak totok.
"pak...antar aku ke taman dekat kampus",
ucap anin pada supirnya
dengan senang hati supirnya pun mematuhi istri tuannya,
anin menaiki mobil yg di kemudikan pak totok melaju perlahan ke area taman.
anin tersenyum melihat taman itu.
taman rindang dengan sebuah kolam ikan kecil yg banyak ikannya.
entah sejak kapan anin melupakan kolam ini.
ya...sejak ia tidak pernah bersedih lagi..
sejak ia punya rendi.
namun kali ini ia begitu kalut ..hatinya bagai di tumbuk.
sudah dua hari lebih sejak terakhir mereka bermanjaan,suaminya tidak memberi kabar sama sekali.
__ADS_1
pagi itu juga...ternyata rendi sampai di rumah,
ia mencari2 istrinya di kamar namun tak ada.
"sayang kamu dimana?"
gumamnya ,
"bi...kalian lihat istriku?"
tanya rendi pada ke2 bibi.
"tuan kapan pulang?"
ke2 bibi benar2 terkejut.
"istriku mana?"
tanya nya lagi.
"nyonya lagi keluar sama pak totok tuan",
ucap bi ani.
Lalu dengan cepat rendi memutar telephon rumahnya.
"halo pak totok"
kata rendi yg membuat pak totok kaget.
"kamu dimana sekarang pak?"
tanya rendi.
"istriku apa bersamamu?"
tanya nya lagi.
"benar tuan...kami sedang di taman dekat kampus tuan"
sahut pak totok.
"diamlah disana saja jangan keman2"
printah rendi
"siiiaaalll",
lagi2 gerutunya.
ia tahu persis...tempat itu,setiap kali istrinya bersedih ia selalu datang ke tempat itu.
"maafkan aku sayang...aku membuatmu sedih..."
"siaaal"
__ADS_1
lagi2 rendi mengumpat geram pada dirinya sendiri.