
"ga....kenapa kamu cemberut?"tanya om rendi yang dari tadi sesekali melirik ke arah arga sambil mengemudi.
"ngaak apa om...habisnya dari tadi om juga cemberut,"
ucap arga dengan jujurnya dan tanpa basa basi...
"ga...istriku aneh nggak menurutmu?"tanya rendi pada arga.
"nggak aneh om...biasa aja...mungkin tante nggak mau nindi semobil dengan arga kali om,"
jawab arga asal asalan,namun tidak membuat rendi lega dengan jawaban arga itu,nggak mungkin isterinya nggak ngijini nindi dengan arga.arga dan nindi pacaran kan yang paling senang itu anin...kenapa juga anin nggak rela anaknya berdua dengan arga.
"ga....nyium keringat om nggak?asem nggak ga?"tanya rendi tiba tiba yang membuat arga terheran heran.
"nggak om...parfum om nih awet baunya...dari tadi arga nyium parfum maskulin...arga lebih seneng nyium parfum nindi sih om,"ucap arga dengan nada sedikit tenggelam di bagian akhir yang membuat rendi tidak mendengar dengan jelas.
__ADS_1
"terus...kira kira isteriku kenapa ya ga?kesannya aneh gitu setelah makan sate?"tanya rendi lagi yang membuat arga bingung.
"arga nggak tahu om...arga juga belum punya pengalaman istri ngambek atau aneh om...kalau nindi...nimpuk sama bawel itu iya om...pernah..."
balas ucap arga pada om rendi.
di mobil nindi.
"mah...mama nggak apa apa kan?tadi mama pucet deket papah...sekarang kok nggak apa apa mah?apa papa berantem sama mama ya?"tanya nindi pada mama nya.
"sejak kapan kamu lihat mama berantem sama papa sayang?mama juga nggak tahu nindi...kenapa mama tadi bisa berasa mau pingsan saat dekat papamu ya nak...kenapa ya kira kira...setelah jauh dari papamu juga sembuh lo sayang..."jawab mama anin pada nindi puterinya.
rendi membukakan pintu untuk isterinya,dan meraih tangan anin untuk keluar dari dalam mobil nya.
dan arga,membukakan pintu mobil untuk nindi kekasihnya itu.
__ADS_1
"sayang kamu nggak apa apa sayang?"tanya rendi pada isterinya setelah keduanya berjalan menuju pintu utama dengan memapah pundaknya.
"pah...aku pusing lagi ni pah...sejak megang kamu...nindi...bantuin mama...papa mu kayaknya ada makhluk astralnya nih...mama pusing banget dekat papah,maaf ya pah...mama puyeng muter muter nindi...cepet kesini sayang..."
ucap anin tiba tiba sambil menepis tangan suaminya.dan menuju nindi dan nindi dengan sigap membantu mama nya itu untuk naik ke atas tangga depan rumah menuju pintu utamanya,sedangkan rendi terdiam mematung sambil melongo menatap punggung isterinya berlalu di hadapannya begitu saja.
"om....sabar..."ucapan arga sambil tepukan di lengan tangan rendi yang membuatnya terkaget kaget bukan main.
"arga...om kaget tahu ga..."ucap rendi seketika.
"om...arga pulang dulu deh...yang di ajak kencan nggak ada om..."ucap arga begitu saja karena sudah pukul sembilan malam.
"eh...tunggu...emangnya kamu aja yang galau ga...om lagi nggak enak hati juga nih...ayo main satu putaran catur sama om...kalau kamu menang kamu boleh pergi,"
ucap rendi begitu saja sambil berlalu pergi menuju pintu rumahnya.dan arga yang masih tertinggal di bawah tangga dengan dahi mengernyitnya dan mata menyipit nya.
__ADS_1
"bukannya om rendi selalu kalah ya sama aku?bilang aja om kalau nggak punya teman curhat..."
ucap arga dalam hati dengan dengusan yang sedikit kesal.