
anin menyangga kepalanya di atas meja dengan satu tangan,matanya terus menatap mengawasi setiap gerakan sendok yang keluar masuk mulut suaminya,sedangkan nindi terus menatap sampai tidak sadar sendok yang ia pegangi masih menancap di mulutnya.
"ah...kenyang...nya..."ucap rendi sambil melirik kedua belahan jiwanya yang ternyata dari tadi menatapnya,sambil tangan kanan mengusap usap bibirnya dengan tisu yang baru di raihnya.
"loh....makanan kalian kok masih utuh?kenapa?"
tanya rendi tiba tiba yang membuat anin dan nindi saling menatap kemudian menegapkan posisi duduknya.
rendi yang melihat makanan istri dan puterinya itu masih utuh di depannya pun merasa heran...kenapa belum di makan padahal kan waktunya sudah cukup lama untuk keduanya menghabiskan makanan mereka.
"pah...kami ke asyikan menonton papa makan dengan lahap nya...hingga lupa dengan makanan kami,"ucap anin menerangkan perihal alasan yang di inginkan suaminya itu.
"sayang...kamu juga?"tanya papa rendi pada puterinya,dan nindi pun hanya mengangguk dan di ikuti senyum kecil di bibir nya.
"papah tahu nggak??papah tu...makan mie instannya udah kaya orang kelaparan satu minggu loh...nindi kan jadi terpesona menatapnya,"ucap canda nindi yang baru di sadari rendi tentang tingkah aneh nya barusan.
__ADS_1
"lalu....papa harus ajak kalian kemana untuk makan?kayaknya kalian juga nggak bakal mau kan lanjutkan makan ini?"tanya rendi yang benar benar mengena untuk istri dan puterinya.
"heeeemmmmzzz....papa mau ajak kemana?nindi pingin makan daging bakar di restoran,"ucap nindi dengan senangnya,
"mama ngikut deh...."ucap anin mendukung keinginan puterinya itu.rendi hanya manggut manggut menanggapi ulah istri dan puterinya.
"baiklah....papa yang baik ini akan mengajak kalian...makan daging bakar....ayo..."ucap rendi yang langsung bangkit dari duduknya dan berdiri dari kursinya.
"sekarang ni pah?"tanya nindi dengan antusiasnya.
rendi segera menyusul istrinya yang sudah berada di dalam kamar,
rendi ikut masuk dan tidak lupa menutup pintu lalu menguncinya.
"loh pah...kok di kunci segala sih..."tanya anin sambil menanggalkan pakaian dan ber ganti pakaian lain yang akan ia kenakan untuk jalan.
__ADS_1
namun dengan cepat rendi menarik tubuh istrinya dan melakukannya di atas ranjang.
satu jam kemudian.
"hiiihhh....papa katanya sebentar?kok lama?kasihan nindi kan nanti nungguin..."dengus kesal anin karena kemauan suaminya yang lupa waktu itu.
"kan panggilan alam sayang...kalau belum mau usai...kenapa aku yang di salahkan?"ucap balik rendi yang nggak mau kalah.dan anin hanya melongo tidak percaya atas ucapan enteng suaminya barusan.
"ah....minggir deh pah...aku mau lewat nih...mau mandi,"
ucap anin pada suaminya sambil tangannya menarik selimut menutupi tubuhnya sampai tertutup sempurna dan ia berjalan menuju kamar mandi.
di atas ranjang besar itu,rendi tersenyum senang dengan bangganya.terlihat tangannya sesekali mengusap peluh di keningnya,lalu ia pun melonjak dari tempat tidur nya menyusul istrinya yang sudah berada di dalam kamar mandi,ia tidak mau melewatkan kesempatan langka itu.
"hiyaaaaaa kak rend...."sedikit teriakan anin karena rendi ikutan mandi sama sama.namun tidak tahu lagi apa yang akan terjadi selanjutnya.
__ADS_1
mungkin anin akan bilang...."author....kau sungguh tega kepadaku,keluar kau author....!"