
"siang itu benar2 sangat redup sepertinya akan turun hujan,
rendi dan anin terlelap satu sama lain.
lalu...rendi terbangun,
ia merasakan tangannya kebas,
dan di liatinya anin meringkuk di bawah ketiaknya berbantal lengannya.
pelan pelan rendi memindahkan kepala istrinya ke atas tempat tidur,
lalu ia beringsut perlahan agar tidak membangunkan istrinya.
ia beranjak dari tempat tidur lalu keluar kamar nya menuju ke dapur.
ia melihat ke sekeliling namun tak di temukannya bi ani dan bi ana,
lalu rendi membuka kulkas,
mencari sesuatu yg bisa di makan,
ia benar2 lapar...dari pagi ia belum memakan sesuatu pun.
lalu ia melihat ada mie instan tertata di rak dapur paling atas,
ia mengambilnya kemudian benerapa sayuran di kulkas,
dan sosis.
padahal lauk pauk lengkap di atas meja makan,
namun ia memilih mie instan untuk mengganjal perutnya.
ia menyalakan kompor lalu merebus air,
tiba2 dari arah belakang...
"tuan muda...apa yg sedang anda lakukan ?"
tanya bi ana pada rendi.
"aku sedang buat mie instan bie..aku lagi ingin makan ini,"
ucapnya sambil memasukkan mie kedalam air mendidih,
__ADS_1
tak lupa sosis telur dan sayuran,
lalu terdengar panggilan,
"kak rend...apa yg kau lakukan disini?"
tanya anin yg baru saja bangun tidur,dan menyusul turun dari kamarnya.
"sayang...kenapa sudah bangun?"
tanya rendi pada istrinya.
"aku mencium bau yg enak kak rend...makanya aku langsung bangun dan turun",
sambil mendekat menuju tempat suaminya berdiri.
"kak rend...aku buleh minta itu gak?"
kata anin sambil menunjuk mie instan yg baru jadi.
"baiklah sayang...ini untukmu".
sahut rendi pada istrinya.
lalu menuangkannya pada mangkuk dan membawakannya ke meja makan.
bi ana dan bi ani yg menyaksikan tingkah tuannya pun heran.
padahal tadi dia sendiri yg bilang kalau mau mkan mie instan...
di sela mkannya,
"kak rendi mau?"
tanya anin sambil menyodorkan mie instannya.
"makanlah sayang..."
kata rendi.
"tapi aku maunya makan denganmu kak...."
kata anin menyodorkan sesendok mie ke ujung bibir suaminya.
lalu dengan senang rendi membuka mulutnya dan menerima suapan istrinya.
__ADS_1
setelah acara makan berlalu,anin mengajak suaminya ke taman belakang.
menaiki ayunan.
namun rendi tampak tak semangat.
"kak rend kenapa tidak seperti biasanya kak?"
tanya anin pada suaminya.
"aku tak apa sayang"...sambil mengelus pipi istrinya,
"apa besok kau benar2 tak apa sayang?"
ucap rendi yg seolah menjadi beban,karena ini yg pertama kalinya rendi akan berpisah dari istrinya.
"aku tak apa kak rend...sungguh..."
anin bersikap mantab agar suaminya tak mikir macam2,
sesungguhnya dalam hatinya sangat tidak mau jauh dari suaminya,
tapi bagaimana lagi...sudah jadi tugas suaminya.
"percayalah kak rend...aku akan baik2 saja...kan ada bi ani,bi ana,mak ujang pak totok juga kak rend...
dan juga kakek...pasti setelah kakek pulang dari luar kota,
kakek akan kemari menemaniku."
kata anin untuk menenangkan suaminya.
lalu rendi menggenggam tangan istrinya.
"jujur sayang...hatiku benar2 beraaat..."
ucap rendi lagi.
lalu anin mengelus lengan rendi.
"sabar kak rend...ini ujian juga kan?"
tanya anin.
lalu rendi pun mengangguk.
__ADS_1
sambil memeluk pundak istrinya.
membelainya lembut sambil menikmati cuaca yg begitu bersahabat.