
Rendi yang menatap istrinya bersedihpun langsung mengulurkan tangannya, Mengusp lelehan air matanya,
"maaf sayang...aku tak bermaksud membuatmu mengingat masa lalu..."
lalu rendi meminggirkan mobilnya di tepi jalan,
Ia melepas sabuk pengan istrinya dan sabuknya.
memeluknya hingga isakan itupun berhenti.
Rendi tahu hanya dadanya yang anin butuhkan saat ini.
"baiklah kak...mari kita berangkat lagi",
Ucap anin memberitahukan suaminya untuk melanjutkan perjalanannya.
"cup", Rendi mengecup kening istrinya lalu menancap gas mobilnya menuju tempat yang di tuju.
"beruntungnya aku memilikimu",
Gumam dalam hati anin sambil menatap lekat pada suami tampan yang ada di sampingnya.
apa lagi dengan balutan kemeja biru lautnya, Dengan lengan tersingsing, Yang terlihat begitu sangat tampan.
"duuuh gemmmeeesss",
Ucap anin tiba tiba lalu nyosor pipi suaminya.
Rendi yang melihat tingkah istrinya pun hanya tersenyum lalu menggenggam jemarinya.
"Kak Rend nyetir yang bener dooong..."
kata anin sedikit protes karena satu tangan tendi menggenggam tangannya.
Rendi hanya tersenyum melihat lurus ke depan,
Tangannya tak henti menggenggam tangan anin.
dalam hati anin ia sangat bahagia Rendi selalu bersikap hangat dan sempurna untuknya.
__ADS_1
mobil melaju memasuki mall besar...dengan tempat parkir bawah tanahnya.
"sayang kamu tak apa apa kan jalan sebentar," Tanya Rendi pada istrinya.
"Tak apa kak..." sahut anin dengan senyum senang nya.
Karena dulu ia kesini masih belum hamil...sekarang ia sudah berbadan dua yang dua kali lebih cepat capeknya.
rendi mengerti itu, Ia tahu dari temanya yang seorang dokter kandungan.
Rendi terus menggenggam tangan istrinya selama masuk ke dalam mall.
Namun anin lebih suka memeluk lengan suaminya.
Sepanjang perjalan menuju butik yang ada di lantai tiga mall tersebut...
beberapa kali anin tetlihat kelelahan, lalu beristirahat duduk di tempat duduk yang di sediakan di dalam mall.
"Tunggu sini ya sayang...aku belikan air minum dulu",.Ucapnya lagi.
Beberapa menit sudah berlalu,namun rendi tak kunjung datang , Lalu anin menyusul ke tempat dimana rendi berjalan pergi.
Dimana wanita itu adalah sosok yang anin kenal yang pernah di gosipkan dengan suaminya.(bu desi).
Iya...bu Desi lah yang sedang beraama dengan suaminya.
ubun ubun anin terasa panas, Kepalanya berputar putar ia ingin berpegangan pada sesuatu, Keringatnya bercucuran. Itu reaksi yang ia selalu dapatkan di saat ia merasa tak enak hati.
Anin ingin marah, Anin merasa sedih, Dalam batinnya bercampur aduk menjadi satu.
"apakah ini kebetulan?"
gumam anin dalam hatinya.
Kenapa di semua tempat...harus disini ia bertemu dengan bu Desi.
Air matanya menggenang...sedikit meleleh,
karena rasa cintanya pada suaminya.
__ADS_1
Anin takut suaminya akan meninggalkannya.
lalu di hapusnya lelehan tersebut, Matanya mengerjap ngerjap menengadah, Berharap butiran butiran nya tidak meleleh.
Anin sedikit sempoyongan menuju suaminya, Suaranya hampir tak terdengar tatkala ia menuju ke arah Rendi.
Hingga tiba tiba datang seorang laki laki yang menghampiri bu desi lalu melingkarkan tangannya ke pinggang ibu dosen cantik tersebut.
"lhoooh...itu...bu desi dengan siapa??"
tanya nya dalam hati.
Rendi yang melihat istrinya sedikit terhuyung pun berlari menyusul, Di sangganya tubuh istrinya.
Tangan melingkar di pinggangnya, Dan tangan yang satunya lagi erat menggenggam jemari istrinya.
Dipapahnya sampai di dekat bu Desi dan laki laki di sebelahnya.
"kenalin nin...ini suamiku",
Kata bu Desi pada Anin.
Anin yang sedikit terkejut pun seakan plooong dalam hatinya.
"Aku meminta mereka datang nanti di acara sayang...tapi mereka sudah punya rencana lain",
Kata rendi menceritakan kejadian yang di pikir Anin berlebihan tadi.
Anin hanya mengangguk dengan senyumnya, Namun matanya terlihat sembab.
"Kau apakan dia pak?"
tanya buDesi pada Rendi.
"Oh...tadi dia teringat masalalu bu...namun aku sudah menenangkannya dan ini mau membeli minum untuknya."
Yang di pikir Rendi, Anin seperti itu karena menangis di dalam mobil tadi.
"Syukurlah..." Ucap dalam hati Anin.
__ADS_1
"Kuharap kak rendi tak melihat sikap bodohku barusan." Ucap nya dalam hati dan menenangkan dirinya.