Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
meleleh


__ADS_3

"kenapa kau terus menatapku!!"


nada rendi kasar benar2 kasar.


sambil melengos menatap wanita yg ada di sampingnya,


dengan mata sinis mematikannya.


tiba2 hp anin berbunyi,


anin bergegas membuka tas nya dan mengambil hp nya,


"halo sayang...kamu dimana??aku sudah di salon dari tadi."


kata rendi di telfon nya.


"oh ya...kau sedang menungguku??kau mengibaskan dengan kasar tanganku!!"


triak anin benar2 tak tahan lagi.


seketika rendi menoleh dengan telfon yg masih menempel di telinganya.


ia tersentak!


wajahnya berubah menjadi pucat karena rasa bersalahnya


benar2 tak termaafkan.


"sayang ini benar2 kamu???atau kamu mengambil hp istriku??


"apa ini benar2 kamu??"


sambil mengitari istrinya yg sedang berdiri.


"kau benar2 seperti dewi...aki tak bisa mengenalimu "


"kau cannntik...sangaaaat cantik sayang...sungguh",


ucapnya lagi.


"maafkan aku...aku benar2 tak tahu itu kamu sayang...maafkan ya..."


sambil memeluk tubuh istrinya,namun anin mencoba melepaskan paksa.


"kamu tu kak...masak istri cuma bedakan gini aja kamu lupakan",


sungut anin yg benar2 tak tahan dengan sikap suaminya yg tadi benar2 menyebalkan.


rendi seperti tahu fikiran istrinya itu.


"ok sayang aku salah aku menyebalkan...maafkan aku...."


dengan memasang wajah polosnya,

__ADS_1


akhirnya anin pun memaafkannya.


lalu anin dan rendi menuju mobil parkir.


y...seperti tadi...berkali2 berhenti karena kondisi anin.


sepanjang perjalanan menuju mobil nya terparkir,


rendi tak henti2 nya menatap wajah istrinya.


istrinya benar2 cantik...kecantikannya baru muncul bak bidadari.


"kak jangan menatapku seperti itu..."


gumam anin.


namun tak di hiraukan suaminya.


"setelah sampai parkiran,rendi membukakan pintu untuk istrinya masuk,


ia pun bergegas masuk ke dalam mobil,


mobil melaju menyusuri jalan.


sesekali rendi mencuri2 pandang menatap anin.


"aku benar2 jatuh cinta padamu sayang..."


bisiknya saat lampu merah di persimpangan.


ucap anin dengan nada sendunya,


"bukan...bukan begitu maksudku sayang....duuhhhh kok jadi gini sih..."


sambil mengacak2 rambutnya


"sepertinya aku benar2 frustasi gara2 istri cantinya tingkat dewa...eh dewi..."


gumam rendi.


"sayang...percaya padaku ya...dulu aku cinta...tapi cintaku lebih besar sekarang dari yg dulu...dan esok lebih besar dari sekarang...",


sambil menggenggam jemari istrinya.


"aku ingin sekali menciummu sampai habis...tapi...lipstikmu itu sangan cochok dengan gaunmu sayang..."


kata rendi yg di sambut senyum senang istrinya.


"awas aja nannti kalau sudah habis acara"


dalam jati rendi.


mobil kembali melaju setelah lampu hijau menyala,

__ADS_1


sepanjang perjalanan,rendi tanpa henti melitik anin.


anin yg mengerti lirikan suaminya pun begitu senang.


akhirnya mobil memasuki halaman rumah rendi,


terparkir di depan pintu.


rendi bergegas membukakan pintu untuk istrinya,


lalu istrinya keluwar dan berjalan memasuki rumah,


bi ani dan bi ana yg melihat pun melongo di buatnya.


"inikah nyonya nya?"


mereka saling menatap


"bi...ini benar2 nyonya..."


kata bi ana dan bi ani mengangguk kagu..


"bi kakek kemana?"


tanya rendi sambil mengajak anin duduk di sova.


"ada di kamarnya tuan...sedang bersiap2!"


sahut bi ana.


"sayang aku tinggal ke atas dulu ya...siap2 juga",


anin pun mengangguk mengiyakan.


beberapa menit berlalu,anin bosan di ruang keluwarga sendirian.


"kakek terlalu lama"


gumam anin.


lalu anin bergegas menuju kamar menghampiri suaminya.


menaiki anak tangga hingga tepat di depan pintu kamarnya.


tiba2 rendi membuka pintunya dulu dari dalam.


mata anin benar2 terpesona dengan apa yg di lihatnya.


suaminya memakai setelan jaz yg senada hampir sama dg bajunya,


jas kasual tanpa kancing dengan dalaman kaos dengan kerah menutup lehernya,


"suamiku...aku meleleh...."

__ADS_1


gumam anin.


__ADS_2