Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
perasaan muda lagi


__ADS_3

arga melangkah menuju ke dalam kamar tamu di rumah om rendi.sedangkan nindi berada di kamarnya sendiri,


beberapa saat arga di dalam kamar mandi,ia mengingat ingat..."apakah cinta bisa membuat orang lain menjadi bodoh?apakah mereka melakukan hal yang sama seperti ku barusan?"ucap arga dalam hati yang membuat nya berpikir tentang hal hal bodoh dan konyol nya sejak ia menyukai nindi.


"tok tok tok..."suara ketukan dari luar pintu kamar arga.


seketika arga tersadar dari lamunannya,


"iya....sebentar arga keluar..."teriak arga seketika dari dalam kamar mandi,dengan badan masih basah dan rambut masih berbusa karena syampo yang belum arga bilas.


"ga...cepet...nindi aja udah usai mandi dan ini sudah disini...kamu lama sekali ga..."


ucap rendi dari luar kamar mandi.


"iya iya om...sebentar..."teriak arga.


lima menit kemudian arga keluar dari dalam kamar mandi dengan rambut masih basah dan masih ada sedikit tetesan tetesan di sana.


"ya ampun...ga...kamu ini kaya anak kecil deh...rambut kamu masih basah kaya gitu ga..."ucap nindi seketika yang melihat arga yang masih basah rambutnya.nindi pun berlari menuju kamar tamu lagi,ia mengambil handuk dan berjalan mendekat ke arah arga,dan menarik tubuh laki laki tampan itu untuk duduk di sofa ruang tamu,


nindi langsung menggosok gosok rambut arga dengan handuk yang ia bawa.


anin dan rendi terpana menatap kedua insan itu yang begitu akur bak kakak beradik saja.


"hemmmz...sayang...kamu lihat puteri kita memperlakukan pacarnya kaya gitu...apa aku pernah kamu gitukan?"tanya rendi pada isterinya.


"pah...kamu mau aku usap usap juga ya?sini aku usap usap sayang..."jawab anin pada suaminya namun jemari tangannya hanya mengusap usap poni miring suaminya sambil berdiri yang tanpa anin dan rendi sadari dua pasang mata menatap ke arah nya.


arga dan nindi saling menatap satu sama lain kemudian menatap lagi ke arah papa rendi dan mama anin.keduanya tampak mesra meski usia pernikahannya yang sudah puluhan tahun.


"sayang...kamu kenapa manja sekali sih...jadi berasa muda lagi kan aku,"ucap rendi dengan malu malu nya.


"nggak tahu pah...aku melihatmu rasanya sangat senang...dan lagi kamu terlihat unyu unyu pah...sungguh..."


ucap anin jujur dan membuat rendi tersipu mendengan godaan isterinya itu.


"boleh nggak makan malam nya di pending dulu sayang?

__ADS_1


tanggung ni..."ucap rendi memelas menatap isterinya itu.


"nggak boleh!"suara yang rendi dengar sangat nyaring.


"sayang kenapa nggak boleh?sayang...kenapa suara kamu jadi cempreng?"jawab rendi yang dari tadi menatap isterinya di sampingnya yang belum sadar siapa yang menyahutnya tidak boleh tadi.


"pah...bukan aku yang bilang nggak boleh...tuh...puteri kita yang nggak ngebolehin..."ucap anin sambil matanya memberi isyarat pada suaminya untuk menatap orang yang berkata nggak boleh barusan.


"hah...nindi...heeemmmzzz....iya iya....ayo...ayo...berangkat..."ucap rendi pada semua orang.


lalu berjalan menuju mobil yang sudah terparkir di luar.


"sayang...malam ini kita begadang ya..."bisik rendi di telinga isterinya dan dengan senangnya anin mengangguk memberi isyarat iya pada suaminya.


"sayang...kamu mau menjadi orang ketiga di mobil papa dan mama mu yang puber lagi tu?"tanya arga dengan sedikit bisik bisik di telinga nindi.


"hah...maksud kamu orang ketiga itu apa ya ga?"tanya nindi yang keheranan pada arga.


"sayang...lihatlah mereka seperti anak muda lagi...masak kamu nggak bisa lihat sih...kamu mau jadi nyamuknya ya?"


ucap arga lebih mendetail pada nindi.


"kita bawa mobil sendiri aja ya sayang...jangan ganggu mereka...biarkan mereka menikmati puber keduanya...gimana?"tanya arga menyarankan.


"oke...baiklah ga...aku mau ikuti saranmu ini,"ucap nindi lagi.


"pah...mah...nindi mau arga bawa mobil boleh nggak?nanti setelah makan malam...nindi masih pingin jalan jalan ma...pa...kan malam minggu...nanti papa dan mama pulang aja duluan ya pah..."ucap nindi lagi.


"baiklah sayang...tapi ikut kami kan ke warung sate cak mad?"tanya mama anin pada puterinya dan arga.


"gimana ga? kita ikut papa dan mama aku nggak?"


tanya nindi pada arga,


"ikut aja deh sayang...aku kan belum pernah nyoba satenya pak mad se enak apa sampai tante anin dan om rendi ingin kesana terus meski sudah puluhan tahun dan juga sudah pindah tempat pula."ucap arga begitu saja.


"ya sudah...kalian bawa mobil sendiri gih...papa dan mama akan jalan duluan...kalian ngikuti ya nak..."

__ADS_1


ucap rendi pada puteri nya dan arga.


lalu rendi dan anin pun masuk ke dalam mobil nya,


kemudian rendi mengemudikan mobilnya keluar dari area rumahnya dan pergi menuju jalan raya dan juga mengemudikan mobilnya dengan sangat santai nya meski jalanan tidak se ramai malam minggu sebelumnya,karena di dekat sana ada konser musik band terkenal yang membuat para anak muda mungkin memenuhi tempat yang ada acaranya tersebut.


di susul mobil arga dan nindi di bekang mereka.


mengikuti mengekor dengan kecepatan yang sama.


"sayang...papa kamu itu terbiasa naik mobil merayap seperti ini ya?kalau begini kapan nyampai nya sih sayang?bisa bisanya yang bisa di tempuh satu jam jadi dua jam nih ntar...terus waktunya habis di jalan dong...pulang pulang udah malam...nggak bisa jalan kemana mana lagi nggak bisa kencan dong kita?"tanya arga yang nerocos begitu saja.


"sayang...kaya nggak tahu papa aja sih...maunya papa kan juga kita pacarannya di bawah pengawasannya."


ucap nindi membalas perkataan arga.


"lalu kencan kita gimana dong sayang?"


tanya arga sedikit memelas.


"kita kencan di mobil aja ya...nih kan udah lama di mobil...masak sambil jalan lagi kan jadi eneg ntar kamu lihat aku nya."ucap nindi yang membela papa nya.


"kapan aku bisa eneg nya kalau pacar aku se cantik dewi kahyangan begini...mau dua puluh empat jam nonstop aku mandangin kamu juga nggak akan pernah bosan sayang...mau bukti?aku bawa pulang ya ntar..."


ucap arga begitu saja.


"ye...itu ma mau mau nya kamu aja ga..."balas nindi seketika dengan malunya.ia memilih tidak menanggapi ucapan arga karena saking tersipu nya.


di mobil rendi.


"pah...agak kencangan dikit kenapa sih...ini terlalu lama pah...pinggangku sakit makin sakit ntar pah..."ucap anin pada suaminya.


"loh sayang...pinggangnya masih sakit ya?padahal semalam nggak lama lo..."ucap rendi pada isterinya.


"iya pah...nggak lamanya kamu itu sih satu jam pah...gimana pinggang aku nggak apa apa..."


dengus kesal anin lagi.

__ADS_1


"baiklah...baiklah sayang...nanti malam aku akan lebih lembut lagi...kau mau kan?"tanya rendi dengan nada halus nya.


"lihat ntar aja deh pah..."jawab anin dengan senyum getir nya.karena meski sudah kepala empat...rendi tetap paling lihai untuk urusan ranjang.hingga kadang membuat anin kuwalahan menghadapi tingkah suaminya itu.


__ADS_2