Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
kembali muda lagi


__ADS_3

rendi dan puterinya melajukan mobilnya menuju ke perusahaan papa rendi,sedang kan arga memakai mobilnya menyusul mobil om rendi yang ada di depannya.


setelah mobil sampai di depan kantor rendi,rendi pun keluar dari dalam mobil nya,di susul nindi yang akan ikut keluar mengikuti papa nya.


"sayang...kamu jangan ikut ya...kamu pulang saja..."


ucap rendi pada puterinya agar nindi tidak ikut turun dengannya.


"tapi pah...nindi pingin ikut papa...nanti papa pulang gimana kalau mobil nindi bawa...nindi ikut ya pah...janji deh nggak akan macam macam pah..."


ucap nindi seketika karena ia khawatir papa dan arga kenapa napa karena mereka hanya pergi berdua saja tanpa sekretaris atau tanpa pengawal.


"sayang...ayo cepat pergi...hati hati di jalan ya sayang...nanti papa akan pulang dengan arga...kamu jangan khawatir ya..."


ucap rendi begitu saja yang membuat nindi tidak bisa membantahnya,dan hanya bisa menuruti perkataan papa nya itu.


"baiklah pah...nindi balik dulu ya...nindi pulang ke rumah pah..."ucap nindi seketika dan menutup pintu mobil lagi lalu menancap pelan gas mobil papa nya itu,terlihat mobil sudah betlalu pergi saat rendi berjalan mendekat ke arah pintu masuk dimana arga sudah berdiri di sana menunggu nya.


"ga...ayo ikut om masuk ke dalam..."ajak rendi pada arga.


"tunggu om...ada apa ini kenapa tiba tiba om datang ke rumah dan mengajak arga keluar mendadak seperti ini om?nggak mungkin kan karena nindi ada di rumah tadi...ada apa om sebenarnya?"tanya arga yang memang sudah menyadari sesuatu dari tadi namun arga hanya diam saja dan melihat kedepannya ada apa.


"hmmmz...ternyata kamu memang sangat jeli ya ga...ternyata kamu sudah tahu dari tadi ya?"


ucap om rendi dengan seriusnya.


"ga...ayo masuk dulu ke dalam..."ucap om rendi pada arga.dan di benak arga saat ini benar benar sudah bercampur aduk...ada masalah apa sebenarnya yang om rendi akan perlihatkan padanya.ia benar benar sangat tegang.lalu keduanya pun masuk ke dalam terlihat arga mengikuti om rendi hingga ke dalam kantornya,

__ADS_1


"om...sebenarnya ada masalah apa sih?om ada yang neror?perusahaan om lagi ada masalah?nindi mau langsung om nikahin?atau jangan bilang om mau misahin arga dengan nindi lagi ya om?"tanya arga yang nerocos nggak ada sungkannya karena rasa penasarannya sudah memenuhi semua isi kepalanya dan hampir meledak...


"ga...kok kamu malah tanya kayak gitu sih...om ngajak kamu kesini ini mau nanya kamu...mau solusi kamu..."


ucap om rendi dengan seriusnya sambil mengajak arga duduk di sofa berhadapan dengannya.


tapi kelakuan om rendi iru malah membuat arga makin linglung makin menumpuk rasa penasarannya.


arga benar benar nggak tahu apa yang di pikirkan papa kekasihnya itu.arga benar benar sudah nggak tahan.


"om....to the point aja deh,"ucap arga.


"ga...."yang langsung di sahut om rendi dan seketika arga terdiam dan menyimak ucapan lanjutan om rendi tersebut.


"ga...maafkan om sebelumnya ya ga...kamu kan mantan playboy..."ucap om rendi seketika yang membuat arga down dan tertunduk...ia tahu...ia menerka nerka apa kata selanjutnya yang akan om rendi itu katakan.


"ga...kok kamu malah minta maaf gitu sih...om mau tanya...karena kamu sudah mengerti berbagai wanita...kamu cerita deh ke om,kebanyakan mereka itu suka hadiah seperti apa...sebentar lagi tante mau ulang tahun ga...om bingung...tiap tahun gitu lagi gitu lagi,"


ucap om arga yang seketika membuat arga melongo sambil mengernyitkan dahinya,menatap keheranan.


"et dah om....kirain arga mau di pisahin...nggak tahunya mau tanya saran...kenapa sampai sembunyi sembunyi kaya gini sih...buat arga hampir kena serangan struk...tubuh sudah berat di gerakkan...huuuft,"gerutu arga dalam hatinya yang benar benar hampir syok di buatnya.


"om...biarkan arga sejenak untuk bernafas om...dari tadi om seperti itu nafas arga sudah senin kamis om...udah hampir minggu..."dengus arga sambil menyenderkan kepalanya ke belakang ke dudukan sofa.


namun rendi yang mendengar perkataan arga barusan malah tertawa terbahak bahak,karena sebenarnya rendi malu jika ketahuan puterinya apa lagi isterinya.


karena selama ini untuk hari spesial...rendi hanya melakukan hal romantis seperti makan malam dan juga rangkaian bunga untuk istrinya itu.

__ADS_1


dan seketika itu pula arga teringat...nindi begitu cengeng saat ia kehilangan semua kelopak bunga mawarnya.


mungkin nindi pun belum pernah ada yang merayakan hari bahagianya.selain kedua orang tuanya.


"gimana ga?kamu sudah punya ide belum?kamu kan yang berpengalaman dalam urusan wanita.


"om...mereka dekat arga bukan seperti yang om bayang kan...benar arga playboy...tapi arga belum pernah menyentuh lebih atau pun berlaku lebih pada mereka...cuma nindi yang arga cium dan peluk om...bukan mereka..."ucap arga seketika lalu menutup membekap mulutnya karena keceplosan.


"lagi lagi...kenapa mulut nggak ada rem nya sih...bikin masalah mulu sih ah..."gerutu arga dalam hati sambil tak henti hentinya umpatan yang ia lontarkan dalam hati yang ia tujukan pada dirinya sendiri.


"jadi...puteri om yang pertama untukmu ga?dan mungkin kamu pun yang pertama untuk puteri om ga?kamu yakin?"


tanya om rendi sungguh sungguh.


"iya om...arga nggak pernah bohong om...apa lagi soal urusan perasaan dan hati om...arga sungguh sungguh..."


ucap arga lagi menenangkan om rendi.


"baiklah...om percaya ga...kalian memang masih tahap pendekatan...om harap kamu nggak ngecewain om apa lagi puteri om ga...om berharap itu,"ucap rendi lagi.


"baiklah...sekarang kembali ke pokok nya...tolong bantu om ga...gimana caranya buat di hari ulang tahun tante jadi hari yang berbeda benar benar berbeda dari tahun tahun lalu,"ucap rendi benar benar ingin masukan arga.


"hmmmz...om sudah pernah yang romantis romantis...gimana kalau ke luar negeri?atau...ke tempat yang buat tante benar benar mengenang seauatu yang membuat om dan tante pertama kali lebih dekat mungkin,"


ucap arga sok tahu nya...karena ia sering mendengar hal semacam itu dari teman teman cowoknya.


"apakah seperti itu ga?kalau ke luar negeri itu tantemu takut naik pesawat dari dulu...jelas ia nggak mau ga kalau om ajak ke luar negeri...tapi untuk tempat yang membuat om dan tante pertama kali menjadi lebih dekat sejak itu..."

__ADS_1


ucap om rendi sambil menerawang mengingat ingat tempat dimana pertama kali ia menjamah tubub isterinya itu.dan yang tanpa ia sadari...arga memperhatikannya dengan wajah keheranannya.karena rendi terlihat cengar cengir seperti anak muda yang sedang kasmaran.


__ADS_2