
akhirnya sampailah nindi dan arga di tempat yang di tuju keduanya,ternyata tempat yang di sukai arga adalah sebuah tempat terlihat seperti taman yang rindang penuh padang rumput yang terawat,dengan jembatan besar yang melengkung,di bawah jembatan terdapat sungai kecil yang jernih airnya,dan di pinggir pinggir sungai terdapat beberapa kursi dengan pohon pohon yang lumayan sejuk meski tidak begitu rindang saat akan memasuki taman.
dan yang pasti taman itu sepi...taman itu tanpa bunga...tanpa warna lain selain warna hijau daun dan rumput yang menghiasi.karena taman itu adalah taman yang di ciptakan arga,letaknya dekat dengan kantor arga dan tidak ada yang memasukinya kecuali arga dan orang yang di ajak oleh nya.
"ga...ini tempat indah namun tanpa warna selain warna hijau dan air...."ucap nindi yang berada di atas jembatan melengkung dengan memandang sekeliling.
"kenapa kamu tidak suka sayang?"tanya arga sambil tangannya menggandeng tangan nindi menuju kursi bawah samping jembatan dan di bawah pohon di depan nya sudah sungai tanpa pembatas.
keduanya duduk di sana dengan memandang sungai dan langit yang biru terhampar di depan mata.
__ADS_1
arga merangkul pundak nindi agar nindi menyenderkan kepala di bahunya,sesaat saling hening dan hanya melempar pandangan ke hadapan mereka.
"sayang...kenapa diam tidak se cerewet tadi sih?kamu terpesona oleh taman buatan ini ya?"tanya arga pada nindi yang terdiam dengan kepala masih bersandar di pundaknya.
"aku masih nggak habis pikir ga...apa hanya aku dulu yang kehilanganmu...kenapa bisa hanya aku ga?jawab!"
ucap nindi yang membuat arga melotot,ternyata wanita di pelukannya itu dari tadi hanya pertanyaan pertanyaan bodoh itu yang memenuhi isi kepalanya.
dengan jemari yang mengelus pipi mulus nindi.
__ADS_1
"lah kok basah sih sayang?kenapa nangis?"ucap arga tiba tiba saat merasakan jemari tangannya menyentuh pipi nindi yang basah,
"huuuua......arga...kenapa kamu nggak cerita dari dulu?kenapa kamu biarkan aku berpikir buruk tentangmu...kenapa ga...kamu jahat...."ucap nindi dengan isakan dan tangis yang pecah di dada kekasihnya.
"kok nangis...aku nggak jadi pergi ntar kalau kamu nangis kaya gitu..."dengus arga yang membuat nindi menatap ke arah arga dengan linangan di pipi nindi.
"kok nggak jadi pergi ga?kenapa?"tanya nindi tiba tiba di sela isakannya.
"karena bajuku basah kena ingusmu...kamu tuh kalau nangis nggak kira kira nindi sayang....nggak ingat kamu terakhir kali ingusmu membasahi bajuku gara gara bunga marwar kamu kelopaknya terbang jatuh semua?kalau beneran basah kan aku nggak jadi pergi...masak iya aku pakai baju basah ingus sayang?"ucap jujur arga sambil menatap nindi yang mata sembab.
__ADS_1
"kamu tega banget sih ga...tega nya ngomong gitu...aku kan lagi sedih ga...saat ini teganya...tega...tega..."
ucap nindi di sela isakan dan kedua tangan mengepal memukul mukul dada arga,seketika arga pun dengan cepat mencekal kedua tangan nindi dan memeganginya dengan erat,sesaat nindi pun tidak berontak seperti tadi,dan arga pun langsung mengecup bibir nindi dengan kecupan ringan di sana.