Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Perjalanan panjang menuju ke pantai


__ADS_3

"Mah mana jamu nya buat Nindi?" Ucap Nindi saat baru turun dari kamarnya dan menuju ke ruang tamu menghampiri semua yang tengah kumpul di ruang keluarga, Terlihat begitu akrab membahas esok pesta pernikahan kedua, Yang di adakan di pantai seperti keinginan Nindi, Dan disana Nindi hanya mengundang teman teman dekat dan juga sahabat sahabat dekat kedua mempelai, Sedangkan untuk lusa di Resort baru Arga, Sengaja Arga mengundang keluarga dekat dan juga para kolega kolega penting yang Arga serta papa Rendi anggap terpercaya. Dimana semua sengaja Arga dan Rendi serta Aditya tutup dari awak media.


"Eh sayang...iya itu di dapur punya kamu..." Ucap Anin pada puterinya. Dan Nindi segera saja menuju ke arah dapur dan meminum jamu yang biasa mamanya itu berikan padanya saat sedang datang bulan.


"Pah...mah...Arga dan Nindi rencananya mau ke tempat acara nanti saja pah...mah...nginep disana, Biar esok nggak telat, Ya...meskipun acaranya besok sore...Arga juga ingin jalan jalan sama Nindi dulu pah...mah...disana," Ucap Arga dengan syukurnya, Di dalam hatinya sedikit terasa ada sesuatu yang kurang, Dimana harusnya semalam adalah malam pengantinya, Dan saat jalan jalan pastilah ingin lebih intim dengan sang istri, Namun Nindi harus di pagari dengan siklus datang bulan di setiap bulanya yang bertepatan hari itu. Bagaimana Arga ingin mendekatinya lebih, Disaat seperti itu yang pasti Arga inginkan lebih. Namun Arga selalu sabar dan sabar sampai saat yang mungkin Arga tidak tahu tepatnya, Namun ia selalu berusaha.


"Lalu nanti mau berangkatnya sehabis makan malam kan ga? apa nggak apa apa? kira kira kemalaman di jalan nggak?" Tanya Nindi saat ia baru tiba disana dan segera duduk di samping sang suami.


"Sepertinya sampai sana kemalaman sayang...tapi kan kita ngajak supir...nggak apa lah ya habis makan malam sekalian," Ucap Arga yang berusaha agar ia dan Nindi menikmati makan malam bersama keluarga papa mamanya, Karena Arga mengerti, Setelah menjadi istrinya, Mungkin makan malam bersama papa mama akan menjadi hal langka yang akan Arga dan Nindi lalui.


"Baiklah...makasih sayang..." Ucap manis Nindi dengan senyumanya yang menggemaskan. Hingga keduanya sudah melewati makan malam dengan keluarga malam itu, Dan memutuskan untuk segera melakukan perjalanan menuju ke tempat pesta pernikahan kedua esok hari.

__ADS_1


"Kamu lelah? apa masih sakit?" Tanya Arga pada sang istri, Saat keduanya tengah berada di dalam mobil dan sudah memecah jalanan yang lengang hampir dua jam.


"Aku nggak apa apa ga...aku baik baik saja sayang..." Ucap Nindi yang sudah menyandarkan kepalanya ke bahu sang suami, Dan tanganya memeluk erat lengan Arga disana.


"Istirahatlah sayang...nanti kalau sudah sampai...aku bangunin deh..." Ucap Arga yang langsung di angguki Nindi, Ia pun langsung memejamkan matanya sembari masih bersandar bahu sang suami, Hingga perjalanan panjang yang lumayan melelahkan itu terlewati begitu saja.


Sampai...mobil yang di kendarai keduanya itu berhenti tepat di area parkir luas hotel yang area tepi pantainya akan Arga dan Nindi gunakan untuk acara pernikahan esok.


Terlihat pak supir tengah membangunkan Arga, Dan dengan segera ia pun terbangun dengan sendirinya, Terlihat matanya masih sepat ia rasakan, Hingga beberapa kali kucekan ia lakukan, Lalu menatap ke sekeliling, Bahwa ia sudah sampai tempat yang di tujunya.


Keduanya pun turun dari dalam mobil, Berjalan jalan langsung menuju ke arah samping hotel dengan menarik tangan Arga agar mengikutinya, Nindi sudah begitu penasaran dengan tema pesta keduanya itu, Karena itu baru pertamanya Nindi disana, Selama seminggu kemarin, Ia sengaja di pingit, Dan hanya Arga yang mondar mandir ke tempat itu dengan keluarganya, Dan memberi tahunya lewat video call saja.

__ADS_1


"Sayang...ini sudah malam...besok aja ya lihatnya..." Ucap Arga sembari menarik tangan Nindi agar tidak meneruskan langkahnya.


"Baiklah baiklah...besok aku lihatnya...tapi sekarang aku masih ingin jalan jalan di tepi pantai...mau nemani?" Tanya Nindi pada sang suami, Dan Arga pun langsung mengiyakanya. Keduanya bergandengan tangan menuju ke tepi pantai, Samar samar Nindi melihat tempat pesta yang esok bakal ia dan Arga pergunakan untuk menyambut tamu undangan, Nampak terlihat masih banyak orang yang tengah sibuk lalu lalang kesana kemari di area yang sudah di penuhi bunga bunga warna pink shoft itu.


Seketika Nindi tersenyum sembari menatap ke arah tengah laut, Saat keduanya sudah sampai di tepat bibir pantai.


"Ada apa sayang?" Tanya Arga yang ingin tahu dah penasaran.


"Ga...inget nggak? dulu...kita pernah mendatangi acara pernikahan juga di tepi pantai kayak gini...tanpa sadar...kita melihat seorang lelaki yang tengah mencebur berenang menuju ke tengah laut, Dan dengan segera kau berasumsi lelaki itu sedang gila, Sampai setelah kita mendekat, Ternyata itu kakak kamu, Lucu ya...cerita kakak dan kakak ipar...gara gara sepatu kakak ipar yang nggak seberapa, Kakak jadi kehilangan sepatu kesayanganya." Ucap Nindi dengan tawanya, Saat ia ingat cerita yang lucu itu.


"Ya...namanya juga jodoh sayang...cerita kakak dan kakak ipar, Tidaklah sebanding dengan kisah kita...penuh kekonyolan...putus nyambung...dan akhirnya kini...kau menjadi miliku." Ucap Arga sembari beralih ke belakan sang istri dan memeluknya.

__ADS_1


"Tapi sampai sekarang...belom afdol rasanya meski sudah halal untuk memeluk serta menciumu...karena malam pertama kita belum juga terlaksana, Ouh ya...masih sakit nggak?" Tanya Arga lagi, Dan Nindi hanya bisa nyungir mengiyakan, Bahwa ia begitu kasihan dengan sang suami saat itu.


"Hanya beberapa hari lagi sayang...maaf ya..." Ucap Nindi dengan ciumanya, Dan tatapan menatap wajah tampan di depanya. Hingga senyum keduanya yang menghiasi malam indah berdua.


__ADS_2