Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Tanpamu serasa berat


__ADS_3

Hingga beberapa saat terlihat Arga baru keluar dari kamar mandi, Dimana Nindi sudah menungguinya di bawah, Nindi juga sempat bertanya keperluan apa saja yang mungkin mamanya butuhkan selain susu formula untuk tambahan si adik, Karena asi mama nya jelas belum lancar sejauh itu.


"Sayang...ayo..." Ucap Nindi saat Arga sudah turun dari atas dan menuju ke arahnya, Terlihat di tangan Nindi sudah ada catatan yang lumayan banyak yang harus keduanya beli.


"Untung ada kamu yang selalu menemaniku ga...ada kamu di sisiku...aku senang...di saat seperti ini...ada temanya yang ikutan nemani aku..." Ucap Nindi saat keduanya sudah berada di dalam mobil dan Arga akan menyetir melajukan mobilnya.


"Cup", Kecupan singkat mendarat di pipi Nindi.


"Tentu saja aku akan selalu di sisimu...meski tak kau butuhkan sayang...aku akan selalu ada..." Ucap Arga dengan bangganya, Lalu ia pun melajukan mobilnya menuju ke arah mini market yang buka dua puluh empat jam, Karena saat itu sudah tengah malam.


Setelah sampai dan membeli semua yang ada di catatanya, Keduanya pun bergegas untuk pulang, Kembali ke kediaman Rendi wijaya, Dari luar rumah, Sudah terdengar sayup sayup suara tangisan bayi yang Arga dan Nindi dengar, Segera saja keduanya bergegas, Hampir berlari, Menuju ke arah dapur, Keduanya seketika membagi tugas, Nindi harus merebus botol dot bayi dan Arga yang menyiapkan susu formula sebagai tambahan asi untuk adik bayi yang baru lahir.


Setelah semua selesai, Dan panas susu formulanya di rasa Arga dan Nindi sudah susuam suam kuku, Segera Arga meminta Nindi untuk memberikanya pada adik bayinya itu, Dan Arga di temani sang bibi tengah menyimpan barang barang yang tadi ia beli dengan Nindi.


"Ga....sini..." Tiba tiba teriak Nindi yang lumayan nyaring di dengar Arga, Sontak seketika membuatnya sedikit bergegas ke arah sang kekasih.


"Sayang...kenapa teriak teriak sih? tuh kan adik kamu masih nangis...kamu sih terlalu nyaring teriaknya." Ucap Arga yang sedikit menegur kekasihnya,


"Maaf ga...tuh papa nggak bisa gendong adek...aku juga...aku dot sambil tiduran, Dia nggak mau...masih nangis aja ga...gimana?" Tanya Nindi yang terlihat cemas, Sedangkan mama Anin masih lemah dan belum bisa untuk duduk di tempat tidurnya, Lukanya jelas masih basah.


"Ya sudah...sini aku yang minumkan buat adik..." Ucap Arga dengan mengambil botol dot susu yang ada di tangan Nindi dan membawanya masuk kedalam kamar mamanya.


Dengan perlahan lahan, Arga pun mengambil sang adik dari sisi mamanya, Mencoba menggendongnya dengan satu tangan dan tangan yang lain memberikan dot susu, Arga mencoba meminumkanya.


Dan benar saja, Si bayi tengah mengenyot dot susu nya dengan sangat kuat, Terlihat ia seperti tengah kelaparan.


Dan Rendi serta Anin hanya menatapnya dengan senyuman senangnya, Dimana keduanya baru melihat calon suami puterinya ternyata mahir sekali soal mengurus bayi.


Hingga terlihat sang adik tertidur setelah susu formulanya sudah habis ia minum, Segera saja dengan perlahan lahan, Arga meletakan jagoan calon mertuanya itu kembali ke sisi mamanya, Dan terlihat Arga pun mulai mengantuk.


"Ga...istirahatlah di kamar sana...biar papa minta bantuan bibi aja...dulu waktu Nindi masih bayi...bibi juga yang bantuin...makasih ya...untuk malam ini..." Ucap Rendi yang langsung di angguki oleh Arga.

__ADS_1


Segera saja Arga berjalan keluar dari kamar mamanya dan menuju ke sofa, Dimana kekasihnya tengah tertidur disana saat menungguinya,


"Sayang...ayo pindah...adik sudah tidur tuh..." Ucap Arga yang di angguki Nindi dan terlihat memang sudah mengantuk berat, Dengan berjalan perlahan, Arga membantu memapah Nindi menuju ke kamarnya dan membaringkanya ke tempat tidur, Tak lupa ia menyelimuti Nindi sebelum ia ikut serta membaringkan tubuhnya di samping sang kekasih, Hingga keduanya terlelap di ranjang yang sama.


Pagi mulai menjelang, Terdengar sayup sayup tangisan bayi, Dengan mata beratnya, Arga terbangun dan mengusap usap kedua matanya. Namun ia tak langsung bangun, Saat tangisan bayi itu sudah tak terdengar lagi.


Tiba tiba matanya tertuju pada wajah polos nan cantik di hadapanya, Dan tak terganggu meski ada suara bayi yang harusnya mengganggunya.


Arga mengusap pipi lembut di hadapanya dengan perlahan lahan. Hingga membuat Nindi bergerak, Namun tidak merubah posisinya.


"Cup", Kecupan ringan yang ia tujukan di bibir Nindi, Membuat kekasihnya itu terbangun seketika. Dan senyumnya tersungging di bibirnya.


"Hemmmz...andai ini nyata..." Ucap Nindi sembari menarik tangan Arga dan menyandarkan kepalanya di atasnya, Menindihnya, Lalu beringsut masuk ke pelukanya. Nindi mengira itu hanya mimpi, Atau kyayalanya yang serasa nyata ia rasakan.


Arga pun membalas pelukan kekasihnya itu dengan dekapan hangatnya, Sampai hidung nindi mencium bau kaos yang masih baru di hadapanya, Bau khas pakaian yang baru dan belum pernah di cuci. Sontak seketika matanya terbuka dengan lebarnya, Ia menyadari kenyataan bahwa itu memang dada Arga yang tengah memeluknya.


"Kenapa? kenapa sudah bangun?" Bisik lirih Arga tepat di atas telinganya.


"Nggak apa sayang...lanjutin tidurnya...semalam kamu kurang tidur kan? toh hari ini hari sabtu...nggak ada yang ngantor..." Ucap Arga yang membuat Nindi tersenyum.


"Ga...hari ini pasti sangat repot buat bibi...dan lagi...pasti banyak tamu yang ngucapin selamat pada mama dan papa, Apakah kamu akan pulang?" Tanya Nindi yang penasaran, Ia berharap agar Arga tidak pulang dan menemaninya saja.


"Pulang sayang...setelah mandi dan ganti baju...pasti balik kesini lagi...toh pasti bunda juga masih kangen sama aku kan sayang...nggak apa kan?" Ucap Arga yang di ikuti ciumanya lagi mendarat di bibir Nindi. Tanganya menahan tengkuk Nindi agar terus berada disana. Hingga beberapa saat saling melepaskan.


"Apakah menikah juga akan se menyenangkan ini ga?" Tanya Nindi yang penasaran.


"Pastinya akan ku buat kau selalu merasa senang dan menyukainya sayang..." Ucap balasan Arga dengan kecupan yang berpindah ke kening Nindi.


"Kita pending ya cari gaun pengantinya untuk hari ini...mungkin dua atau tiga hari lagi...nggak apa apa kan sayang?" Tanya Arga sambil beranjak duduk dari posisinya.


Kedua kakinya sudah ia turunkan dari ranjang dan menyentuh lantai. Namun Nindi menahanya, Ia memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Aku masih ingin kau disini...tapi...ya sudah lah...bunda pasti lebih merindukanmu lebih dari pada aku." Ucap Nindi dengan perasaan beratnya, Ia merasa terlalu berat hari harinya tanpa sang kekasih di sisinya. Hingga ia melepaskan pelukanya.


"Nah...calon istri Arga Sanjaya udah dewasa banget ya sekarang...aku tinggal dulu ya...tolong pamitin papa sama mama ya sayang..." Ucap Arga sambil berdiri dan berjalan menuju ke arah puntu kamar Nindi.


"Aku akan datang lagi nanti...jangan nangis..." Ucap Arga dengan candanya, Dimana ia lihat mata Nindi tengah berkaca kaca saat ia akan pergi. Hingga senyum Nindi tersungging, Dan di sertai anggukanya, Barulah Arga benar benar pergi.


"


"


"


"


"


"


"


"


"


"


"


"Hai hai pembaca setia Dosenku Suamiku....jangan lupa ya baca juga season 2 nya yang berjudul ....


...THE NEXT GOOD BOYS...

__ADS_1


Sudah up ya pembaca setia semua...sambil nunggu Dosenku Suamiku tamat...jangan lupa di intip ya...makasih banyak semua...🙏🏻🙏🏻😊😊


__ADS_2