Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
bahagiaku kamu


__ADS_3

rendi mengambil alih tangan istrinya,menggenggamnya lalu memberikannya bunga mawar putih se ikat besar,


anin menerima bunga nya dengan hati bahagia...


anin memberi isyarat suaminya agar mendekatkan wajahnya,


lalu rendi pun menundukkan wajahnya.


"kamu yg buat semua ini"?


tanya anin pada suaminya.


rendi hanya tersenyum dengan manisnya,


yg membuat anin dengan refleksnya mencium pipi rendi.


"cup",


"makasi sayang..."


sekali lagi bisik anin.


sebelum anin menarik wajahnya,


rendi menahannya dengan ibu jari dan jari telunjuknya,


sesaat tatapan mereka bertemu,


sedetik kemudian...di tariknya dagu istrinya dan


"cup..."


mulanya hanya kecupan,


namun saat rendi menyudahinya,ia melihat mata istrinya masih terpejam.


dan sekali lagi


"cup"...kali ini lebih lama...saling memagut.


rendi tak memikirkan beberapa mata menatap mereka dan lampu pun dinyalakan,semua orang melongo dengan adegan barusan.


saling menatap satu sama lain,saling berbisik,aaling menyalahkan,bahkan saling menghujat satu sama lain,


karena sudah memberi informasi yg salah tentang anin.


tiba2


"aku minta perhatiannya untuk semua",

__ADS_1


kata rendi yg membuat mereka semua hening seketika.


"aku perkenalkan sekarang pada kalian semua,


ini adalah anin...di istriku...yg sudah aku nikahi 3bulan lebih...dan benar...apa kata kalian,dia sedang mengandung...mengandung anakku,anak kita",


lalu rendi dan anin saling menatap hangat,


di elusnya tangan istrinya yg memeluk lengannya dari tadi.


semua orang benar2 di buat kaget oleh pengumuman barusan.


"jadi ku mohon...perlakukan istriku dengan baik.karena aku sangat mencintainya",


ucap rendi lagi,


dengan mata berbinar berkaca kaca anin menatap


suaminya.


tanpa terasa butiran hangat meleleh di pipinya,


rendi yg melihatnya pun tahu...itu adalah tangis bahagia istrinya,


jemarinya sesekali menyeka lelehan di pipi anin.


anin hanya bisa bersyukur atas karunia tuhan yg begitu besarnya.


bisik anin di telinga suaminya.


rendi yg mendengar nya pun mencerna sedikit,ia mengernyitkan ke 2 alisnya lalu mengecup pinggir kepala istrinya.


"baiklah semua....mari kita nikmati hidangan yg ada",


triak aslan selaku pembawa acaranya.


"marii...mari..."


sahutnya lagi.


rendi membawa istrinya duduk di tempat yg sudah di sediakan.


hanya ada 2 tempat duduk di sana.


menarikkan kursi untuk istrinya duduk.


lalu dia pun ikut duduk berhadapan dengan anin.


"kamu suka?"

__ADS_1


tanya rendi dengan senyum tampannya.


"saaaanngggaat2 suka",


jawab anin dengan wajah imutnya.


rendi pun menjadi gemaaas melihatnya,di raihnya pipi cubby istrinya lalu di cubit lembutnya.


dan berangsur meraih jemari anin untuk di genggamnya.


anin menyambut hangat tangan suaminya.


yg tanpa di sadarinya


puluhan mata tertuju padanya,melihat ke intiman ke2nya.


lalu mereka sepakat berkumpul mendatangi rendi dan anin.


berkerumun di mengitari mejanya.


"pak rendi...anin...saya selaku perwakilan semuanya...meminta maaf pada anin pak...soal apa yg terjadi di kampus akhir2 ini",


ucap salah seorang dari mereka,


anin sejurus bertatapan dengan suaminya,


rendi mengeratkan genggaman jemarimya,


isyarat..."aku serahkan semua keputusan padamu",


lalu dengan senyum merekahnya,


"gak apa2...gak masalah kok...maaf kan aku juga yg sembunyi2 dari kalian...


karena ku tahu dia punya banyak fans..."


sambil melirik rendi.


"aku takut fansnya akan memburuku",


kata anin lagi.


rendi hanya menahan senyumnya ketika mendengar ucapan sang istri.


"kau begitu polos sayang..."


gumam dalam hatinya.


"itu sebabnya aku suka menggodamu",

__ADS_1


"baiklah...kalian sudah mendengar maaf dari istriku...bolehkah kami melanjutkan makan kami",?


ucap rendi dengan tatapan tajam menatap istrinya tanpa menoleh atau melihat yg ada di sekelilingnya.


__ADS_2