
Hingga mobil yang di kendarai oleh Arga dan Nindi sampailah pada tempat parkir restoran yang di tuju, Keduanya tampak termangu terdiam di dalam mobil untuk beberapa saat, Sepertinya Nindi masih terlalu canggung jika harus berkumpul dengan beberapa rekan kerja Arga.
Arga pun sama, Ia termenung karena menunggu komentar Nindi dan tidak ingin memaksa kekasihnya itu terlalu jauh untuk mengikuti kemauanya. Karena Arga bukan termasuk tipe lelaki yang memaksakan kemauanya, Apa lagi untuk orang yang di cintainya.
"Ceklik", Suara sabuk pengaman yang berada di tubuh Nindi terlepas. Sesaat Nindi menoleh manatap kesampingnya, Dimana Arga berada di sana dengan senyum khasnya.
"Sayang...mau turun?" Tanya Arga yang tidak memaksa.
Dan Nindi pun mengangguk hanya dengan sekali anggukan saja. Ia juga ingin turun bersama Arga kala itu.
Hingga keduanya bergandengan tangan menuju pintu restoran yang ada di depanya, Tampak Nindi menarik jemari tanganya yang menyatu dengan tangan Arga.
Sontak membuat Arga pun menghentikan langkahnya disana.
"Kenapa sayang?" Tanya Arga lagi.
"Ah...apakah pakaianku kurang sopan? apa dandananku kurang lengkap? emmmb...disana nanti ada berapa orang ga?? aku malu maluin kamu nggak sayang?" Tanya Nindi dengan wajah sedikit mendongak menatap ke arah Arga yang berada di sampingnya.
"Akh...kamu sudah terlalu sempurna untukku sayang...udah komenan mereka nggak penting sama sekali...kamu hanya harus percaya diri mendampingiku...malam ini...kamu hanya untukku...oke?" Ucap Arga dengan mengeratkan pegangan tanganya di jemari Nindi.
"Baiklah...ayo..." Ucap Nindi yang benar benar sudah siap dan mantap dengan pilihanya, Ia pun akan menerima apapun yang menjadi konsekuensinya kelak.
Sampai ia tiba di sebuah meja panjang dengan orang yang duduk di sepangang kursi yang berderet di kiri kanan meja tersebut. Orang orang yang berjumlah kurang lebih dua puluh orang yang bergabung disana. Semua menatap ke arah Arga dengan sorakan saat Arga tiba, Dan sorakan riang itupun berhenti seketika saat Nindi keluar dari belakang punggung Arga dan tangan keduanya menyatu bergandengan.
Dengan senyum ramah tersungging di bibir Nindi.
__ADS_1
"Kenalin semua...ini calon istri aku..." Ucap Arga yang membuat semua orang terbengong bengong di buatnya.
"Halo semua...salam kenal...saya Nindi Wijaya..." Ucap Nindi memperkenalkan diri, Hingga terdengar seseorang tengah bertepuk tangan, Dan di ikuti tepukan tangan yang lain pula tanda semua orang yang berada di sana menyambut kedatangan Nindi yang menjadi bagian dari semuanya malam itu. Hingga acara makan makan tersebut usai, Tidak ada satu orangpun yang terlihat protes atau tidak suka pada Nindi, Semua terlihat wajar wajar saja.
Dan itu membuat senang Nindi dan Arga.
"Kita mau kemana?" Tanya Nindi saat keduanya sudah berada di dalam mobil yang akan di kemudikan oleh Arga.
"Kemana aja asal aku bisa nyium kamu sepuasnya sebelum aku pergi ke luar Negeri pukul sebelas malam nanti." Ucap Arga dengan senyum yang ia sunggingkan.
"Kan nggak lama ga...masak iya sampai seminggu? emangnya nggak datang ke acara nikahanya Aditya apa ga?" Ucap Nindi yang mencoba ngeles dari keinginan Arga. Karena memang Nindi dan keluarganya sudah mendapatkan undangan langsung dari Aditya.
"Aku mungkin pulangnya pas acara itu sayang...jadi...biarkan aku bersamamu sedikit lebih lama lagi...oke?" Ucap arga yang membuat Nindi mau tidak mau harus mengangguk mengiyakan keinginan Arga barusan.
"Astaga!" Teriak ifa tiba tiba saat tanpa sengaja melihat sepasang muda mudi tengah di mabuk cinta.
Sontak membuat Arga dan Nindi melepas pelukanya.
"Ifa...ngapain kamu disini?" Tanya Nindi dengan keherananya, Dan sebelum ifa menjawabnya, Aditya muncul dari dalam kamar yang semalam ia tempati dengan membawa pakaian kotornya.
"Aah...aku nungguin Aditya ambil pakaian kotornya Nindi...maaf aku nggak sengaja...aku kaget aja...kalian masuk tadi..." Ucap ifa sambil menyunggingkan senyum kecut yang ia paksakan.
"Yaudah ayo bby...kita tinggalin mereka berdua..." Ucap ifa seketika sambil mengajak Aditya untuk meninggalkan apartemen Arga. Dan dengan hati yang gembira karena malam itu pasti Aditya tidak menginap di apartemen Arga, Dan bermalam bersama di apartemenya, Meski tidak satu tempat tidur pun Aditya sudah begitu bahagia.
"Makasih Arga...makasih Nindi..." Ucap Aditya dengan senyum bahagianya, Sebelum ia benar benar keluar dari apartemen Arga. Sedangkan Arga dan Nindi merasa tidak berbuat apa apa kenapa sampai Aditya berterimakasih pada keduanya.
__ADS_1
"Ga...emangnya mereka pikir kita mau ngapain sih? apa mereka pikir kita udah melebihi batas wajar?" Tanya Nindi sambil menuju ke sofa dan menyalan televisi disana.
"Emmmb...gimana kalau kita bikin nyata aja apa yang mereka pikirkan itu sayang?" Ucap Arga yang ikut duduk di sampingnya dengan membawa dua botol sprite di tanganya.
"Nggak ah ga...enak di kamu pait di aku ntar!" Ucap Nindi dengan nada bercandanya namun serius.
"Lhoh belom di coba kok udah bilang pait aja...coba dulu napa...dikit aja..." Ucap Arga dengan genitnya.
"Nggak...emang apaan coba coba..." Ucap kukuh Nindi dengan seriusnya dan Arga tahu itu sudah tidak bisa di bantah atau di tawar lagi. Hingga Arga merebahkan kepalanya di atas pangkuan Nindi, Menikmati setiap momen berdua, Sampai waktu dua jam lagi Arga harus meninggalkan Negaranya tersebut untuk urusan dinas. Hingga Arga terjaga dari tidurnya dan meneguk sekali tegukan besar spritenya dan mulai mendekat ke arah Nindi.
"Ingat sayang...nggak boleh ngelebihin batas ya..." Ucap Nindi dengan mantapnya, Dan di balas anggukan serta ciuman Arga yang sudah mendarat di bibirnya. Keduanya saling berciuman dan membalasnya satu sama lain.
Aditya menatap aneh saat di lihatinya Ifa tengah mengemas semua pakaianya ke dalam tas besar yang ada di apartemen Aditya.
"Sayang...kenapa?mau kemana?" Tanya Aditya yang merasa tidak mengerti.
"Ya mau pulang bby...kemana lagi?" Ucap Ifa sambil menyunggingkan senyumnya.
"Kenapa pulang?di sini saja sayang...kemaren hujan lebat...pasti rumah kamu pada basah karena bocor...disini aja ya...biar anak buahku yang lihat...bisa di tempati nggak? karena sejak kamu ke luar Negeri kemaren...ke tempat Yura...rumah kamu terlihat bocor sayang...kamu kira setiap hari aku nggak kesana apa? aku kesana terus...saat aku kangen kamu...aku lihat siapa tahu kamu tiba tiba nongol di depan aku..." Ucap Aditya yang bisa di terima ifa.
"Apa malam malam begini orang kamu mau liat kesana bby? apa nggak apa apa?" Tanya ifa dengan nada cemasnya.
"Jangan khawatir sayang...orangku nggak akan bisa nolak perintah kok...kamu tidur di kamar aku ya...aku tidur di sebelah..." Ucap Aditya yang di angguki oleh ifa.
Entah mengapa hati ifa begitu lega saat mengetahui selama ini Aditya merindukanya.
__ADS_1