
"Bunda...kok gitu sih...? pacar Arga mau nangis tuh...kok bunda nggak ngebolehin Arga meluk sih bund?" tanya Arga kebingungan.
"Sayang...disini ada bunda...sini bunda peluk sayang...maafin bunda ya...kamu nggak apa-apa kan?" ucap bunda sembari merentangkan kedua tangannya.
"Nggak apa-apa bund...Nindi emang dasarnya cengeng bund...maaf ya..." ucap Nindi yang lalu masuk kedalam pelukan bunda Arga.
"Sayang...kamu beneran pacar Arga kan?" tanya bunda yang membuat heran keduanya.
"Bund...itu pertanyaan macam apa sih?jelas-jelas Nindi pacar Arga bund...masih aja di tanyai...nggak percayaan amat ama anak sendiri!" ucap Arga tiba-tiba dengan nada mendengus kesal.
"Arga sayang...nggak sekali dua kali ya kamu ngibulin bunda dengan pacar-pacar kontrak dan palsu mu itu...dengan skandal-skandal kamu yang nggak banget itu...hingga bunda kirim orang buat ngawasin kamu biar kamu nggak berperilaku bodoh lagi sayang...dan lagi...siapa tahu Nindi kamu ancam...kamu bujuk kamu apain gitu lah biar dia mau..." ucap balas bunda yang lebih menohok.
"Bund...Nindi pacar terakhir Arga deh...suer bund..." ucap Arga lagi.
"Iya bund...Arga nggak lagi ngancam Nindi kok bund...kami memang sedang menjalin hubungan sekarang...ini lagi tahap pengenalan bund..." terang jujur Nindi.
__ADS_1
"Oke sayang...bunda percaya kok kalau kamu yang bicara sayang." Ucap bunda sambil mengelus rambut Nindi yang lurus itu. Dan Arga hanya cengar-cengir disana.
"Bunda jauh-jauh kemari untuk bertemu dan memastikannya secara langsung sayang...bunda ingin tahu kepastian Arga dan kamu...ternyata benar kalian pacaran...besok bunda akan ke rumahmu untuk memastikannya pada papa dan mama kamu, kamu nggak keberatan kan sayang?" tanya bunda pada Nindi.
"Bund...Nindi nggak keberatan sih...cuma Nindi kaget bund...nindi juga belum siap bund...untuk ke jenjang lebih jauh..." ucap Nindi dengan wajah merah merona karena malunya.
"Sayang...bunda cuma berkunjung saja kok...mumpung di Kota ini...setelah itu bunda akan kembali ke luar Negeri karena bisnis bunda disana juga butuh di urus sayang..." ucap bunda dan terlihat Nindi serta Arga yang manggut-manggut tanda mengerti.
"Baiklah bund...Arga mau antar Nindi pulang dulu bund...dan bilang pada om Rendi dan tante Anin kalau bunda akan kesana besok, gimana?" tanya Arga pada bundanya.
"Bunda kok bisa tahu bund? bunda tahu dari mana?" tanya Arga penasaran. Namun bundanya hanya terdiam dan malah melempar senyum kepada Nindi dan Arga. Sebenarnya setelah Rendi menampar Arga dan membuat keduanya berpisah sementara itu...Rendi memberi kabar pada bunda Arga itu tentang apa yang terjadi...dan saat Rendi mulai mangizinkan lagi keduanya bersama...Rendi juga memberi kabar bunda Arga lagi...itu pun juga di ketahui oleh Anin isteri Rendi. Namun bunda Arga hanya tidak mau menjawab pertanyaan putranya itu.
"Baiklah...bund...karena bunda nggak jawab...aku anggap bunda nggak apa-apa ya bund...? Arga ngantar Nindi dulu bund...selamat malam bunda...dan malam ini Arga temani nggak bund?" tanya Arga sambil mengapit pundak Nindi untuk berdiri dari duduknya.
"Iya dong...temani bunda sampai bunda ngantuk nak...bunda pingin ngobrol banyak denganmu sayang." Ucap bunda lalu di balas senyum oleh Arga. Dan keduanya pun berpamitan untuk pergi. Keduanya berjalan keluar dari kamar hotel yang bunda tempati.
__ADS_1
"Hati-hati di jalan sayang..." ucap bunda sambil melambaikan tangannya. Mengantar kepergian keduanya.
"Semoga kalian bahagia nak..." ucap bunda dalam hati. Lalu terlihat keduanya masuk ke dalam lift.
"Kamu takut sayang?" tanya Arga sambil berbisik di telinga Nindi.
"Nggak takut Ga...cuma kaget aja...bisa-bisanya bunda tahu tentangku..." jawab Nindi sambil menoleh ke arah Arga.
"Cup..." kecupan kecil nan ringan mengenai bibir Arga saat itu.
"Sayang...kamu menggodaku ya...?" bisik lelaki itu.
"Nggak...! aku nggak sengaja...sini aku ambil lagi..." ucap Nindi sambil mengecup lagi ditempat yang sama.
"Cup." Kecupan Nindi lagi seketika mendarat kembali.
__ADS_1