
anin mengangguk2 mengerti apa yg di ucapkan suaminya.
"lalu kenapa milih aku kak tend?"
tanya anin ingin tau...
sejenak rendi mengerutkan alisnya,
mendekatkan wajah nya pada wajah istrinya,
mata mereka memandang satu sama lain,
"tuk",
"auuuuh"
suara anin mengaduh karena ketukan jari telunjuk rendi.
"kamu itu....beda sayang...tidak gimana bisa membahaya kan ku...membangkrutkanku...sedangkan sampai sekarang uang di dlm atm saja tidak berkurang sama sekali...
malah bisa jadi kelak aku membutuhkan uang...aku pake deh kalau ngumpul banyak."
canda rendi pada istrinya.
"sayang...aku melihat...di sinetron2...kalau orang kaya biasanya di jodohkan sama orang kaya...kenapa kamu tidak?"
tanya anin penasaran.
"kamu lupa...dulu...kakek pernah ngancam...dia akan jodohin aku sama cucu anak rekan bisnisnya.
dan apa kau tahu...hanya 1 bulan kakek memberiku waktu cari pacar...dan...aku kenal kamu serta tau kamu butuh bantuan...jadi kita akan saling menguntungkan bukan...?
akhirnya tidak butuh waktu lama untuk menyadari perasaan ini mulai tumbuh."
kata rendi menerangkan...
"ooh...benar juga ya kak rend..."
ucap anin merasa puas dengan jawaban suaminya.
di peluk lah lengan suaminya erat2,
yg di sambut elusan tangan rendi di jemari istrinya.
__ADS_1
"yuk kita makan malam sayang",
ajak rendi pada istrinya.
"aku masih ingin di sini kak...."
balas anin.
"nanti kamu masuk angin sayang....nanti kita kesini lagi deh...gak tau kapan tapi",
balas rendi.
"yuk...baiklah....kak rend..."
lalu rendi beranjak berdiri lebih dahulu,
ia membantu istrinya dengam sigap untuk berdiri.
anin mengalungkan tangan nya di lengan suaminya dan berjalan menuju ke mobilnya.
kini keduanya sudah berada di dalam mobil dan mobil yg di kemudikan rendi pun melaju menuju restoran yg di tuju.
"kak rend...tidak apa apakah aku berpakaian seperti ini masuk ke dalam restoran?"
namun tetap berkelas.
"tenanglah sayang...disana tidak akan ada yg akan melihatmu selain aku dan pengurus restoran",
ucap rendi.
lalu anin melirik suaminya dengan mengkerut kening.lagi2...rendi membuatnya bingung.
namun rendi tak ingin menjelaskannya lebih jauh,
akhirnya mobil beehenti di sebuah restoran besaaar dan mewah...dengan full kaca di sisinya....sehingga mata anin dapat melihat isi dalam restoran.
namun sepi pengunjung.lebih tepatnya...hanyalah mereka berdua pengunjungnya.
rendi menyerahkan kunci mobil pada petugas restoran yg mendatanginya,
sedangkan di pintu masuk berdiri dua orang yg sudah membukakan pintu restoran.
rendi dan anin masuk kedalam,saat anin akan duduk di salah satu kursi di dalam restoran,
__ADS_1
rendi mencegahnya lalu menggandeng tangan anin untuk naik ke atas,
anin pun mengikuti langkah suaminya,
sampai di lantai 2 restoran tersebut,namun rendi juga tidak kunjung mengajak anin duduk,
rendi mengajak istrinya itu naik lagi ke atas,lebih tepatnya puncak gedung itu...atau gedung teratas restoran ini.
anin begitu senang saat tiba di puncak gedung.
ia melihat pemandangan indah di sana.
di sekeliling di kelilingi gemerlap lampu kerlap kelip yg banyak dan indah...lalu di dekatnya terdapat 1 meja dan 2 kursi,serta lilin2 kecil di atasnya yg melingkari 1lilin besar di tengahnya.
serta hidangan yg penuh di atas mejanya.
terpampang lopster...kepiting dan masih banyak lagi...
karena rendi tau...anin suka makanan laut.
"kak....ini apa??"
tanya anin.
"ini hari ulangtahunmu sayang...apa kau lupa?"
kata rendi yg menatap anin dengan jemari masih menggenggam tangan istrinya
anin terbelalak tak percaya suaminya tau ulang tahunnya...padahal ia benar2 tak ingat sama sekali...sudah hampir 5tahun ini dia tidak memikirkan ulang tahun.
tiba2 air matanya meleleh benar2 deras membanjiri pipinya.
anin pun langsung memeluk tubuh suaminya,
"kak rend...terimakasih...aku tak bisa hidup tanpamu",
ucapnya di sela isakan2 nya.
rendi hanya mengusap2 punggung istrinya lalu membalas pelukan istrinya dengan hangat.
"aku pun tak bisa tanpamu sayang",
bisik rendi di telinga istrinya.
__ADS_1