
mobil yg di tumpangi anin dan rendi mulai memasuki pekarangan rumah rendi,
berhenti tepat di depan tangga menuju pintu utama.
rendi turun terlebih dahulu untuk membantu istrinya turun.
lalu keduanya masuk ke dalam rumah,
mereka sudah di sambut dengan bi ani dan bi ana,
"tuan nyonya...selamat datang..."
kata keduanya.
"kami sudah makan bi...kalian makan saja atau simpan..."
ucap rendi.
"sayang kau mau ke atas atau duduk di sini dulu?"
tanya rendi pada istrinya.
"aku mau ke atas aja lak rend...tubuhku rasanya lengket",
ucap anin.
"tentu sayang...ayo aku antar...habis ini aku masi mau ngecek kerjaan orang kantor yank...kamu bobo dulu ya..."
kata rendi sambil memapah istrinya menuju kamar.
setelah sampai di pintu kamar,rendi membukakan pintu istrinya,lalu anin pun masuk,
setelah itu rendi bergegas ke ruang kerjanya,
dia membuka laptop nya,
terlihat dengan licah jari jemarinya mulai bekerja,
di kamar,
anin membawa pakaian gantinya,ia masuk kedalam kamar mandi lalu terdengar guyuran air yg jatuh berbenturan.
setelah selesei mandi anin pun langsung menheringkan rambutnya,
__ADS_1
ia tersentak...saat bayi yg ada di dalam kandungannya berkedut,
"ugh...sayank,....kamu kuat sekali...kamu tu cewek...tapi tendanganmu kuat sekali,mama sampai tersentak",
canda anin dengan buah hatinya,
rendi yg baru masuk ke dalam kamar pun terheran2...
istrinya sedang mengeringkan tambutnya di depan cermin meja rias nya dengan senyam senyum.
"apa yg lucu sayang?"
tanya rendi sembari mrndekat ke arah istrinya lalu tanpa aba2 mengambil alih handuk yg sedari tadi di atas kepala istrinya namun di abaikan oleh istrinya itu.
rendi mulai mengusap2 ringan rambut istrinya,
"kenapa si masih senyam senyum dari tadi?"
tanya rendi yg ke 2 kalinya.
"ini kak...anak kita sudah mulai nendang..."
kata anin dengan riang nya.
ucap rendi penasaran.
lalu ia membalikkan perlahan tubuh istrinya menghadapnya,
kemudian ia jongkok tepat di samping perut anin yg tampak membuncit.
lalu ia pun menempelkan telinganya ke perut istrinya,cukup lama ia berlama2 disana.
"sayang...ayow lah...papamu ingin kamu tendang..."
canda rendi di depan perut istrinya dengan telinga dan pipi masih menempel disana.
anin hanya tersenyum geli melihat tingkah lucu suaminya.
sambil di elus2 nya kepala suaminya.
"sudah2 kak...nanti kamu pegel jongkok terus...biarkan aku istirahat..."
protes anin.
__ADS_1
karena ulah suaminya ia harus berlama2 duduk di atas kursi depan meja riasnya.
saat rendi akan mengangkat kepalanya,
tiba2 rendi tersentak...ia benar2 di tendang ringan oleh buah hatinya.
"sayang kau lihatkan...dia nurut padaku...aku di tendang beneran..."
ucap rendi dengam riang nya...seperti anak kecil yg baru dapat permen.
lalu rendi pun mengeratkan pelukannya lagi...te)inganya menempel lagi sambil memeluk pinggang istrinya.
anin pun makin jengkel dengan kelakuan suaminya yg jadi absurt itu.
"kak rend...aku mau nglurusin pinggang nie...capek tau...lepas...lepaaas..."
rengek anin sambil mencoba melepas tangan suaminya yg menempel di pinggangnya dari tadi.
"maap sayang..."
kata rendi sambil melepas pelukannya lalu memapah membantu istrinya untuk berjalan ke tempat tidur nya.
tak lupa ia mengecup puncak kepala istrinya dan menyelimuti istrinya saat ia sudah berbaring.
"baiklah sayang...tidur lah...malam ini aku tak akan ganggu sayang"...
ucap rendi sambil menuju tempat tidur sebelah istrinya,
tak lupa tangannya memeluk perut istrinya yg makin besar itu,
namun anin merasa risih...
"kak rend...tangnmu terlalu berat...aku jadi sesak..."
protes anin pada suaminya.
lalu rendi pun mengubah posisinya,
tangannya melingkar di pinggul istrinya.
"awas....tidur aja ya kak rend...jangan macem lho..."
kata anin memperingatkan suaminya.
__ADS_1