Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
buah


__ADS_3

anin beranjak berdiri dari kursi riasnya,


ia lalu berjalan menuju luar,


ke balkon.


sedangkan rendi...ia beranjak dari jongkoknya menyamping menuju tempat tidur,


merebahkan tubuhnya disana...ia tengkurap...


anin duduk di kursi santai di balkon,ia mengutak atih hp nya mencari nomor telpon sahabatnya,


neta.


ia mengekliknya...memastikan sahabatnya di sana.


beberapa saat ia menelfon...terdengarlah bunyi nada tersambung...namun masih belum di angkat sahabatnya itu.


lalu anin pun mencoba lagi,


terdengar lagi nada tersambung.


dan...suara sahabatnya ada di sana.


"halo....anin...gimana?urusanmu dengan suamimu sudah tuntas?"


canda neta seketika.


"haaaiiisssh...kau ini net...bisa2 nya...."


jawab anin.


"kenapa tak langsung menghubungiku sih net...aku menunggu telfonmu dari tadi tau..."


suara anin mencak2 sewot.


karena benar dari tadi anin menunggu telfon neta karena rasa penasarannya.


tumben2 sahabatnya itu menetfon.


"aku kan takut mengganggumu nin...masak ia aku sampe kena damprat suamimu gara2 suka mengganggu...padahal juga baru telfon sekali...setelah ber minggu2",


kata neta menerangkan.


"udah net jangan di anggap kak rendi nya...kamu bilang aja...aku penasaran nie..."


kata anin lagi...


"gini nin...aku kan lagi di kampung halaman suamiku...besok baru balik lagi nin...kamu mau aku bawakan apa dari sini?"


tanya neta.


"waaah kebeneran donk net..."


kata anin.


"apa ya net....bener mau bawakan nie....kamu yg nawari lo ya....jangan nyesel ntar...."


kata anin lagi.


"ia anin...tapi ingat...yg bisa di jangkau nalar...oke...yg absurd...tidak melayani",


sambut canda neta,


"tenang net...disini gak ada net...di rumah juga gak ada...gak tau kalau di tempatmu ada..."


kata anin.


"la trus...kamu mau aku bawain apa nin?"

__ADS_1


tanya neta.


"kedongdong net....buah itu tak ada disini...aku pingin makan itu dari hamil muda belum keturutan net...usahain dong...carikan aku..."


pinta anin pada sahabatnya.


"absurd lagi kan ni orang...kapok aku terlanjur nawari anin mau di bawain apa",


gumam neta dalam hati.


"gak ada yg lebih langka dikit gitu nin?"


canda neta.


"hmmmmmzzz...apa ya....?"


kata anin sambil masih mikir2,


lalu di sahut neta.


"ia2 aku carikan kedondong buatmu besok nin..."


kata neta secepatnya sebelum sahabatnya berubah fikiran dan minta yg lebih zonk beneran.


"baiklah net...pulang hati2 ya...semoga slamat sampai tujuan...dan jangan lupa carikan yg ku mau ya..."


ucap anin pada sahabatnya lalu mematikan panggilannya,


anin pun lalu bangkit dari duduknya,


ia masuk ke dalam kamar,


di lihatinya rendi tertidur dengan pulasnya,


"huuuh...katanya mau nemeni maen ayunan di taman depan...eh tidur dia pules banget..."


grutu anin sambil berjalan melewati tempat tidur suaminya itu.


ia menuju kulkas besar...


yg paling atas adalah tempat untuk menghangatkan makanan,


lalu yg bagian bawah kulkas baru anin membukanya...


anin mengambil air minum dalam kemasan botol sedang.


ia membawanya menuju luar rumah kakek.


rumah kakek dengan rumah rumah tetangga lumayan berjarak...dan rumah kakek keadaannya sepi...


anin berdiri di teras rumah besar itu,


ia clingukan mencari2 adakah orang yg bisa di ajaknya ngobrol...paling tidak ada yg menemaninya.


dilihatinya pak tukang kebun entah siapa namanya anin tak tau,


"syukurlah ada teman",


gumam anin,


sembari terus berjalan menuju jalan setapak namun tidak serata di rumah rendi.


jalan setapak ini bersekat2,setiap sekatnya di tumbuhi rumput hias,


hanya jalan itu lah satu2 nya jalur menuju ayunan di tengah kebun.


di rumah kakek banyak bunganya...meski tak selangka bunga2 yg ada di rumah suaminya.


tibalah ia di ayunan itu,

__ADS_1


"pak...ayunan ini kuat kan pak saya naiki?"


tanya anin pada tukang kebun yg sedang menyiram tanaman.


"kuat non...jang hawatir...setiap hari saya cek kok non",


sahut tukang kebun itu.


anin duduk di atas ayunan namun dian tidak mengayunkannya,


ia meminum air kemasan botol yg ia bawa tadi.


"uuuh sebeel tak ada kak rendi..."


gerutunya.


lalu ia merogoh sakunya...mengambil hp nya,


lalu menelfon suaminya.


"tuuuuut....tuuuut....tutttt...."


terdengar bunyi nada tersambung namun tidak di angkat2.


sekali lagi anin menelfon suaminya...


namun di abaikannya.


"dasar kak rendi...tidur apa ngebo si",


grutu anin makin kesal saja.


"tuuuut....tuuuut...tuuut..."


panghilan yg ke tiga kalinya baru di angkat suaminya.


sebelum anin bersuara.


"kau ini tau orang lagi tidur tidak...mengganggu saja!!,


kau tau kata2 cuti tidak?!...kalau ada masalah...kau urus...kalau kau tak becus...tunggu lusa aku masuk kerja,sekarang jangan ganggu liburanku",


jawab rendi nrocos marah marah.


namun anin hanya mlongo sambil mendelik...mendengar suaminya mencak2 kayak gitu.


"apa kau mengerti!"


ucap rendi lagi,


karena orang yg ada di telfonnya diam saja.


rendi yg masih mengantuk dan mata terpejam...penasaran...kenapa pegawainya bisa lancang tidak menjawab ocehannya.


dilihatinya layar hp rendi.


"siyyaaallll!!!...


"siiiyyyaaaalll!!!"


umpat nya berkali2 saat di lihatinya itu nomer telfon istrinya.


ia mengira itu adalah staf kantornya yg menanyakan masalah pekerjaan.


karena siapa lagi yg mengganggu liburannya dengan anin kalau bukan orang kantor nya.


"halooo....halooo....sayang...kamu dimana?"


tanya rendi namun panggilan sudah terputus.

__ADS_1


rendi langsung meloncat dari tempat tidur nya mencari2 istrinya di dalam kamar,di dalam kamar mandi dan di teras balkon.


namun istrinya tak ada di mana2.


__ADS_2