
Hingga malam kian larut, Setelah sekian lama Aditya mencoba bertanya pada sang istri namun tak kunjung ada jawaban, Malah isakan yang makin kencang saja Aditya dengar dari sang istri.
Hingga Aditya mengajak ifa ke kamar dan menidurkanya, Lalu ia pun segera menuju ke kamar mandi, Dimana dari sanalah seingat Aditya, Saat istrinya tiba tiba bersedih setelah keluar dari kamar mandi.
Dengan perasaan yang campur aduk, Aditya mulai mencari cari sesuatu di semua kamar mandi, Namun tak ia temukan apa apa yang bisa membuat sang istri se sedih itu.
"Aaaaakh...apaan sih yang istriku sembunyikan? hingga membuatnya sesedih itu...aku saja nggak pernah buat dia nangis kayak gitu setelah nikah..." Ucap Aditya, Meskipun dulu...sering...dan bahkan hampir setiap saat...namun Aditya baru tersadar ternyata ia bersikap demikian karena ingin di perhatikan oleh ifa saat itu.
Sampai...tiba tiba mata Aditya tertuju pada tempat sampah di pojok ruangan kamar mandi, Disana tergeletak alat tes kehamilan berwarna biru bercampur putih, Namun garisnya hanya terdapat satu saja disana, Tiba tiba ia teringat, Di film yang pernah ia tonton...jika hanya ada satu garis saja, Itu tandanya adalah negatif, Dan Aditya baru sadar...itu lah yang membuat sang istri bersedih tadi.
"Sial!" Dengus Aditya seketika, Dimana tangan dan pandanganya pun seksama mencari cari lagi alat tes kehamilan yang mungkin belum terpakai dan di sembunyikan sang istri.
"Dimana itu kamu sembunyikan sayang? jika sampai aku menemukanya...awas aja...aku pastikan akan membuangnya!" Ucap jujur Aditya, Dimana ia sudah mulai mengubrak abrik rak kecil di sebelah kaca lebar atas wastafel di dalam kamar mandi.
"Bby..." Tiba tiba terdengar suara sang istri memanggilnya, Yang samar samar ia dengarkan. Segera saja Aditya berjalan keluar meninggalkan kamar mandi dan menuju ranjanya lagi. Dan terlihat sang istri sudah terjaga namun masih berbaring di ranjangnya.
__ADS_1
"Bby...lama sekali sih di kamar mandinya?" Tanya ifa sembari beringsut ke pelukan suaminya, Dan Aditya yang langsung mengulurkan tanganya, Dan menarik kepala ifa dalam pelukanya.
"Akh...nggak apa apa sayang...ayo cepat tidur lagi...masih malam...besok kita akan sangat repot sayang..." Ucap Aditya yang di angguki sang istri, Hingga keduanya tertidur dengan lelapnya malam itu.
Hingga pagi menjelang, Seperti biasa, Ifa sudah sibuk dengan rutinitasnya, Saat sang suami masih ingin memeluknya.
"Akh...istriku...aku masih ingin memelukmu...tapi bau wangi masakan kamu ini yang mampu membuat mata ini terbuka seketika", Ucap Aditya kemudian segera berlari masuk kedalam kamar mandi, Mencuci wajahnya dan menyikat giginya, Barulah ia berjalan menuju ke dapur dan ikut sang istri yang masih belum usai masaknya.
"Sayang masak apa sih? baunya wangi banget bikin perut aku keroncongan nih..." Ucap Aditya sembari memberikan pelukan hangatnya dari belakang.
"Akh...iya iya sayang...mahal banget sih...masak di sentuh aja nggak di izinin..." Dengus Aditya dengan candanya, Dan keduanya menikmati sarapan pagi itu dengan hangat dan bahagia, Dimana kesedihan yang tadi malam ifa rasakan kini sudah sirna dan berganti senyum canda di bibirnya.
Di apartemen Arga, Terlihat Arga sudah rapi dengan setelan kerjanya, Pagi itu ia ada pertemuan penting, Dan bisa nggak bisa harus ia selesaikan sebelum jam makan siang, Karena sorenya ia harus mengajak Nindi menghadiri syukuran di kediaman baru kakak nya.
Terlihat segelas air mineral botol di atas meja makanya, Dengan segelas kopi susu sachet yang sudah ia seduh di dalam gelas kopi. Di tambah dua potong roti dengan isian sayur selada, Irisan tomat, selembar keju, Daging burger, Dan telor ceplok mata sapi, Di tambah pelengkap saus ekstra pedas dan saus tomat, Bagi Arga lebih praktis sarapan demikian, Dan nggak ribet...ia bisa membuatnya sendiri, Arga tergolong lelaki pekerja keras dan tidak manja, Namun entah mengapa ia mendapat pasangan yang sebaliknya, Tapi tetap saja baginya Nindi sudah yang sempurna di matanya, kekurangan Nindi bisa Arga jadikan kelebihanya, Hingga saling melengkapi satu sama lainya.
__ADS_1
Sampai terlihat ponsel Arga berdering, Dimana Nindi tengah mencoba menghubunginya saat ia masih menikmati sarapanya pagi itu.
"Pagi sayang...ada apa? tumben pagi pagi udah tephone aja?" Tanya Arga setelah ia mengangkat panggilanya.
"Pagi sayang...eh semalem beneran? mau ngajak ke acara pindahan kakak ya? aku kesana sendiri apa sama sama?" Tanya Nindi yang penasaran,
"Nanti siang aku jemput lah...masak iya aku tega sih...biarin calon istri aku ini naik mobil sendirian sampai sana..." Ucap Arga dengan gombalan manisnya,
"Aizh...kan aku bisa minta anterin supir papa kan ga...katanya pagi ini kamu sibuk? memang ada waktu?" Tanya Nindi lagi, Yang sebenarnya ia ingin memastikan apakah bisa makan siang bersama nanti.
"Iya sayang...se sibuk apapun aku...pastilah kamu ada di sana...kamu yang utama...ya sudah...sampai ketemu nanti makan siang ya...nanti aku jemput..." Ucap Arga yang membuat Nindi tersenyum, Karena ia sudah sapat jawaban yang ia inginkan, Sedangkan Arga tahu betul itu, Ia bisa membaca pikiran mungil Nindi yang sering bertingkah konyol.
"Eh....tunggu dulu sayang...mana ciumanya? biar gantengmu ini siap ngadepin kerjaan..." Ucap Arga dengan godanya, Ia senang menggoda Nindi, Apa lagi bisa menatap wajah cantiknya saat tersenyum.
"Muach...bye bye sayang...sampai ketemu lagi nanti siang ya..." Ucap Nindi dengan kecupan di telephonenya. Lalu keduanya mengakhiri panggilanya.
__ADS_1
"Akh...aku nggak tahu...kenapa aku suka sekali menggodamu sayang..." Ucap Arga dengan senyum yang ia sunggingkan di bibirnya, Sembari menyuap roti sandwich nya dengan suapan besar seketika.