Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Lebih dari sekedar terkejut


__ADS_3

"Dasar Arga...ketawa ngakak nggak tahu alasanya...udah kayak orang gila!" Ucap Aditya saat baru saja ia lihat tingkah konyol Arga. Kemudian rombongan Arga pun meluncur menuju ke rumah yang di tuju, Kediaman Rendi Wijaya.


"Di dalam mobil Arga, Terlihat Arga tengah duduk di kursi belakang, Karena seorang supir tengah mengemudikan mobil yang di tumpanginya. Tanganya terlihat mengutak atik ponsel di tanganya, Disana sudah ada beberapa telephone Nindi yang sengaja ia abaikan, Namun lagi lagi ia tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya, hingga panggilan yang baru masuk tersebut langsung ia angkat.


Arga tidak bisa menahanya lagi.


"Iya sayang...ini dalam perjalanan...ada apa? udah siap belum?" Tanya Arga setelah ia mengangkat panggilan dari kekasihnya itu.


"Ga...kalau kamu nyampainya barengan ama tamu papa gimana? apa aku turun dari atas lewat balkon aja ga? kamu tangkep aku ya...tungguin aku di bawah..." Ucap serius Nindi yang sudah menatap lantai bawah kamarnya dari balkon kamar yang sedang ia pijak.


"Eh....eh...apaan sih sayang...jangan!! nggak!!...aku bentar lagi sampai kok...kamu tungguin aku aja di teras ya...ingat...jangan lakuin hal bodoh...!" Ucap Arga yang langsung mematikan panggilan telephonenya secara sepihak. Tawana lagi lagi pecah, Ia terpingkal pingkal saat merasa berhasil mengerjai kekasihnya.


Hingga iring iringan mobil Arga masuk kedalam pelataran area kediaman Rendi Wijaya. Mobil mobil tersebut berhenti tepat di depan teras rumah Rendi, Terlihat Rendi dan Anin menyambut kedatanganya.


Di dalam kamar Nindi, Ia begitu cemas dan panik, Saat ia mendengar dari asisten rumah tangga yang di perintah mamanya untuk menyuruhnya keluar dari dalam kamar, Asisten tersebut mengabarkan...bahwa ia harus segera keluar ikut menyambut tamu rekan kerja papanya.


Lagi lagi Nindi mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi kekasihnya itu. Satu kali, Dua kali, Barulah yang ke tiga kalinya Arga mengangkat panggilanya.

__ADS_1


"Ga...kamu dimana?? udah nyampe belum?? aku nggak ada waktu lagi nih..." Dengus kesal Nindi dengan suara yang bergetar, Tanda ia begitu khawatir bercampur sedikit rasa takut yang ia rasakan.


"Tenang...sayang...tenang...nggak akan terjadi hal konyol yang kamu pikirkan itu...aku udah ada di luar...kamu nggak nyambut aku?" Tanya Arga yang sudah akan menutup panggilan telephonenya, Namun Nindi berusaha keras agar Arga tidak memutus panggilanya.


"Jangan matikan ga! aku mohon!" Ucap Nindi, Lalu ia pun segera berlari menuju kebawah, Dimana ia lupa memakai sepatu hak tingginya karena hampir mati penasaran di buat Arga, Dengan ponsel yang masih menempel di telinganya.


Nindi melihat punggung papa dan mamanya beserta dua asisten rumah tangga yang berada di belakang mama dan papanya yang sedikit menepi ke samping, Mereka tengah berjajar di depan pintu rumahnya, Di tepi teras depan.


Nindi bergegas langsung membelah celah yang berhimpitan antara pundak papa dan mamanya, Nindi memisah keduanya, Melewati tengah tengahnya. Sampai rangkulan tangan Anin dari lengan suaminya itu terlepas di buatnya.


Di bantu bukakan pintu mobil oleh supirnya, Dengan ponsel yang sama...masih ia tempelkan di telinganya seperti yang Nindi lakukan. Dengan senyum tampanya, Arga menatap ke arah Nindi. Seketika itu tangan Nindi yang memegangi ponselnya lemas di sana, Terjatuh kebawah, Lemas...Dengan mematung dan menitihkan air matanya, Nindi tersenyum sambil menangis. Dan Arga pun akhirnya menatapnya dari ujung kaki sampai kepala. Dia begitu kaget saat melihat kaki telanjang Nindi tanpa alas kaki.


Dengan segera...Arga mengambil sebuah kotak sepatu yang dibawa oleh pengawalnya dan membuka paksa disana, Ia mengambil isinya lalu membawanya ke arah Nindi. Arga langsung berjongkok di depan Nindi dengan tangan yang mengangkat satu persatu kaki Nindi dan membersihkanya, Setelah itu Arga memakaikan sepatu yang ia bawa ke kaki kekasihnya itu.


"Kau bodoh ya? kenapa kau berlari tanpa memakai alas kaki?" Tanya Arga setelah ia berdiri dari jongkoknya.


"Kau kenapa membuatku ketakutan Arga? Aku nggak suka hobi kamu itu!" Ucap Nindi dengan pelukan yang langsung memeluk leher Arga. Ia berdiri di depan Nindi satu tingkat anak tangga di bawahnya. Hingga wajahnya sejajar Tepat di depan wajah Nindi.

__ADS_1


"Eh...kalian apa apan ini?" Ucap Rendi yang menyaksikan drama putrinya tersebut, Dimana Rendi tidak tahu menahu apa yang tengah dirasakan muda mudi di depanya itu. Hingga Nindi menyudahi pelukanya.


"Udah pah...ayo ajak masuk...!" Kata Anin dengan elusan tangan lembutnya mengelus lengan suaminya agar tidak jadi marah.


"Om...tante...saya datang kemari dengan kakak saya dan calon istrinya...!" Ucap Arga yang menyapa kedua orang tua kekasihnya itu sambil memperkenalkan keluarganya yang ia miliki di kota itu.


Rendi belum terkejut saat Aditya belum keluar dari dalam mobilnya, Barulah setelah Arga memperkenalkan keluarganya...Aditya keluar dari dalam mobilnya, Di susul Ifa yang ikut serta disana.


Mata Rendi seakan hampir mencuat dari tempatnya karena saking terkejutnya, Jantungnya berdetak lebih keras dari biasanya, Sampai sampai ia menekan dadanya disana.


Rendi benar benar tidak menyangka, Seorang Aditya Wibawa ternyata adalah keluarga kekasih puterinya, Dimana ia terkenal akan kesadisanya di dunia bisnis.


Rendi belum tahu saja, Bahwa Calon menantunyalah yang lebih sadis dari Aditya, Dibalik kesadisanya yang Arga sembunyikan dengan raut ceria dan senyum menawan.


Namun solal bisnis...Arga tidak pernah main main dengan lawanya. Berbeda dari Aditya, Ia malah terkesan menakutkan karena sikap dingin dan tempramenya yang kasar.


Bisa dibilang Rendi saat itu lebih dari sekedar terkejut.

__ADS_1


__ADS_2