Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
calon


__ADS_3

"ga...kenapa kamu menatapku seperti itu sih...aku kan jadi malu ga..."ucap nindi di sela lirikan arga dan lirikannya bertemu.


"kamu cantik sayang...aku pasti akan merindukanmu..."


ucap jujur arga lagi sambil jemarinya meraih jemari nindi dan menggenggamnya.lalu di tarik sampai di depan wajahnya,sesaat arga melirik nindi dan memajukan wajahnya mengecup punggung tangan kekasihnya itu.


lalu wajahnya menatap lurus ke depan.


seketika nindi tersipu malu dan memerah wajahnya,


"oh ya ga...aku nanti ada janji sama dokter loh...mau ngantar mama periksa..."ucap nindi dengan gugupnya.


"baiklah...aku akan mengabari tante...kalau puteri tercantiknya akan aku pinjam selama satu setengah jam ke depan."ucap arga serius.


"kamu yakin ga?"tanya nindi tiba tiba.


lalu nindi pun mengambil ponsel arga dan mengetik nomer ponsel mama nya.sesaat tersambung...dan langsung mama nya angkat,


"iya ga....ada apa?"suara anin di dalam ponsel arga dan seketika nindi me loudspeaker nya,


"tante...arga pinjam nindi sebentar ya tan...satu setengah jam aja buat nemani arga makan sarapan...boleh kan tan?"tanya arga yang yakin akan di bolehi oleh tante anin.

__ADS_1


"iya arga boleh...jangan di apa apain ya puteri tante nya..."


goda anin di sertai tawa di sana.lalu panggilan itu pun di tutup oleh anin.


"pah...kabari nindi ya...papa aja yang nganterin aku ke dokternya...bisa kan pah?"tanya anin pada suaminya.


"tentu bisa sayang...udah kewajiban aku juga kan sayang...nanti aku kabari nindi,sekarang kamu habiskan sarapan nya ya sayang..."ucap lembut rendi pada isterinya yang mungkin kemungkinan hamil itu.


di mobil arga.


"sayang kamu mau sarapan apa?"tanya arga pada nindi.


"heeemzzz...bubur aja yuk...di restoran om henri khusus pagi ada bubur ayam nya ga...enak loh..."balas nindi pada arga,yang langsung di angguki arga dengan senyum merekah mengembangnya,karena arga juga tahu tempat itu.


nindi pun langsung keluar dari dalam mobil,keduanya masih berdiri berjajar belum melangkah masuk ke dalam restoran.


"bentar ga...papa ngirim sms ke aku nih,"ucap nindi sambil sibuk mengetik pesan balasan untuk papa nya,


"om rendi bilang apa sayang?"tanya arga ingin tahu.


sambil jemarinya menyelipkan beberapa rambut nindi yang terurai ke belakang telinga kekasihnya.

__ADS_1


"papa bilang mau nganter mama sendiri ga ke dokter...ya...semoga saja mama nggak sakit apa apa ya ga,"ucap nindi dengan kedua mata menatap mata arga.


"eh ga....apa nggak apa nih masuk ke restoran dengan penampilan begini?"ucap nindi sambil mengisyaratkan tangannya ke atas ke bawah di depan tubuhnya.


dan seketika arga menarik nindi mendekat ke arahnya dan mengenakan jas biru tuanya ke tubuh kekasihnya itu,


benar saja tubuh nindi tertutup sempurna meski jas itu tidak di kancingkannya.


"sekarang...mari kita masuk ya...jangan rewel lagi,"ucap arga dengan gantengnya sambil menggandeng tangan nindi dan nindi pun jadi tersipu malu,


keduanya berjalan masuk ke dalam restoran.


"loh...pak arga...nona nindi...kok kalian bisa datang bersama kesini?"sambut chef henri keheranan.


arga yang sering memesan restoran untuk klien penting saat meeting.


sedangkan nindi adalah puteri pemilik saham terbesar restoran tersebut.


keduanya adalah tamu istimewa restorannya.


"oh...ini calon isteri masa depan saya chef..."ucap arga dengan nada seriusnya.dan nindi hanya tersenyum cengir saja.

__ADS_1


lalu chef pun langsung mempersilakan keduanya duduk dan pergi menyiapkan hidangan yang di pesan keduanya.


dengan pikuran chef yang benar benar masih tidak percaya.


__ADS_2