
di cerita terdahulu di sebutkan bahwa arga sanjaya dan aditya wibawa adalah musuh bebuyutan,ibarat kata seperti itu,karena di setiap percintaan arga aditya selalu menjadi penengah dan pemisah arga dan wanita wanita itu,aditya tidak tahu sebenarnya tanpa nya pun arga sanjaya juga pasti akan memutuskan kekasih kekasihnya.
aditya adalah salah seorang anak angkat yang di angkat oleh almarhum pemimpin kelompok yang sekarang di pimpin arga,arga pun sama ia bersetatus sebagai anak angkat.namun karena arga sanjaya lebih bisa di andalkan daripada aditya...maka arga lah yang mewarisi pimpinan dari ketua itu.
tidak heran banyak yang berasumsi bahwa aditya dan arga adalah musuh,mereka pun memang secara diam diam membiarkan berita itu beredar,agar keduanya tahu grup atau perusahaan mana yang akan menjatuhkan keduanya,hingga keduanya pun saling bertukar informasi untuk saling melindungi satu sama lain dengan sembunyi sembunyi.
dan semua orang atau kelompok itu tidak tahu akan kerjasama terselubung kakak beradik tiri itu.padahal hubungan keduanya sangat amat baik.
"ga...boleh kakak coba kerjai si cewekmu itu?apakah dia tulus setia padamu atau tidak,"ucap aditya yang ia lontarkan seperti biasa saat arga terlihat menjalin hubungan.
aditya takut atas apa yang di sandang arga akan di manfaatkan pihak pihak lain melalui wanita wanita yang ia kirim.tidak terkecuali perusahaan wijaya.
"tidak kak...jangan sentuh nindi...ia tulus sayang arga,arga juga...jika harus di ceritakan...pastilah sampai sebulan juga nggak akan kelar kak..."ucap arga dengan hati berdebar sedikit takut.
"apa kau takut jika nyatanya nindi tidak se setia yang kau harapkan arga?apa kau takut kau akan terluka ga?"
__ADS_1
tanya aditya lagi lagi yang membuat arga tidak berkutik.
"pokoknya jangan sentuh nindi kak...arga sudah terlanjur suka sama nindi...aku nggak mau di kemudian hari nindi malah terluka karena arga membiarkan kakak mengetesnya dan arga terkesan tidak percaya."ucap arga mantap.
dan aditya pun tidak berani lagi meneruskan sikapnya saat arga sudah bilang tidak.
"baiklah ga...baik...aku tidak akan mengganggu nindi,tapi jangan salahkan aku jika nindi terpikat oleh ku,"
ucap goda aditya sambil beranjak pergi dari tempat duduknya,
ucap aditya sambil berjalan menuju pintu.
"gimana aku nggak ikut kak...sebagian besar aku punya andil dalam acara ini kak,"
jawab arga sambil mengekor di belakang aditya mengantarkan kakaknya itu menuju ke luar.
__ADS_1
"oke baiklah ga...kakak pergi dulu ga...dan waspada dengan grup adi admaja,"ucap aditya sembari berlalu pergi keluar dari kamar hotel arga yang di luar pintunya sudah berdiri beberapa pengawal aditya.
arga hanya mengingat ingat nama yang kakak tirinya sebut tadi dan kembli menutup pintu kamar hotel nya.
"apa semuanya aman?"tanya arga pada pesan yang ia kirim pada anak buah nya,arga memastikan bahwa tidak
ada satu orang pun yang tahu.
"aman terkendali bos,"ucap seseorang yang membalas pesan arga.lalu ia pun kembali menjatuhkan tubuhnya di ranjang yang nyaman itu.arga tengkurap di atas ranjangnya hingga terlelap,ia rasa benar benar lelah seharian dan mengantuk.
di tempat nindi,
nindi tampak mondar mandir sambil melihat pada layar ponselnya,ia penasaran kenapa arga bersikap demikian,namun ia juga sedih sesaat mendengar perkataan arga barusan.
tangannya seperti mau mengambil ponsel tersebut dan meletakkannya kembali...berulang hingga beberapa kali.
__ADS_1