
Nampak dua orang staf karyawan di bagian resepsionis tengah gemetaran dan saling melempar kesalahan satu sama lain, Dimana keduanya melihat dengan mata kepalanya sendiri, Bahwa pemimpin perusahaan tempatnya bekerja tengah memeluk gadis yang sudah ia kerjai...dan keduanya tengah berjalan mendekat ke arahnya dengan bergandengan tangan, Meski saat itu Arga terlihat sangat kacau dan berantakan karena habis lari lari menuruni anak tangga menuju lobi.
"Sayang...apakah yang kau maksud kedua orang ini yang memintamu harus menungguku disini? dan apakah mereka yang menyuruhmu datang kembali esok hari karena aku tidak mau menemuimu?" Ucap Arga dengan suara lantang khas seorang laki yang tengah marah, Terdengar garang dan sedikit serak saat semua telinga mendengarnya.
Begitu pula Nindi, Ia melihat begitu besar amarah sang kekasih saat itu, Ia hanya bisa mengangguk mengiyakan perkataan Arga di sampingnya.
"Hei kalian...!" Tetiak Arga dengan lantangnya di depan para staf yang tengah berdiri mematung dengan kepala menunduk.
"Maaf pak Arga...kami..." Ucap kedua orang tersebut dengan bersamaan, Namun langsung terhenti saat Arga menyanggahnya.
"Kalian tahu siapa gadis yang ada di sampingku ini? Dia calon istriku...bisa bisanya kalian membuatnya menunggu...bisa bisanya kalian tidak mentaati peraturan kantor...besok jangan datang ke kantor ini lagi...kantor ini nggak butuh pegawai macam kalian!" Dengus kesal Arga yang Nindi rasa malah terlalu berlebihan, Nindi melihat Arga saat itu begitu tak terkendali, Hanya dengan perkataan yang ia ucapkan saja, Arga sampai marah sedemikian menakutkanya.
Sontak semua mata dan telinga para pegawai dan staf yang berada di sana sama sama tercengang atas pengakuan Bos mereka. Hampir dua tahun sudah Bos nya tanpa gosip dan skandal, Lalu sekarang tiba tiba memperkenalkan calon istri nya di depan umum.
"Ga...bisakah aku minta satu permintaan?" Ucap Nindi seketika di sela sela amarah Arga.
"Apa sayang? apakah jika aku kabulkan bisa membuatmu memaafkanku?" Tanya Arga lagi, Dan Nindi pun langsung mengangguk tanda ia mengiyakan apa yang kekasihnya itu ucapkan.
__ADS_1
"Baiklah sayang...kamu minta apa? apa pun boleh...asal kamu mau maafin aku ya..." Ucap Arga dengan amarah yang sudah mereda dan terlihat sedikit rileks.
"Aku mau...kamu jangan pecat mereka ya ga...aku terlalu mengagumimu karena kebaikanmu...jangan buat aku memandangmu kejam karena hal ini...mereka mungkin terlalu sering di hadapkan gadis gadis cantik yang mencarimu...hingga mereka kira aku salah satunya, Harusnya aku bangga pada mereka yang terlalu kuat melindungi bosnya...bukankah begitu? aku harus senang kan seharusnya ga? memang tadi aku sangat marah...apa lagi saat mereka bilang, Mungkin kamu nggak mau nemui aku hari ini...tapi aku langsung sadar...pasti ada yang salah..." Ucap Nindi lagi dengan ekspresi yang menenangkanya, Membuat Arga tidak bisa berkata apa apa lagi.
"Tapi sayang...mereka sudah membuang waktumu...mereka sudah mengerjaimu dan itu tidak wajar sayang...kenapa aku tidak boleh menghukum mereka?" Tanya Arga yang membuat kedua orang di hadapanya itu menunduk bersedih dan ketakutan. Mereka takut kehilangan pekerjaan mereka, Dimana perusahaan Arga adalah perusahaan bergengsi dengan gaji yang sangat tinggi di banding perusahaan lainya, Dan itu yang membuat perusahaan Arga tidak bisa di pandang sebelah mata, Apa lagi dengan segudang prestasinya.
"Sayang...mereka cukup di beri surat peringatan saja...nggak usah di pecat...pasti mereka butuh pekerjaan ini..." Ucap Nindi dengan tangan yang melingkari lengan sang kekasih. Terlihat manja dan sangat manis.
"Tapi sayang....kamu terlalu baik pada staf begini..." Ucap Arga lagi yang masih tidak terima karena kekasihnya sudah di kerjai habis habisan.
"Tadi katanya mau ngabulin...akh...nggak mau ya...ya udah...aku lanjut lagi ya marahnya..." Ucap Nindi dengan bibir manyum dan mata menyipit, Refleks tanganya pun melepas rangkulan dari lengan Arga.
"Kalian...ingat itu...jangan di ulangi lagi!" Ucap Arga sambil menggandeng jemari Nindi dan mengajaknya menuju ke arah ruang kantornya di lantai paling atas.
"Kaka kaka...makasih ya sudah jagain calon suami aku dari gadis gadis yang ngejar ngejar sampai kantor ini..."
Ucap Nindi sebelum pergi dengan Arga, Ia memeluk kedua orang tersebut bersamaan dan membisikanya ke telinga keduanya secara bersamaan, Hingga kedua orang tersebut hanya bisa mengangguk dan meminta maaf, Lalu berterima kasih sebanyak mungkin pada calon istri bosnya tersebut.
__ADS_1
"Sayang...aku mandi dulu ya...kamu tunggu sini...jangan kemana mana lagi..." Ucap Arga yang sudah tidak tahan dengan bau keringat dan rasa lengket di tubuhnya.
Setelah Nindi mengangguk, Arga pun langsung masuk ke dalam kamar mandi ruang kantornya,
Dan Nindi yang tadi sudah izin nggak balik ke kantor lagi pun hanya bisa menunggui sang kekasih menyelesaikan mandinya. Dimana niatnya tadi adalah mengajak Arga untuk membeli beberapa hadiah untuk calon adiknya, Karena selama ini Nindi belum sekalipun membelikan apa apa untuk calon adiknya, Bukan hanya merindukan Arga saja, Namun ia juga ingin membahas kelanjutan hubungan keduanya untuk menuju ke hari pernikahan yang belum di pastikan kapan akan terlaksananya.
Hingga beberapa saat Arga keluar dari dalam kamar mandi, Dimana bau cool bercampur mint yang khas Arga banget, Membuat Nindi betah mencium bau yang lumayan sering ia cium tersebut.
"Sayang...ada apa? kenapa kamu sampai bisa menemuiku kesini? dan lagi...kenapa kayak orang lain aja sih? pakai acara lapor segala...langsung aja kesini...toh kamu kan sudah tahu tempat ruang kerjaku sayang..." Ucap Arga sambil duduk di samping Nindi dan mengambilkan minuman dingin untuk sang kekasih. Tanganya menyodorkanya pada Nindi namun ia hanya mengambilnya dan menaruhnya di belakang tubuhnya, Arga tahu pasti selama menungguinya tadi Nindi tidak minum,
"Aku kangen...nggak boleh?" Ucap Nindi dengan senyum manisnya.
"Ada apa nih...kenapa kamu bersikap imut begini? jangan menggodaku di saat begini...!" Ucap Arga yang sudah makin mendekat dan hampir menyudutkan Nindi di sudut sofa paling ujung.
"Emb...aku mau ajak kamu belanja ga...bisa nggak? ada waktu nggak?" Ucap Nindi dengan mata menyipit dan bibir mengatup.
"Kok tumben...ngajak belanja...biasanya juga aku tawarin nggak mau...hemmmz pingin borong di butik mana sih? penasaran deh...baju di butik mana yang bisa menarik minat wanitaku!" Ucap Arga lagi yang makin menekan duduk Nindi, Sampai Nindi hampir terjerembab ke belakang. Namun sayang...Arga ternyata mengambil botol air Nindi yang ada di belakangnya dan membawanya duduk tegak kembali, Membiarkan Nindi yang masih condong ke belakang dengan wajah merahnya.
__ADS_1
"Nih minum dulu..." Ucap Arga yang memberikan air mineral di tanganya kepada sang kekasih. Yang tutupnya baru saja Arga bukakan sekalian.
"Emb...bukan belanja baju aku ga...tapi untuk calon adek aku...ada waktu nggak?" Ucap Nindi lagi, Dan Arga langsung mengangguk mengiyakan apa yang kekasihnya itu inginkan.