
"Ting tong!" Terdengar bel pintu dari luar pintu apartemen Aditya, Dimana ia sedang asyik asyiknya berduaan dengan istrinya di atas ranjang.
"Haiiiizzz....siapa sih ganggu orang lagi ena ena aja!" Dengus kesal Aditya sambil menyambar pakaianya dan mengenakanya, Ia terpaksa menyudahi aktivitasnya bersama sang istri lalu beringsut turun dari atas ranjangnya.
"Maafkan suamimu ini sayang...biar aku urus pengganggu dulu ya..." Ucap Aditya yang di balas senyum cungir ifa di atas ranjang.
"Huuuft....selamaaat...." Ucap ifa sambil membawa selimut yang menutupi tubuhbya dan berlari kecil masuk kedalam kamar mandi.
Aditya berjalan cepat ke arah pintu utama apartemenya, Ia kemudian membukanya, Dimana disana sudah ada pengantar makanan yang berdiri mematung di depan pintu apartemen.
"Setelah Aditya membayarnya, Ia pun membawa makanan dalam kemasan itu masuk kedalam.
"Sayang...kenapa kamu pesan bubur sih? aku nggak lagi sakit...ini cuma bubur doang nggak ada yang lain..." Teriak Aditya sambil berjalan mendekat ke arah kamar mandi dimana istrinya sedang mengguyur tubuhnya di dalam.
"Sayang aku masuk nih..." Ucap Aditya yang udah nyelonong masuk ke dalam sebelum ifa menyahutnya.
"Ya ampun bby...kok masuk sih...aku lagi polos gini...malu tahu bby..." Ucap ifa yang langsung menyambar pakaian handuknya dan mengenakanya.
" Iya...iya maaf sayangku...habisnya kamu nggak nyahut sih aku teriak teriak dari tadi...loh aku masuk kok malah udahan?" Tanya Aditya sambil mencoba memeluk sang istri.
"Tadi kok sampai teriak teriak emangnya mau bilang apa bby?" Tanya ifa yang memang samar samar mendengar suaminya bilang bubur bubur, Suaranya tertelan oleh nyaringnya air yang terjatuh dari shower mandi.
Sedangkan kedua tangan Aditya makin erat memeluknya.
"Itu lo sayang...kita sarapanya masak kayak orang sakit sih?
kamu pesan bubur ya sayang? nggak ada yang lain?"
__ADS_1
Tanya Aditya yang membuat bingung ifa, Karena ifa memang tidak memesan bubur untuk sarapan pagi mereka.
"Lhoh bby...aku pesan nasi uduk lengkap dengan semua lauknya loh bby...bukanya bubur...itu bukan punya kita..."
Ucap Ifa sambil mencoba melepas pelukan suaminya dan menghadap menatap ke arah wajah suaminya dengan heran. Tatapan keduanya seakan satu arah dan satu tujuan, Serta apa yang keduanya pikirkan seakan sama.
Yaitu Arga.
"Pasti Arga dan Nindi yang memesanya", Ucap dalam hati keduanya secara bersamaan.
"Bby...cepat mandi...aku juga siap siap dulu...mari sama sama ke apartemen Arga bby...mungkin buburnya sudah mereka tunggu." Ucap ifa yang langsung membuat Aditya melepaskan pelukanya dan mengiyakan apa yang di inginkan istrinya itu.
Di tempat Arga dan Nindi, Keduanya duduk di meja makan dengan nasi uduk lengkap dengan empal daging dan ayam suwir serta lauk yang lainya. Keduanya heran saat ia memesan bubur tapi yang datang malah nasi uduk.
"Ga...aku masak iya salah pencet sih sayang? aku nggak mesan nasi uduk loh ga...aku pesan bubur...suer deh..."
"Alah...kita makan aja sayang....apa yang ada...jarang jarang juga aku makan kayak gini...keliatanya enak...ayo..."
Ucap Arga yang sudah mulai membaik sakitnya.
Ia memang pastilah hanya kecapaian...di tambah lagi jamu dari mama Nindi yang membuat perutnya malah tak karuan itu lah penyebabnya, Meskipun papa Rendi selalu meminumnya dan terlihat memang segar bugar...namun bagi Arga itu adalah hal ekstrim yang pertama ia rasakan dan ia telan masuk kedalam perutnya.
Hingga keduanya menikmati makanan sarapanya di pagi itu dengan ceria berdua, Dimana Nindi pun lega saat Arga sudah mendingan dari keadaanya yang tadi.
Usai sarapan...Arga dan Nindi memutuskan untuk duduk menatap ke luar jendela besar yang membentang dari ujung apartemen ke ujung apartemen, Keduanya duduk di sofa berdampingan, Dimana tangan Arga merangkul pundak Nindi disana.
"Entahlah pagi ini aku rasa begitu buruk keadaanku sayang...namun seketika menjadi membaik saat ada kamu di sisi aku..." Ucap Arga sambil mengelus rambut lurus kekasihnya yang bersandar di bahunya.
__ADS_1
"Udah mendingan sakit datang bulanya?" Tanya Arga saat Nindi hanya diam dalam pelukan satu tanganya. Dan Nindi hanya mengangguk untuk menjawabnya.
"Dulu...ada anak gadis di kantor aku...katanya sampai pingsan gara gara datang bulan...apakah se sakit itu sayang? kasihan kamu...tiap bulan seperti itu..." Ucap Arga lagi lagi yang membuat haru Nindi, Dimana Arga malah mencemaskan keadaanya dan bukan dirinya sendiri yang sedang sakit juga, Bahkan sakitnya belum ketahuan penyebabnya.
"Ga..." Ucap Nindi sembari mendongak dan mencubit ujung dagu Arga dan menundukanya, Membuat Arga mengerti apa yang Nindi inginkan. Hingga kecupan halus mendarat disana, Di ujung bibir Nindi.
"Ting tong....!" Suara bel pintu dari luar pintu luar apartemen Arga berbunyi, Sontak membuat keduanya menyudahi ciumanya dan menatap ke arah sumber suara.
"Siapa Ga yang datang?" Tanya Nindi yang ingin tahu.
"Nggak tahu sayang...coba lihat saja...aku juga nggak ada tamu kok harusnya." Ucap Arga yang belum usai namun Nindi sudah beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekat menuju ke arah pintu.
"Ah...kakak dan kakak ipar..." Ucap Nindi yang menatap sepasang pengantin baru yang sudah mematung di depan pintu yang barusaja ia buka. Nindi pun langsung mempersilakanya untuk masuk.
"Apa Arga sakit?" Tanya Aditya sambil terlihat celingukan menatap ke arah sekeliling dan terlihat Arga datang menghampiri kakaknya dan duduk bersama di sofa ruang tamu.
"Ini ga...ada dua bubur nyasar ke apartemen aku...apa mungkin kamu sedang sakit? makanya kamu pesan bubur ini? nih...bubur kamu...cepetan makan!" Ucap Aditya sambil menyodorkan dua bungkusan bubur di tanganya.
"Loh kak...tapi kita udah sarapan tadi...dan kita tadi makan nasi uduk kak...udah habis sekarang..." Ucap Arga dengan jujurnya. Dan tatapanya sesaat saling berpandangan dengan Nindi. Dan apa yang mereka pikirkan adalah sama. "Mereka salah memakan pesanan makanan yang di terima." Ucap Dalam hati keduanya.
"Lah terus gimana kak? makananya udah kita makan?" Ucap Arga yang membuat Aditya tertawa lepas.
"Makan ya makan aja ga...kenapa tanya lah terus gimana segala...kami masih bisa jalan cari makan ga...yang penting kamu sehat dulu lah..." Ucap Aditya yang kemudian mengajak sang istri untuk bangkit dari duduknya dan mencari makan sarapan di luar, Karena Aditya sudah begitu sangat lapar saat waktu sudah menunjukan pukul setengah sepuluh pagi.
"Baiklah kami pamit dulu ya ga...cepet sembuh gih..." Ucap Aditya lalu berjalan menuju ke arah pintu untuk keluar.
"Lah ini buburnya kak? kakak nggak makan aja?" Ucap Nindi yang membuat ifa menoleh dan menyunggingkan senyum di bibirnya.
__ADS_1
"Makasih Nindi...kami mau makan di luar saja..." Ucap ifa lalu berlalu pergi, Keduanya meninggalkan apartemen Arga dan meninggalkan Arga serta Nindi berdua disana.