
Pagi itu, Nampak Nindi terbangun dari tidurnya, Tidur panjang yang begitu nyenyak semalam dalam pelukan suaminya tentunya, Matanya segera mencari sosok yang ia ingin temui saat membuka mata, Namun Nindi tak dapati tubuh sang suami di sampingnya.
"akh...baru pukul setengah enam...kemana Arga pagi pagi begini?" Ucap Nindi yang sudah meraih ponselnya dan menatap jam pada layar ponselnya, Dan segera saja ia mencoba menghibungi Arga, Namun suara bunyi ponselnya itu terdengar dekat, Sangat dekat, Sampai Nindi menyibakan bantal di sampingnya dan meraih ponsel suaminya yang tertinggal disana.
"Dia tidak bawa ponsel?" Ucap Nindi lagi seraya mengernyitkan alisnya dan memanyunkan bibirnya, Ia pun lalu beranjak dari atas ranjangnya, Berjalan perlahan menuju ke arah kamar mandi, Dimana rasa nyeri karena datang bulan masih terasa, Meski ia sudah meminum anti nyeri sekalipun.
Hingga ia pun membasuh wajahnya dan segera menggosok giginya, Berganti pakaian dengan dress se atas lutut tanpa lengan berwarna bunga bunga yang begitu menyala terang, Nampak sangat anggun dengan kulit putihnya.
Segera ia keluar dari dalam hotel, Ia ingin menyaksikan keindahan pantai di pagi hari, Pagi yang sudah mulai menampakan sinar cahaya matahari yang sudah memantul dari air laut yang Nindi tatap.
"Akh...indahnya...sejuknya...pemandangan ini...inginya aku sering sering kesini..." Ucap Nindi dengan leganya, Dan tadi ia pun sudah berpesan pada petugas resepsionis hotel, Saat suaminya menanyakan keberadaanya, Nindi meminta tolong untuk memberitahunya bahwa ia ingin jalan jalan sebentar di tepi pantai.
Hingga nampak segerombol anak muda tengah bersiap siap, Mungkin akan sekedar berolahraga surfing atau berenang dan berlibur.
__ADS_1
Nampak sedikit bisik bisik saat Nindi tengah melintas melewatinya, Bahkan ada yang sengaja ingin berkenalan dan ingin langsung mengajak kencan, Namun Nindi tak menghiraukanya, Ia tengah asyik menikmati keindahan tepi pantai pagi itu, Dan di tambah udara tepi pantai yang khas pasir putihnya, Meski ia sedikit terganggu dengan bisikan bisik yang samar samar ia dengar.
"Hai cantik...kenapa sendirian saja? mau aku temani?" Tanya seseorang dari arah belakang Nindi, Dan Nindi hanya menoleh dan tersenyum, Kepalanya lalu menggeleng, Tanda ia tidak mau.
"Oh...jadi begitu...tidak mau ya?" Tanya nya lagi sembari ikut berjalan mengiringi di samping Nindi, Dan sesekali terlihat jalanya lebih cepat di depan Nindi dan sedikit berusaha menggodanya.
"Hai bro...kalau dia nggak mau...jangan maksa dong..." Ucap salah seorang yang berada di antara kerumunan cowok yang tadi Nindi lewati, Dan beberapa di antaranya tengah mendekat ke arah keduanya dan terlihat ingin melindungi Nindi.
"Terimakasih semuanya...." Ucap Nindi dengan senyumanya, Dan di balas senyuman pula oleh beberapa orang yang baru saja datang tadi.
"Pokoknya...aku mau nemenin dia jalan jalan, Kalau kalian mau ikut...noh...cari cewek lain...dia istriku...ngapain kalian ngikutin dia!" Ucap Arga yang sudah memanas karena cemburu, Hingga membuat beberapa orang tersebut berhenti seketika, Dan meminta maaf pada Nindi dan Arga.
"Ada yang lucu? kenapa kamu malah ketawa?" tanya Arga saat melihat sekilas senyum Nindi di bibirnya, Saat keduanya sudah berjalan lumayan jauh dari orang orang tadi.
__ADS_1
"Habisnya...pagi pagi malah ninggalin istri sendirian...emang nggak takut istrinya di gondol kucing ya?" Ucap Nindi dengan candanya, Saat ia sadari Arga memang sedang cemburu padanya.
"Aku lagi joging...di kamar udah kayak kucing yang di suguhin ikan asin...mau di terkam nggak boleh di makan, Ya...biar ilang tu hasrat aku buat olahraga aja lah..." Ucap Arga dengan jujurnya, Karena memang benar kenyataanya, Di setiap Arga menoleh, Selalu melihat pose sang istri yang selalu mengundangnya untuk melihat dan melihat, Namun saat akan menyentuhnya, Ia sekuatnya menahanya. Karena memang sang istri masih berhalangan.
"Beneran marah nih sayang?" Tanya Nindi pada sang suami, Dan ia terkesan menggodanya.
"Nggak...sejak kapan aku bisa marah sama kamu...aku marah sama mereka tuh...istri aku kenapa nggak boleh aku godain sendiri, Heran deh!" Ucap Arga lagi dengan dengusanya, Dan malah membuat Nindi tertawa lagi.
"Untung nggak sampai adu jotos ya kan sayang?" Ucap Nindi yang di sertai tawanya.
"Ya...ya...istriku yang sudah cantik dari orok...cantik banget," Ucap Arga dengan godanya, Namun suaranya terkesan ia tekankan. Sampai...langkah laki Nindi terhenti saat menatap tempat yang akan keduanya gunakan pesta nanti sore, Matanya tanpa kedip menatap dengan takjubnya, Nampak luar biasa, Berbeda dari semalam yang ia lihat samar samar.
Keduanya sepakat mengusung tema acara pernikahan sore nanti adalah Garden Party, Dimana di tepi pantai itu di sulap menjadi sebuah kebun bunga, Tampak bunga bunga warna pink shoft yang memenuhi tempat, Mulai dari kursi, Meja sampai hiasan semua yang ada di tempat tersebut nambak pink shoft bercampur putih. Dengan tempat duduk yang di tengahnya terdapat beberapa meja sekaligus gelas gelas kaca dan piring yang sudah tertata rapi di sana, Menghadap ke tepi pantai, Layaknya sebuah kebun bunga yang sengaja di ciptakan khusus untuk Arga dan Nindi, Disana terpampang foto kedua mempelai yang berukuran begitu besar, Dan sangan indah di pandang semua mata. Di tambah hiasan lampu lampu yang begitu banyak dan cantik, Tak lupa tirai tirai tipis yang bernuansa senada dengan bunga yang di tata, Membuat tempat tersebut bak negeri dongeng saja.
__ADS_1
"Kau yang akan menjadi tuan putrinya malam ini sayang..." Bisik Arga dengan lembut dan lirihnya ditelinga Nindi, Membuatnya jadi tersadar seketika, Lalu menoleh ke arah sang suami dengan senyuman bahagianya, Tak lupa kecupan di pipi Arga, Mengakhiri jalan jalannya pagi itu di tepi pantai.