
tiba-tiba ponsel aslan berbunyi,di raihnya ponsel itu dari sakunya,dan di lihatnya siapa yang sedang menelephone nya.
" halo rend....ada apa??"tanya aslan dengan ponsel yang sudah menempel di telinganya.
"coba tolong kamu lihatkan ke ruang kuliah istriku lan...sekarang...tadi dosennya pak rudi,kalau setelah pak rudi nanti aku...jadi kalau di ruang kuliah pak rudi sudah tidak ada...berarti tolong kamu cari di ruang kuliahku ya...cepat kalau bisa..."pinta rendi.
"lihat apa dia sudah disana"kata rendi lagi.
Aslan bergegas berjalan menuju ruang kuliah yang di tunjukkan rendi sekarang,
dan di lihatinya anin terduduk di salah satu bangku yang berderet di dalam ruang kuliah dengan sahabatnya,
ya...sahabat anin yang dekat hanya neta saja,
"halo rend...istrimu disini"kata aslan menerangkan pada rendi yang masih terdengar cemas.
"hoy...bukankah hari ini kamu ada jam mengisi mata kuliah?kenapa tidak langsung datang dan lihat sendiri sih rend?"kata aslan mengingatkan.
"kamu ini bagaimana sih...makanya jadi dosen jangan galak-galak rend...istri sendiri saja takut telat...apa lagi yang lain?"goda aslan dengan cekikikannya.
rendi hanya terdiam....
"aku hanya ingin memperlihatkan batas antara dosen dan siswa siswinya,apa aku salah?aku tidak ingin mereka salah paham..."jawab rendi dengan tegasnya.
"sabar rend...aku hanya bercanda kok,"balas aslan yang tidak menyangka candaannya di tanggapi serius oleh rendi.
beberapa menit kemudian,rendi sudah memarkir mobilnya di tempat parkir halaman kampusnya,
"pak rend...eh...prof rend..."
tiba-tiba seorang wanita dewasa datang menghampiri rendi saat ia baru keluar dari dalam mobilnya,
rendi memang menyandang profesor termuda di kalangannya,tidak heran segudang prestasi yang ia raih membuatnya menjadi idola para siswi dan juga para sesama dosen,apa lagi dosen wanita.
__ADS_1
"ini...."
sebelum rendi meneruskan kata-katanya,perempuan itu mengulurkan tangannya dan rendi pun menyambut salamnya,
"saya desi pak...saya baru disini beberapa minggu yang lalu,"
rendi hanya mengangguk,lalu berpamitan pergi,toh tidak ada yang penting.
yang terpenting sekarang hanyalah secepatnya menemukan keberadaan istrinya itu.
"mari pak sama-sama,"kata bu desi menyela saat rendi sudah melangkah pergi,kemudian langkahnya terhenti.
"silahkan ibu duluan...saya mau langsung masuk ruang kuliah bu,"
kata rendi yang tidak ingin kena gosip lagi.
lalu rendi bergegas melangkah pergi begitu saja meninggalkan bu desi yang masih mematung di tempatnya..
rendi memasuki ruang kuliah yang akan dia isi,di carinya istrinya itu yang sedang menatap layar laptopnya.
sudah satu bulan lebih mereka menikah,dan setiap hari aktivitasnya selalu sama...bahkan rendi semakin tidak bisa jauh dari istrinya.
saat mata kuliah rendi usai...dan semua siswa siswi nya sudah pada berhambur pergi,anin yang terlihat memang sedang menunggu waktu seperti ini pun langsung di hampiri suaminya.
"sayang...ini ponsel kamu,"kata rendi sambil tangannya mengulur memberikan ponsel istrinya
"jangan kaya gini lagi ya...jangan lupa ketinggalan ponsel lagi...aku bisa gila mengkhawatirkanmu."ucap serius rendi.
anin mengambil ponsel nya lalu berdiri dan mencium pipi suaminya,
"cup"...
kecupnya sambil tersenyum...
__ADS_1
"maafkan aku sayang..."ucapnya dengan berbisik lirih.
"jangan di ulangi lagi ya...tapi untuk membuatmu jera...kupastikan akan menghukummu nanti malam,"
ucap nya lalu rendi berlalu pergi,
anin hanya mendelik panas dingin.
"duh...bakal begadang pasti ntar malam,"
sambil nepok jidat nya.
"oh ya sayang...kamu kenapa tidak pakai atm yang aku beri?karena aku tidak dapat laporan apapun yang kamu beli atau uang yang kamu pakai?"
kata rendi yang mencoba ingin istrinya menggunakan uang pemberiannya itu.
"setiap bulan sudah aku isi sayang...jangan khawatir habis...kamu pakai saja,apa kamu tidak ingin mentraktir temanmu mungkun?"kata rendi meyakinkan istrinya.
lalu anin mendekat ke arah rendi dan berbisik di telinganya..
"uang maskawin saja masih buanyak kak...ngapain aku repot-repot gesek-gesek kartu sih...dan lagi...bahas uang jangn disini kak rend jangan kencang-kencang nanti ada yang dengar..."ucap anin lagi.
lalu rendi hanya mengangguk,terus berlalu pergi begitu saja,karena rendi tidak ingin membuat masalah untuk istrinya.
anin dan rendi ternyata tidak tahu...bahwa dari tadi keduanya sedang di awasi oleh sepasang mata,
bu desi....ia dia lah yang mengawasi rendi dan anin dari tadi,
bu desi beranggapan anin sedang menggoda rendi,
sebenarnya bu desi adalah dosen yang baik,ia menyukai rendi,apa lagi setelah mengerti siapa rendi sebenarnya,
mulanya bu desi ingin mencari rendi untuk di ajak makan malam,namun langkahnya terhenti di samping pintu saat dilihatnya anin mencium pipi rendi,
__ADS_1
dan bu desi mengira anin sedang menggoda rendi,bu desi tidak tahu sebenarnya anin dan rendi adalah sepasang suami istri yang diam-diam hanya melempar senyum,saling melirik,dan memberi isyarat lewat gerak dan tatapan mata.