Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Ajakan nikah yang hoax


__ADS_3

Dengan mata yang mengerjap ngerjap, Ifa membuka matanya...dimana ia dapati ruangan yang hanya bersekat tirai kelambu putih saja yang mengelilingi tempat tidurnya.


Suara bising langkah kaki yang menderap kesana kemari, Ia dengar dengan sangat jelas. Suara riyuh dengan sedikit teriakan bahkan tangisan pun tak luput dari pendengaranya. Namun ia masih belum sadar dimana ia saat itu.


"plak..." Tiba tiba tanganya tanpa sadar mengepak menampol kepala seseorang yang tengah tertidur di sampingnya. Dengan kepala yang menyender di pinggangnya. Sontak membuat ifa ketakutan karena sudah menampolnya, Namun ia sedikit lega karena orang yang terkena tanganya tadi tidak merasakanya, Dan masih terus tertidur.


"Siapa yang tengah menungguiku ini? apa aku kenal? sepertinya aku tidak mengenal siapa siapa disni."


Ucap ifa yang belum sadar bahwa laki laki yang tengah menyenderkan kepalanya itu adalah Aditya. Sambil terus berusaha bangkit dan mencoba menjauhkan kepala yang menyender padanya itu darinya, Dengan satu jari telunjuknya ia berusaha.


"Aaaakh...siapa sih yang dari tadi mengganggu tidurku? semalaman aku nggak tidur tahu!" Gerutu Aditya saat ia rasa ada sesuatu yang menusuk nusuk kepalanya dari tadi, Mencoba membuat kepalanya bergeser dari tempatnya.


Hingga tatapan keduanya bertemu beberapa saat.

__ADS_1


Hening untuk sesaat, "Cegluk." Aditya menelan ludahnya yang terkumpul karena ia terlalu kikuk di saat mendebarkan seperti itu.


"Aaah...maaf bos...saya kira siapa tadi, Habisnya bos nggak kelihatan wajahnya...maaf ya..." Ucap ifa sambil berusaha duduk di atas ranjangnya, Namun tanganya yang masih tersambung selang infus tersebut begitu nyeri.


"Aakh...." Pekiknya seketika, Dan dengan sigap...Aditya mencoba membantunya dengan menyangga kedua pundaknya.


"Maaf bos...saya bisa sendiri bos..." Ucap ifa sambil berusaha menepis tangan bos nya yang mencoba membantunya.


"Kau kenapa seperti ini sih? tadi saja aku yang membopongmu sampai sini...kalau aku mau macam macam...udah dari tadi kamu aku habisin!" Dengus gergetan Aditya karena usahanya tidak di hargai dan tidak di terima.


"Hah...lalu saat sadar kenapa nggak mau aku sentuh? kau kira aku ini virus apa?" Ucap Aditya dengan nada meningginya yang tidak terima akan perlakuan ifa yang menolak bantuanya tadi.


"Bukan seperti itu bos...kita bukan muhrim...maafkan ifa bos..." Ucap ifa yang benar benar sudah tidak tahu lagi harus berkata apa lagi.

__ADS_1


"Kalau gitu besok aja kita nikah!" Ucap Aditya begitu saja tanpa beban, Hingga membuat ifa melongo menatapnya seketika. Apa lagi Aditya yang tanpa sadar berkata demikian, Dengan muka merah menahan malunya ia pun pergi keluar dari UGD tersebut sambil mengusap usap wajahnya dengan kedua tanganya, Terlihat ia benar benar frustasi saat itu. Bagaikan penentuan hidup dan matinya.


"Bodoh kenapa di pelihara Aditya...kau ngomong apa barusan?kau sadar tidak apa yang sedang kau bicarakan?


se enaknya aja bilang nikah nikah...kau sudah kemakan omongan Arga...sadarlah...dia nggak pantas untukmu...dia nggak selevel denganmu...!" Ucap dalam hati Aditya sambil mondar mandir di depan UGD tersebut. Pikiranya kacau tak karuan, Ditambah lagi ia begitu sangat malu karena perkatanya barusan pada ifa. Yang pasti ia tidak bisa mempertanggungjawabkanya.


"Pak...lagi nungguin istri mau lahiran ya? saya dulu juga cemas begitu pak, saya malah yang kesakitan bukan istri saya...santai saja...kalau sudah sampai rumah sakit pasti lancar kok semuanya...yang kuat ya pak...!" Ucap salah seorang laki laki yang sengaja menghampirinya dan mencoba memberinya semangat. Hingga tanpa sadar Aditya mengangakan mulutnya lebar lebar di buatnya, Namun mulutnya kelu untuk mengucapkan sepatah kata. Alhasil hingga bapak bapak


itu pergi...Aditya masih mematung disana dengan satu tangan di kepala dan satunya lagi di pinggangnya. Berkacak pinggang dengan satu tangan. Pakaian serta tatanan rambutnya tampak berantakan. Tidak mencerminkan seorang Aditya Wibawa.


"Haaaah...bahkan orang lain pun bisa melihat aku stres bukan? aku benar benar bukan diriku sendiri...aku sudah gila...aku nggak mau berlanjut lagi...terserah kau saja ifa."


Ucap Aditya begitu saja dan berlalu pergi meninggalkan Rumah sakit tersebut kemudian menuju kotanya tempat tinggal saat ini, Kota dimana Arga dan Nindi tinggal.

__ADS_1


Sedangkan semua prosedur rumah sakit untuk perawatan ifa sudah di serahkanya pada asistenya.


__ADS_2