
setelah selesai makan siang itu...keduanya pun duduk di bawah pohon tamam dengan menatap ke arah jalan raya dengan padat nya kendaraan yang berlalu lalang saling berpapasan,tidak jarang kemacetan yang mengekor hingga puluhan meter.
"apa hebatnya nindi wijaya ini,hingga seorang arga sanjaya yang terkenal bergonta ganti wanita itu jatuh cinta padanya."ucap dalam hati aditya.
"apa yang kau suka dari arga sanjaya?"tanya aditya dengan lirikan sadis nya.namun nindi hanya diam dan menatap lurus ke depan tanpa mempedulikannya sama sekali.mungkin kalau pun aditya pergi saat ini nindi pun juga tidak menghiraukannya.
"hey...kau tuli ya?"tanya aditya pada nindi dengan sedikit bentakan di sana.
"hah...apa?kau bicara padaku?"tanya nindi yang tangannya bergegas mencopot satu headset di telinganya.
"brengsek...beraninya gadis ini mengabaikan ku dan memilih menyumpal telinganya dengan headset..."
umpatan dalam hati aditya.
"hey...kau bicara padaku ya?apa?"tanya nindi lagi.
"ternyata kau memang seorang gadis yang penuh kejutan,"
__ADS_1
ucap aditya tiba tiba lalu berdiri dan berjalan pergi.
karena bagi aditya wanita adalah mainan...dan nindi...gadis itu...gadis pertama yang berani mengabaikannya.
"cowok aneh...dasar...kenal kagak...udah di kasi makan...nggak berterimakasih nyelonong pergi begitu saja huh..."gerutu nindi dengan senyum sinis pula.
"nindi....dan....aditya...kenapa bisa mereka berdua...?brengsek...aku tidak menyadari nya sejak awal..."
ucap arga dari dalam mobil nya yang melihat aditya baru saja berjalan pergi dari sisi kekasih nya.
"pak...kamu cari tempat parkir...aku turun di sini,"
"sayang...kamu kenapa disini?ini?makanan kamu yang makan sendiri?"tanya arga tiba tiba setelah ia sampai di sisi nindi dan duduk di sampingnya di tempat aditya barusan.
"arga...kamu di sini?"tanya nindi tiba tiba saat arga tiba tiba duduk dan menghujani nya dengan pertanyaan pertanyaan.
"aku tadi ke kantormu ga...mama nyuruh bawain makan siang buatmu...tapi aku berpapasan denganmu yang ke buru naik mobil dari depan kantor...aku panggil panggil kamu nggak dengar...jadi ya...aku kehilangan jejakmu...terus...dari pada nih makanan nganggur pulang ke mama lagi...ya...aku makan aja deh disini...dan...tadi ada cowok sih...kayaknya nggak kesulitan ekonomi ga...tapi dia pingin makanan yang aku makan...jadi ya...aku kasihkan aja...toh mama buat nya untuk porsi dua orang ga...apa kamu lihat tadi?"tanya nindi tiba tiba di sela ceritanya.
__ADS_1
"aku lihat dari dalam mobil sayang...kamu tahu cowok itu nggak?"tanya arga lagi.
"dia sih tadi bilangnya...siapa ya...kok aku nggak ingat...oooh...aditya...iya ga...namanya aditya ga..."
ucap nindi sambil mengingat ingat nama cowok yang tadi bersamanya.
"kenapa ga?kamu kenal si aditya ga?"tanya nindi lagi.
"lebih dari kenal sayang...lebih baik kamu jangan sampai bertemu atau berpapasan dengan dia lagi sayang...lebih baik...kalian harusnya nggak ketemu,"ucap arga lebih serius dari yang nindi pikirkan.
"ga...kamu nggak lagi cemburu kan?jangan bilang iya ya ga..."tanya nindi yang membuat arga tersenyum dengan tampannya.
"kau juga nggak akan percaya kalau aku bilang benar benar sangat cemburu sayang,"ucap arga lagi lagi dengan nada sangat seriusnya yang entah mengapa membuat pipi nindi menjadi merona karena malu bercampur senang.
"sayang kau kepanasan?apa kau sakit?"tanya arga sambil mencoba menempelkan punggung tangan nya di kening nindi dan berganti telapak tangannya di pipi kekasihnya itu.
"aku nggak apa apa ga..."balas nindi.
__ADS_1
"tapi...wajahmu merah sayang..."ucap arga lagi.