
rendi tahu istrinya sedang masuk ke ruang kerjanya sekarang.
tiba2 seketika wajah rendi pun berubah....ia tersenyum memandang istrinya,
sambil jari telunjuk ada di bibirnya.
mengisyaratkan anin untuk diam karena ia sedang rapat.
tiba2 semua orang yg ikut rapat pun terheran2 saat melihat ekspresi pimpinannya berubah drrastis.
benar2 terpampang di layar lebar ruang kantor tersebut.
semua orang saling bertatapan satu sama lain tak mengerti.
keajaiban apa sebenarnya yg terjadi hingga ekspresi wajah atasannya itu berubah 180 derajat dengan waktu hitungan detik saja.
anin yg membawa kue dan kripik kentang pun menyodorkan di sebelah meja kerja suaminya dengan senyum merekahnya.
suaminya pun mengisyaratkan untuk menaruhnya di atas meja sebelah laptopnya.
anin pun menuruti suaminya,diletakkannya tatakan yg berisi kue2 dan kripik kentang itu di meja dekat laptop
suaminya.
lalu ia berlalu akan keluar ruang kerja suaminya.
tak lupa ia menutup pintunya,
kini wajah rendi pun berubah ekspesi lagi.
membuat atmosfir sekeliling staf mencekam lagi.
tiba2 dengan cepat,
anin membuka pintu ruang kerja suaminya lagi,
sambil menyembulkan kepalanya masuk,ya...hanya kepalanya yg nongol ke dalam ruang kerja.
rendi pun terkaget2 dengan tingkah istrinya itu.
lalu anin memasukkan tangannya dan memberi isyarat 2jari jempol dan telunjuk yg di silang.
(kalau anak muda bilang itu si ungkapan cinta).
lagi2 ekspresi wajah rendi membuat semua bingung.
rendi yg sudah saaangggat gemas dengan tingkah istrinya.
__ADS_1
berdiri dari kursi nya,
berjalan cepat menuju arah istrinya,
membuka pintunya hinga terbuka,
dan menyahut tangan istrinya dengan lembut,
yg membuat anin terkaget2,
kenapa suaminya bisa dengan cepat tiba di dekatnya.
rendi menarik masuk istrinya ke dalam ruangan.
menutup pintunya dan menempatkan istrinya mepet ke tembok sebelah pintu.
kini wajah keduanya sudah berhadapan sangat2 dekat.
sedangkan meja kerja rendi ada di belakangnya.berlawanan arah dengan rendi berdiri sekarang.
suasana hening....di kantor rendi pun semua staf
bertanya2 dan mencoba mencuri dengar namun hening.
anin ingin bersuara,namun jari telunjuk rendi menghadangnya tepat di tengah bibir anin.
lalu rendi mendekatkan wajahnya ke telinga anin.
"sayang...selain menggodaku dan membuatku gemas....kau juga punya hobi baru ya...membuatku ingin memakanmu",
geram rendi pada istrinya.
yg membuat anin sedikit memiringkan kepalanya.
rendi berusaha menyelipkan wajahnya,namun anin berusaha menolaknya,
lalu rendi hanya mengusap2nya,
ternyata membuat istrinya terpekik.
"aaakh..."
ucapnya lantang,
yg lansung di dengar semua orang yg ikut dalam rapat.
namun ada suara tak ada wujudnya.
__ADS_1
mereka semakin menerka nerka...
sebenarnya apa yg sedang terjadi.
tapi jawabannya nihil.
rendi yg menyadari pekikan istrinya langsung mencium bibirnya.
"tuk"
mengetok ringan kening anin.
lalu membukakan pintu untuk istrinya.
membimbing nya keluwar,
namun lagi2 saat istrinya hendak berlalu....
rendi mancegah dengan menarik pelan tangan istrinya,
hingga langkah anin terhenti dan menoleh pada suaminya,
"'apa??ada apa lagi?,"
tanya anin.
"jika kau masuk lagi keruang kerjaku,dan membuatku berlari menghampirimu...kupastikan akan menghukummu tanpa ampun",
ucap rendi dengan nada khas nya.
anin yg mendengar pun lang sung nyengir sambil mengelus perutnya,
"jangan menantangku lagi..."
kata rendi dengan wajah yg serius.
anin hanya berlalu dengan kening mengkerutnya.
ia mengingat2 beberapa waktu lalu,
ia juga mencoba bercanda dengan suaminya,tapi malah
di anggap tantangan oleh suaminya.
anin hanya meneguk ludahnya.
merasakan perasaan yg hampir sama
__ADS_1