Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
raja kerajaan mafia


__ADS_3

"dasar brengsek...playboy...selamanya playboy...nggak akan bisa berubah,bisa bisanya aku percaya dan menetapkan hati padanya."dengus sakit hati nindi dengan tangan yang menyeka air mata yang sesekali menetes meski ia coba menahannya.


sesaat satria menatap nindi yang mematung dan terlihat begitu sedihnya,dan ia juga menatap layat tv yang di tatap nindi pula.sekali saja ia langsung tahu ada apa antara keduanya,dan syukurnya ia datang di saat yang tepat.


sontak satria pun memanfaatkan kesempatan itu untuk memeluk nindi yang sedang bersedih.


"nindi...dia tidak pantas menerima cintamu,jadi...lupakan dia."ucap satria di sela pelukannya.nindi yang saat itu butuh pelukan,seketika menyambut dan menangis tersedu sedu di pelukan satria.


"ayo pulang...aku yang nyetir...aku nggak mau kamu tabrakin orang apa lagi kamu cemplungin got."


ucap satria yang berharap nindi tersenyum.


namun nindi hanya terdiam dan tersenyum palsu di bibir nya.ia langsung ngeloyor masuk ke dalam mobil saat satria membukakan pintu mobil untuknya.


satria pun melajukan mobil itu menuju rumah nindi,satria tidak ada tempat yang di tuju selain rumah nindi.


ia sudah di anggap keluarga oleh keluarga om rendi wijaya.sepanjang perjalanan nindi hanya menunduk dengan air mata yang sesekali menetes dan ia seka dengan ibu jarinya.


"nindi...kamu nggak apa apa?aku harus menghiburmu seperti apa agar kamu bisa tersenyum kembali?"


ucap satria dengan hati yang terluka.ia...ingin sekali saat itu mengungkapkan rasa cintanya pada nindi.tapi ia takut...pengakuannya akan membuat renggang hubungan keduanya.

__ADS_1


ia hanya memilih diam dan menyimpan perasaannya dalam dalam.


"sat...bawa aku ke tempat...dimana aku bisa teriak sat...aku sangat ingin memaki dia saat ini."ucap nindi dengan masih terisak.dan satria pun mengerti,ia dan nindi pernah ke tempat itu saat sekolah dulu,pasti tempatnya masih...atau mungkin sudah berubah,satria hanya bisa mencobanya saja.dan merubah jalur yang mulanya menuju rumah nindi.menjadi jalur lain.


di tempat rendi dan anin berlibur.


keduanya masih menikmati aktivitas di atas ranjangnya,


bersantai...sedangkan anin terlelap.


sontak rendi seperti tercekik saat melihat berita tv yang ia lihat,ia hampir tidak percaya pada penglihatannya itu.


"nindi...kamu kah yang membuat ulah?semoga kamu tidak berbuat fatal nindi..."gerutu rendi sambil meraih ponselnya dan mencoba menghubungi sekretarisnya.


"nindi...sebenarnya apa yang telah kamu lakukan nak?"


dengus khawatir rendi di sela menunggu telephone tersambung.


"halo...iwan...gimana kondisi perusahaan?"tanya rendi dengan penasarannya.


"baik baik saja bos...bos liburan yang tenang ya...nanti kalau ada yang serius iwan kabari bos..."ucap sekretaris rendi yang menenangkannya.

__ADS_1


"huuuft...syukurlah..."dengus lega rendi yang di barengi menutup panggilannya.


"sayang...aku nggak tahu...sampai arga membiarkan dirinya di gosipkan seperti itu...pasti ada sesuatu."


ucap nya dengan lirih di samping istrinya yang tertidur.


lalu rendi mengecup kening anin dan ikut merebahkan tubuh di samping istrinya berada.pikirannya masih belum tenang.


di tempat aditya.


ia tidak melihat televisi,namun ia mendengar kabar dari anak buah nya.


"dasar arga...kumat lagi playboy nya...wanita itu sama saja...dimana mana hanya menyusahkan saja."


ucap aditya yang mencoba menghubungi arga pada ponselnya.


"halo kakak...ada apa?"jawab langsung arga saat ia menerima telephone dari kakaknya.


"ga...kamu patah hati?dari awal kakak sudah bilang...jangan libatkan hati dengan perempuan...tapi kamu bilang apa...katamu kamu mencintainya...sekarang...kamu dapat apa dari cinta itu?"


tanya aditya semakin membuat dalam koyakan di hati arga.

__ADS_1


"benar kak kata mu...dan lagi...jangan menambah garam di atas lukaku."ucap arga dengan sadisnya,lalu mematikan panggilan telephone kakaknya.


sontak aditya pun terkejut dengan perubahan sikap arga yang tiba tiba menjadi sadis dan dingin.kini arga bukanlah arga yang mampu ia ajak bicara,bukan arga yang selalu mendengar setiap ucapannya.ia adalah si sadis raja dari kerajaan mafianya...yang tidak segan mematikan lawannya.


__ADS_2