
"dokter bilang tak ada apa-apa dengan istri saya,semua normal...kenapa anda ingin bicara berdua saja??"
tanya rendi keheranan.
"maaf pak rendi...saya tadi mengira anda hanya seorang dosennya saja...karena saya merasa hal ini adalah masalah pribadi...jadi saya ingin menyampaikannya pada yang bersangkutan,"kata dokter menerangkan.
"lalu??"
tanya rendi denan penasaran.
"istri anda sedang hamil pak rendi tapi saya belum bisa memastikannya,anda harus periksa lebih intens di spesialis kandungan pak..."ucap dokter jaga menganjurkan.
seketika rendi melonjak kegirangan,
refleks ia merangkul dokter tersebut,lalu berucap syukurnya berulang kali,
kemudian dihampirinya anin yang masih berbaring dan belum membuka matanya.
"dok kenapa istriku belum bangun??"
tanya rendi khawatir,
"tidakak apa-apa pak...istri anda hanya tertidur saja...sebentar lagi pasti bangun..."
kata dokter.lalu izin pamit pergi.
tiba-tiba terdengar suara kaki berlari mendekat dengan nafas ngos-ngosan,
"pak rend...anin kenapa pak?"
tanya neta yang masih mencoba mengatur nafasnya.
"kamu neta kan??"kata rendi seketika saat neta sudah di dekatnya.
"kok bapak tahu???"
kata neta heran...
"kamu yang sering mengganggu saat kami sedang bersama,"kata rendi sengaja.
"lhoooh kenapa saya yang jadi pengganggu?saya saja tidak tahu bapak bersama siapa?"
tanya neta terheran sambil memegang perutnya mengatur nafasnya.
namun tidak di jawab rendi,
__ADS_1
"toh tidak penting,"pikir rendi.
"kamu kesini ngapain??"
tanya rendi...
"bapak yang ngapain?saya jelas teman anin..."
kata neta menerangkan dan sedikit heran dengan tingkah dosen ganteng nya itu.
"sudah deh bapak tinggal saja...biar saya yang ganti jagain anin..."
kata neta sambil mendekat ke samping anin.
lalu neta tak percaya atas apa yang di lihatnya,
tangan kanan rendi menggenggam tangan kiri anin.
di tatapnya lekat-lekat ke dua tangan itu memakai cincin yang sama persis di jari manis keduanya,
"pak...kenapa bapak punya cincin sama dengan anin??"
tanya neta ingin tahu,bahkan benar-benar di liputi rasa penasaran.
"jangan bilang kalian....."
"sudah kubilang kan tadi...setiap aku bersama anin...kamu yang slalu mengganggu!"
rendi mengulang kata-katanya yang tadi.
"mak....maksud bapak....anin pacar bapak??"
kata neta yang terbata-bata dengan penuh tanya...
namun sebelum rendi menjawab...anin mulai sadar...pelan-pelan ia membuka mata,
"sayang...kamu sudah sadar..."
ucap rendi dengan bahagianya,sambil tangan hangatnya mengelus pipi anin,
neta yang melihatpun tak habis pikir,hanya bisa melongo...
dan terbelalak tak mampu bersuara.
lalu anin yang melihat suaminya di dekatnya,langsung saja terbangun dan memeluk erat tubuh suaminya,
__ADS_1
"aku takut kak rend...aku sangat takut...semua gelap tadi...aku lemah...dan tak ingat apapun...jangan tinggalkan aku kak...temani aku..."
keluh anin di sela isakan nya di dada suaminya itu.
"sudah sayang...jangan khawatir...semua baik-baik saja...tidak ada yang perlu di khawatirkan..."
kata rendi agar istrinya tidak mikir macam-macam,sambil di peluknya erat,tak lupa ia pun mengecup mesra kening istrinya tanpa malu meski rendi tahu neta pasti menatapnya.namun rendi tidak peduli lagi.
anin masih tidak sadar,neta menatapnya dari tadi,dengan rahang hampir menyentuh lantai(ibaratnya seperti itu),
"sudah dong sayang nangisnya...kemejaku jadi basah kan...ini kena air mata apa ingus??"
goda rendi pada istrinya,agar anin tersenyum.
namun anin malah memegang wajah suaminya dengan ke dua tangannya.mendekatkan wajahnya kemudian mengecup bibir suaminya,
sontak,
"wooooeeee....disini orang...bukan patung..."
teriakan neta membuat anin terperanjat hampir jatuh dari tempatnya.
"apa aku salah masuk lorong waktu ni??apa disini ada pembuatan drama tv?atau jangan-jangan aku lagi masuk ke dalam komik?"
sungut neta yang sedikit marah pada anin tentang apa yang di rahasiakannya.
"netttaaaa....sejak kapan kau disini???"
tanya anin benar-benar terkejut.
"sejak kalian pegangan tangan,pelukan sampai ciuman,"
jawab polos neta.
"lalu???"
tanya anin lagi,
"lalu...aku mau pergi saja...aku tidak mau ganggu deh,lanjutkan buat drama nya..."
ucap dongkol neta,
"anin...aku tuh sedih banget...malu pula,saat kemarin waktu bilang (kamu setelah aku),"
kata neta lalu ngeloyor pergi.
__ADS_1
"maaf neta...."
kata anin memelas namun tidak di gubris oleh sahabatnya itu.langsung saja neta ngeloyor pergi begitu saja.