
pagi ini tidak seperti biasanya,biasanya anin sudah mengatur sarapan pagi untuk suami dan puterinya,tapi pukul delapan pagi ini anin masih betah meringkuk di bawah selimutnya,matahari pun tidak secerah kemarin.redup dan terkesan mendung menutupi sebagian langit dan menghalangi cahaya matahari yang akan keluar,yang makin membuat anin betah.
"sayang...mama kamu mana?"tanya rendi pada puterinya karena biasanya jam segini isterinya sudah sibuk menata makanan di meja makan,dan malah tumben nindi yang terlihat disana membantu bibi menata makanan di atas meja makan.
"mama masih di kamar pah...coba papa lihat aja deh...tadi pas nindi bangun...mama masih tidur,jadi nindi nggak bangunin deh pah,"ucap nindi pada papa nya.
"ya sudah sayang...papa mau ke atas dulu lihat mama mu,"ucap rendi yang baru pulang jonging dan berlalu pergi menuju kamar nya di lantai atas,karena semalam anin dan nindi tidur di kamar anin,joging adalah aktivitas utama di setiap pagi nya.meski sudah berumur empat puluh tahun lebih...rendi tetap gagah bahkan dadanya lebih bidang dari arga,untuk perutnya masih sama,kotak kotak seperti olahragawan pada umumnya,
dan wajahnya...jangan di tanya lagi...matang sempurna.
jika di sandingkan dengan arga...persis seperti kakak beradik.sedangkan anin dan nindi pun sama,meski lebih cantik nindi dan lebih modis nindi,anin benar benar wanita yang kalem dan pengertian.
__ADS_1
"tok tok tok,"rendi mengetuk pintu kamar nya sendiri.
namun tidak ada sahutan,sehingga ia pun langsung membuka pintu itu secara perlahan,kakinya terhenti saat di lihatinya anin masih pulas tidur di atas tempat tidur dengan nyenyaknya.
lalu ia putuskan untuk mendekat ke arah isterinya yang sedang berbaring itu,perlahan ia melangkah ke samping tempat tidur anin,lalu ia jongkok di sebelah nya,matanya menatap wajah isterinya yang seperti kelelahan itu,
"sayang...ini sudah hampir siang...waktunya sarapan...ayo temani aku sarapan sayang..."bisik rendi di telinga isterinya agar isterinya itu tidak kaget,sambil mengelus pipi isterinya dan hampir menciumnya,bibir nya hampir menempel,
"huuuuooookkk.....huuuuoook.....huuuoookkkk...."sontak anin mual mual dan terperanjat dari tidur nya,sambil membekap mulut nya ia berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan udara dari dalam tenggoroknya,karena tidak ada yang di muntahkannya selain hanya mual mual saja.
tanya rendi yang sudah berdiri di pintu kamar mandi dan terhenti di sana,karena tangan isterinya itu sudah terlebih dahulu menyetopnya,anin memberi isyarat dengan satu tangan terangkatnya tanda ia tidak boleh mendekat lebih jauh lagi,namun di wajah rendi terlihat cemas di sana.
__ADS_1
sangat cemas lebih tepatnya.
"pah...aku langsung mual saat kau mendekat,kenapa ya pah?"tanya anin dengan keheranannya.
dan seketika rendi berusaha mendekat pada isterinya lagi.
"pah...aku mohon...aku sudah lemas mual mual pah..."ucap anin lagi dengan sambil mundur akan menghindar suaminya.
"kenapa sih sayang?apa aku bau kecut karena belum mandi ini atau...jangan jangan kamu hamil lagi sayang?"
ucap rendi seketika yang membuat keduanya terkejut dan melebarkan mata nya.
__ADS_1
"kak...hamil dari mana...kamu selalu pakai pengaman kan...dan aku...aku sudah terlalu tua...hamil hamil...nggak mungkin pah..."ucap anin sambil akan melewati suaminya dan lagi lagi ia mual lagi.makin parah sampai ia lemas karena mual mual di pagi itu.ia lunglai di lantai dan seketika rendi dengan sigap menangkap tubuh isterinya itu dan menyangganya.
"maaf sayang...sebenarnya...pernah sekali aku lupa tidak memakai pengaman,karena...aku ingin merasakan sensasi tanpa itu..."ucap rendi tiba tiba yang membuat anin terbelalak saking kagetnya.