
Jalanan area dekat rumah Rendi terlihat sangat lengang, Bahkan sangat damai dan tentram, Karena pada saat jam seperti saat itu, Biasanya para bapak rumah tangga, Semua masih pada belum pulang dari tempat kerjanya, Dan terlihat Nindi dengan langkah gontainya baru keluar dari area pelataran rumah tetangga, Yang jaraknya hampir tujuh rumah dari rumahnya, Sedangkan yang jauh jauh...sudah di antar oleh orang suruhan papanya, Nindi membantu, Karena ia ingin mengusir kejenuhanya.
Sampai sebuah mobil tengah berhenti di sampingnya tepat, Saat ia berada di tepi jalan raya dan berjalan akan menuju ke rumahnya lagi.
"Tin....tin..." Suara bunyi klakson ringan yang mobil sport itu bunyikan, Lalu tampak seorang lelaki tampan dengan senyum menawanya yang Nindi lihat saat kaca jendela mobilnya baru di buka.
"Sayang...." Sapa Arga saat ia dapati sang kekasih tengah berjalan dengan langkah gontainya, Dan segera saja ia membuka pintu mobilnya dari dalam, Arga mempersilakan Nindi untuk ikut serta masuk kedalam mobilnya. Dan segera saja senyum Nindi tersungging di bibir tipisnya, Begitu manis saat Arga melihatnya, Ia pun kemudian ikut masuk ke dalam mobil kekasihnya itu dan duduk di sebelah kemudi Arga.
"Capek ya sayang?" Tanya Arga saat ia tahu Nindi habis ikut serta membagi bagikan bingkisan pada para tetangganya, Dan Nindi hanya menggeleng sambil masih menyunggingkan senyumanya,
"Kamu udah makan?" Tanya Nindi seketika saat ia menatap Arga yang sepertinya kurusan, Dan Arga hanya menggeleng tanda ia memang belum makan, Dan itu jujur Arga katakan.
"Sama...aku juga belum makan...aku nungguin kamu datang..." Ucap Nindi sambil memeluk lengan Arga di sana,
"Akh..." Ucap Arga saat ia rasakan pundaknya nyeri terasa, Dimana gebukan bundanya tadi mengenai area sana pula, Hingga sontak membuat Nindi terjaga dan menatap heran pada kekasihnya, Segera saja Nindi melepas perlahan pelukan tanganya dari lengan Arga.
"Apa? ada apa?" Tanya Nindi seketika dengan penasaranya. Namun Arga hanya memggeleng sambil tersenyum saja.
__ADS_1
"Ga...aku jelas jelas dengar kamu kesakitan tadi...ada apa?" Tanya Nindi lagi yang membuat Arga mendengus dalam dalam.
"Akh...sayang...itu...gara gara pernak pernik bayi yang kemarin aku bawa pulang...bunda salah paham...dikiranya kamu hamil...aku di gebukin deh...akh...badan aku sakit semua..." Ucap Arga menerangkan dan belum menjalankan mobilnya.
"Kasihanya kamu sayang...oke biar nanti aku minta bibi buatin jamu andalan mama ya...!" Ucap Nindi dengan antusiasnya, Ia merasa Arga membutuhkan jamu tersebut.
Namun ekspresi Arga berbeda, Ia mendelik sambil menelan ludahnya sekali telan saja. Matanya pun terlihat sedikit membelalak dan tidak percaya Nindi berkata demikian.
"Aaakh....aku nggak apa apa sayang...udah lupain saja...aku nggak doyan jamu...please jangan paksa aku ya sayang...cukup kamu pijitin aku aja deh...aku jamin aku nggak akan ngeluh kok...atau...nggak di pijitin juga nggak apa apa kok sayang...aku udah nggak apa apa beneran..." Ucap Arga yang ingin sebisanya menolak jamu turun temurun mama Anin itu.
Hingga Arga melajukan mobilnya lagi, Menuju ke kediaman Rendi Wijaya. Dan Nindi pun mencoba mengerti sang kekasih. Hingga sampailah mobil yang di kendarai keduanya di depan rumah megah yang tengah di tuju tersebut. Dan keduanya pun segera masuk kedalam, Dimana Nindi langsung mengajak Arga menuju ke meja makan, Namun Arga memilih untuk melihat mama nya terlebih dulu, Arga memberi salam pada calon mertuanya itu, Dan lagi...Arga merindukan si bayi Evan yang ternyata sudah tertidur dengan pulasnya, dimana asi Anin sudah mulai lancar dan hanya sesekali saja di bantu dengan susu formula, Dan setelah benar benar lancar, Pastilah hanya Asi yang Anin akan berikan pada puteranya tersebut, Seperti dahulu yang ia lakukan pada Nindi juga.
"Sayang papa kemana?" Tanya Arga saat tidak ia dapati papa calon mertuanya, Karena saat Arga akan bertanya pada mama tadi di dalam, Takut akan mengganggu tidurnya si kecil Evan.
"Akh...papah lagi ada urusan sebentar ga...karena sudah beberapa hari tidak ke kantor, Kerjaan papa juga sedikit menumpuk...papa hanya ngecek saja tadi sih bilangnya, Pasti akan cepat pulang lagi", Ucap Nindi sambil menyerahkan piring yang berisi makanan pada Arga, Dan dengan segera Arga pun menerimanya, Namun Arga malah menambahkan banyak nasi dan lauk lagi di atasnya, Hingga Nindi menatapnya dengan perasaan tidak percayanya.
"Hah...sejak kapan Arga se banyak itu makanya?" Ucap Nindi dalam hatinya, Dan tatapanya yang seakan tidak percaya sampai terkejutnya, Itu pun membuat Arga tersenyum menatapnya.
__ADS_1
"Tuk", Arga seketika mengetuk kening Nindi yang menatap gerak geriknya dari tadi dengan lekatnya.
"Aku tahu apa yang ada di otak kamu sayang...kamu pikir aku kuat makan se banyak ini? aku ingin makan sepiring berdua denganmu...sini..." Ucap Arga sambil mengambil piring yang ada di depanya dan menggandeng tangan Nindi bersamanya, Senyum Nindi seketika terkembang manis disana. Dimana ia sadari pikiran konyolnya yang membuatnya terlihat bodoh di depan sang kekasih.
Arga dan Nindi akhirnya memutuskan untuk menikmati makananya di ruang keluarga, Keduanya duduk lesehan di bawah sembari menatap televisi, Dan sesekali terlihat keduanya saling menyuapi satu sama lain. Terlihat sangat bahagia dan mesra,
Di apartemen Aditya, Ifa terlihat tengah memasak menu makanan yang begitu banyak, Hingga membuat sang suami keheranan pula menatapnya.
"Sayang...perasaan hari ini malam minggu bukan? apa nggak enaknya kalau makan di luar sambil jalan jalan saja sayang? kenapa repot repot masak sih?" Ucap Aditya sekaligus bertanya pada sang istri,
"Bby...kita bisa malam mingguan setiap saat bukan? namun saat bunda di sini setiap malam minggu kan jarang jarang Bby...jadi...malam ini kita ajak bunda malam mingguan bersama ya?" Ucap ifa yang langsung membuat sang suami tak bisa membalas kata kata nya, Karena memang benar adanya.
"Hmmmmz....iya iya...gimana baiknya menurutmu aja sayang...okay..." Balas ucap Aditya yang mengiyakan apa yang telah di rencanakan sang istri.
"Sayang...nggak sebaiknya kita lihat rumah baru kita yang udah jadi ya? aku udah kepingin ngajak kamu pindah loh sayang..." Ucap Aditya lagi yang ingin melewati malam berdua dengan sang istri saja.
"Itu besok aja ya bby...sambil lihat adeknya Nindi kita lanjut kesana...okay!" Ucap ifa yang lagi lagi membuat Aditya terdiam dan hanya bisa mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
Hingga malam itu, Saat ifa dan Aditya tiba di apartemen Arga dengan membawa kotak besar bekal makanan, Terlihat Arga dan Nindi yang akan mengajak bundanya keluar bersama pula. Hingga akhirnya ke lima orang tersebut melewati malam mingguan bersama sama, Di sebuah taman kota yang lumayan ramai meski begitu luas, Dengan bentangan tikar yang di bawanya, Dan bekal makanan yang ifa bawa, Serta makanan yang Nindi bawa pula dari rumah, Setelah mama Anin menyarankan untuk puteri dan calon menantunya itu mengajak bundanya malam mingguan di luar, Karena jarang jarang bunda ada di dekat keduanya seperti saat itu.