
terlihat Arga menggeleng gelengkan kepalannya kekiri dan ke kanan agar ia masih terus terjaga dalam kesadarannya.
selama ini Arga tidak pernah minum minuman keras jenis apapun sekalipun, dan kali ini hanya anggur buah...namun kepalanya bisa se puyeng itu.
ia mulai melepas pakaian nindi dan matanya pun sayup sayup menatap nya, tidak jelas sama sekali, hanya sedikit parfum bercampur bau muntahan nindi disana,
arga ingin sekali memandikan nindi saat itu namun sepertinya ia pun sudah tidak sanggup lagi untuk melakukan aktivitas, mengganti pakaian nindi sudah membuatnya akan ambruk, namun ia berusaha menguatkan dirinya.
selesai memakaikan baju kekasihnya ia pun lalu membopong tubuh nindi menuju ke tempat tidur, ia melemparkan begitu saja tubuh nindi disana, sunghuh akal nya sudah tidak ada, yang ada hanya pusing dan ingin sekali tidur, lalu ia pun turut naik ke atas pembaringan, ia membaringkan tubuhnya di samping nindi dengan tanpa sadar nya, entah mengapa tangan gadis itu memeluknya begitu erat, sangat erat, hingga arga mulai sesak dan terengah. wajahnya menoleh ke samping dimana ia temui gadis cantik yang samar samar, baginya kecantikannya bak bidadari yang samar ia tatap.
Hingga tanpa sadar ia meraihnya dan mulai menciumnya untuk beberapa saat, hingga ia tersentak ketika hal yang ia lakukan seperti mimpi tersebut membalas ciumannya.
"nindi...kenapa kau selalu ada di mimpiku di setiap malamku sih sayang?"ucap lirih arga yang ia kira hanya sebuah mimpi, lalu tanpa aba aba ia langsung menghujani wajah sampai leher kekasihnya itu dengan ciumannya.
"whooooo....whhhoooo.....ini tidak benar...aku yakin tidak...!"
ucapnya yang langsung menyudahinya dan ikut terlelap di samping kekasihnya.
hingga pukul tiga dini hari arga merasa ingin ke kamar mandi, kini ia benar benar sudah pulih dari pusingnya yang hanya tinggal sedikit saja. dan masih belum sadar nindi ada di sampingnya berbalut selimut tebal dan hanya terlihat ujung rambut dan ujung kakinya saja.
Arga melangkah masuk ke dalam kamar mandi, untuk beberapa saat ia di dalam lalu keluar dari sana.
Matanya terbelalak menatap sesuatu yang janggal di atas ranjang nya. kedua tangannya membekap mulutnya kuat kuat seketika.
__ADS_1
"apa ini?siapa?siapa yang menyusup ke dalam kamarku?apa ini ulah kakak?aaaakh....nindi...iya aku lupa semalam nindi disini...astaga aku harus apa sekarang??" ucap Arga yang begitu kalang kabut di buatnya.
perlahan tangannya menyingkap selimut dari atas tubuh nindi, dimana disana ia melihat paha mulus tanpa benang dan wajah lelap gadis yang ia cintai.
dan matanya makin melebar saat ia dapati bercak darah cokelat disana yang sedikit lebih banyak menghiasi seprei putihnya.
"haaaah...nggak mungkin!aku nggak mungkin melakukannya bukan?nggak nggak nggak....terus...itu darah apa?apa aku sudah nggak waras dan tiba tiba menggores tanganku dengan pisau?nggak...nggak mungkin!" ucap arga dengan bodohnya, padahal nindi saat itu hanya sedang datang bulan saja,karena tubuhnya merasa hangat semalam makannya nyerinya pun berkurang.
Arga terbelalak apa lagi saat nindi menggeliat merubah posisi tidurnya, mulut arga makin menganga saat ia melihat bekas ciumannya yang masih terlihat jelas disana.
Persisnya di sebagian leher nindi.
"bruuuuk!!" Arga terjatuh menubruk tembok di belakangnya karena perlahan melangkah mundur mundur, dan terduduk seketika lunglai disana, Ia menyandarkan punggungnya di tembok dengan kedua kaki menekuk, Ia memeluk kedua kakinya dengan kedua tangannya. Dan kepala menunduk kebawah bersandar pada lututnya yang tertekuk.
Di tempat anin dan Rendi, Terlihat Anin begitu cemas karena putri semata wayangnya tidak pulang semalam, dan anin benar benar hafal jika saat itu pastilah tepat waktunya putrinya datang bulan, Biasanya ia kesakitan karena tidak tahan sakit, Pikirannya macam macam, Ia khawatir apa jangan jangan ia tidak pulang dan menginap di tempat Arga karena ia kesakitan...namun krnapa tidak memberi kabar...membuat anin begitu cemas dan khawatir.
"pah...anak gadis lagi waktunya datang bulan...kok diem aja di rumah...jangan jangan ia sudah nyusahin Arga...ayo dong di jemput pah..." Ucap Anin dengan sangat khawatirnya.
"iya sayang....aku jemput...awas jangan setres...jangan mikir macam macam...ingaat kamu lagi hamil sayang...jangan sampai tertekan...habis ini mau kesana...oke sayang..."
ucap Rendi yang begitu menenangkan, Anin hanya khawatir jika nindi membuat Arga kalang kabut, dan memang kenyataannya memang saat itu Arga lebih dari kalang kabut.
Di atas ranjang Arga, nindi mulai terbangun dan membuka matanya, perlahan lahan ia mengerjap ngerjapkan kedua matanya hingga terbuka sempurna. ia memiringkan tubuhnya menatap segala arah dimana ia dapati Arga terduduk di samping pintu kamar nya dan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"aaakh...sakiiit perutku...sakit ga..." ucap nindi seketika saat menyadari tamu bulanannya memang datang.
"ga...bantu aku ke toilet ga...." ucap nindi dengan tangan yang meraih raih ingin memegang sesuatu.
"aaakh nindi!!" ucap Arga seketika yang benar benar terkaget di buatnya. ia bergegas bangkit dari jongkoknya lalu berhambur menuju ke arah nindi yang masih terbaring dengan menekan perutnya.
"sakit ya?mana yang sakit?yang bagian bawah ya?"
tanya arga yang sok tahu, seperti yang ia lihat di film film setah melakukan itu untuk pertama kalinya bukankah merasa kesakitan. Dan nindi pun mengangguk tanda memang perut bagian bawah nya memang begitu sakit.
"aaakh...maaf sayang...maafkan aku..." ucap Arga seketika, sambil mencium kening nindi disana.
"jangan minta maaf...cepat bawa aku ke kamar mandi...ga cepet..."ucap nindi yang seketika membuat arga tersadar dan langsung membopong tubuh kekasihnya itu ke kamar mandi.
"aku sudah gila...benar benar gila...kenapa bisa bisanya aku melakukan itu pada orang yang aku cintai." ucap arga di dalam hatinya dan tanpa sadar bulir bening air matanya jatuh dari ujung ujung matanya.
dan nindi pun merasa keheranan pada sikap kekasihnya itu.
"apakah arga terserang virus bodoh?kenapa ia menangis saat melihatku kesakitan karena datang bulan?apakah kelak ia akan menangis setiap bulan jika menyaksikanku kesakitan seperti ini?" ucap dalam hati nindi sambil menatap wajah Arga karena ia masih di gendongan Arga.
"aaaakh...tapi ini benar benar menyakitkan...mama...sakit!!"
ucap nindi dengan sedikit dengusan dan gigi yang menyatu bergemeretak manahan nyerinya.
__ADS_1