Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
kejutan


__ADS_3

rendi di tarik gilang agar melihat kejutan yg sudah di siapkan aslan untuk gilang dan anin.


rendi di beri arahan...


begitu juga orang2 yg ada di sana.


lalu hp rendi berbunyi,


"kakek....sudah sampai mana??"


tanya rendi.


"sudah dekat...mungkin 5 menit lagi sampai",


kata kakek tiba2 yg membuat semua orang panik dan gugup.


karena semua orang sudah profesional...maka di jalankannya lah seperti yg di inginkan rendi.


semua orang berada di pinggir karpet merah yg ada tepat di atas gedung pencakar langit itu.


sedangkan rendi duduk di kursi ujung karpet dengan ikatan besar...mawar putih kesukaan istrinya,di depannya ada meja bundar lumayan besar dengan hidangan khusus untuknya,


steak daging sapi yg besar dan tebal,lebih besar dari ukuran biasanya,


karena rendi tahu kekuatan makan istrinya.


di tengahnya tertata 3lilin yg tidak sejajar


dan di nyalakannya lilin tersebut.


lampu mulai di padamkan benar2 padam gelaaap gulita.


hanya cahaya lilin yg menerangi samar2 wajah rendi disana.


sedangkan para penonton yg minggir benar2 tidak terlihat.


anin dan kakek mulai menaiki lif menuju gedung paling tinggi.


"kek....kenapa sepi tadi waktu masuk??"


tanya anin pada kakek.


"nak...acaranya kan di gedung paling atas...y yg rame disana ntar..."


kata kakek menerangkan.


anin hanya mengangguk tanda mengerti.


anin benar2 tak tahu kenapa ia merasa aneh...


ia gugup...


"kenapa nak???kau tak apa apa??"


tanya kakek yg dari tadi melihat cucu mantunya gelisah.

__ADS_1


"aku baik2 saja kakek..."


ucapnya menenangkan kakek.


tak begitu lama mereka pun sampai tempat yg di tuju.


gedung paling atas.


perlahan anin berjalan menaiki anak tangga yg lumayan untuk mencapai puncaknya.


sampai lah di pintu tempat acara.


"kek....bener ini tempatnya??"


tanya anin sambil menoleh kakeknya.


kakek hanya tersenyum mengangguk.


"kakek yg bener??...disini sepi keeek...anin mau balik aja",


ucap anin sambil berbalik hampir berjalan turun.


"ayuk temani kakek",


ucap kakek pada anin.


anin yg mendengarpun langsung menghentikan langkahnya.


berjalan mendekati kakeknya.


"baiklah...anin temani kakek kalo gitu",


anin merasa ada yg salah...tapi entahlah...


kakek membuka lengannya,isyarat membimbing anin agar berpegang pada kakek.


anin pun menyambutnya dan memeluk lengan kakeknya.


"mari nak..."


kata kakek.


anin hanya mengangguk.


terdengar bisik2,


"siapakah wanita beruntung itu?"


"siapah sebenarnya wanitanya pak rendi?,"


ya...pertanyaan pertanyaan yg sebentar lagi terjawab.


kakek berjalan menaiki anak tanga beriringan dengan anin yg melingkarkan tangannya di lengan kakek.


kakek mengetok pintu tiga kali.

__ADS_1


"tok tok tok"...


lalu pintu terbuka lebar...saaaangaaaat lebaaaar....


sayup2 anin melihat cahaya lilin.


namun anin belum tahu siapakah seseorang yg sedang menunggunya disana.


pelan2 anin dan kakek beriringan melangkah masuk kedalam pintu.


"byaaaar...."


tiba2 sorot lampu terarah padanya dan kakek.


"seketika semua orang yg berada di sisi kanan kiri pun sontak terkejut.


anin menyadari keberadaan orang2 tersebut,namun anin memilih melanjutkan perjalanannya dengan kakek menyusuri jalan yg menuju 1 meja di ujung jalannya.


pelan2 anin melangkah,ia mendengar suara seseorang memanggil namanya.


"itu anin??"


"ya...benar2 anin..."


"apa aku salah lihat?"


"kenapa ia berubah begitu cantik"?


"sepertinya itu benar2 anin..."


"mampus kita bener2 salah orang"


"kita salah mengolok2 orang"


"dia wanitanya pemilik kampus",


"njir mampus kita"


anin benar2 samar mendengarnya.


meski bisikan itu samar..


anin tahu..


".mungkin itu adalah teman2 nya yg mencemoohnya di kampus."


langkah anin semakin dekat dengan orang yg sudah menantinya datang.


tibalah anin pada orang itu


lampu pun menyorot ke arah nya,


"suamiku yg tampan",


gumamnya dengan senyum merekah bahagianya.

__ADS_1


"nak...ini istrimu...kakek sudah berusaha keras membawanya kemari...jaga dia baik2 oke",


kata kakek yg langsung menyerahkan tangan istrinya padanya.


__ADS_2