
Di sepanjang perjalanan Ifa dan Aditya, Nampak ifa dengan ketidak nyamanannya, Sesekali Aditya jelas melihatnya, Sang istri begitu terganggu dan tidak enak dengan duduknya,
Sontak Aditya pun menyuruh pak supir untuk segera menghentikan perjalanan mobilnya.
Dan pak supir pun dengan segera melaksanakan perintah tuanya, Dengan cepat mobil yang di kendarainya perlahan dan menepi ke tepian jalan raya lalu berhenti disana, Jalan dengan sisi tebing menjulang tinggi, Dan sisi yang lain jurang yang dalam.
"Ada apa sayang? mau minum?" Tanya Aditya pada sang istri, Sembari tanganya menyerahkan air dalam kemasan botol pada sang istri.
"Nggak tahu kenapa bby...sepertinya aku merasa perutku kosong...sampai ingin mual...kayak masuk angin bby...apa mungkin aku mabuk kendaraan ya? tapi...selama ini nggak pernah seperti itu...masak iya aku lapar bby?" Ucap Ifa menerangkan, Lalu menerima air kemasan botol dari tangan sang suami, Dan meminumnya.
"Apa kita perlu turun? agar mabuk kendaraanmu tidak makin parah sayang?" Tanya Aditya lagi yang sudah membuka sabuk pengamanya dan berganti milik sang istri, Lalu membuka pintu mobilnya.
"Mau turun sayang? cuacanya bagus...adem...lembab...nggak panas...mau istirahat di luar mobil sebentar mungkin?" Ucap Aditya karena ia merasa khawatir pada sang istri, Dimana sebelumnya ifa tidak pernah mengeluhkan hal seperti demikian.
Lalu ifa pun mengangguk mengiyakanya, Ia kemudian turun dari mobilnya, Di ikuti sang suami yang menyusul setelahnya.
Keduanya berdiri di tepian mobil, Sedangkan pak supir yang tengah ikut keluar mobil dan ikut berjongkok di samping mobil yang keduanya buat sandaran.
"Ddddry....dddrrrt...." Tiba tiba getaran ponsel Aditya yang bergetar lalu berbunyi, Segera ia meraihnya dan menatap pada layar ponselnya, Ia ingin tahu siapa yang tengah mencoba menghubunginya.
"Arga," Ucap Aditya dalam hatinya, Lalu segera saja ia mengangkat panggilan masuknya tersebut.
__ADS_1
"Halo ga..." Ucap Aditya saat panggilanya sudah tersambung oleh adiknya.
"Kakak yang bener aja dong...jam segini belum sampai...kakak kemana aja sih? jangan bilang kalau nyasar ya..." Ucap Arga dengan suara yang terlalu kencang, Dimana suasana di tempatnya saat itu sudah sangat ramai.
"Ga...nggak apa apa ya jika kakak agak telat...ini sudah separuh perjalanan lebih...tapi kakak iparmu mabuk kendaraan...makanya ini istirahat sebentar di tepian jalan ga...nggak usah ngambek kayak anak kecil...udah punya istri juga kan?" Ucap Aditya dengan ledekanya, Meski Arga sudah sah menjadi suami Nindi, Namun kuajibanya di malam pertama belum terlaksana, Hingga membuatnya sedikit sedih kala itu.
"Oh...iya iya kak...nggak apa apa kalau gitu...santai aja kak...pantainya juga nggak pergi kemana mana...di jagain tuh kakak ipar...jangn di garap mulu..." Ucap Arga dengan jahilnya, Iya sudah lega bisa membalas kakaknya dengan ocehanya, Lalu Arga memutus panggilan telephone nya seketika.
"Haiiiz ni anak...makin kesini makin menjadi aja!" Gumam Aditya sembari melotot ke arah ponselnya, Dan perasaanya makin kesal saat ia tahu panggilan telephonenya sudah di matikan adiknya tersebut.
"Kanapa bby? ada apa?" Tanya ifa yang sudah mereda pusing dan juga rasa gelisahnya.
"Gimana sayang? sudah bisa lanjut lagi? atau mau cari tempat istirahat? kita isi perut lagi...katanya kamu merasa lapar kan tadi? nggak apa apa telat sayang...yang penting Arga sudah aku beri tahu tadi." Ucap Aditya sembari mengajak sang istri untuk masuk lagi kedalam mobil, Dan ia pun ikut masuk juga.
"Kita lanjut saja bby...menuju ke tempat acara, Walau bagaimanapun kan nggak enak bby kalau telat di pesta adik sendiri...apa lagi semua udah pada kumpul..." Ucap ifa dengan perasaan bersalahnya, Karenanya perjalanan yang harus di tempuh empat jam itu kini berubah menjadi lima jam perjalanan.
"Baiklah kalau kamu merasa bisa lanjut...kita lanjut jalan saja sayang..." Ucap Aditya yang kemudian meminta pak supir segera menjalankan mobilnya perlahan lahan menuju ke tempat acara yang di tujunya.
Tanpa aba aba, Aditya segera menarik pundak sang istri lalu memeluknya, Memaksakan kepala ifa menyandar pada pundaknya, Dan pelukan hangat satu tangan sang suami membuatnya merasa nyaman seketika.
"Tidurlah sayang...agar tidak mabuk kendaraan lagi...usahakan tidur ya...jangan mikir yang macam macam sayang..." Ucap Aditya dengan elusan lembut di pundak ifa sampai lenganya. Hingga sayup sayup ifa mulai memejamkan matanya, Dan tertidur dalam pelukan suaminya.
__ADS_1
"
"
"
"
"
"
"
"
Kakak pembaca semua...yang belum tahu atau belum ketemu yang season 2 nya...klik avatar aku ya...disana nanti ada semua karyaku...termasuk kelanjutan cerita dari Dosenku Suamiku ini...Dengan judul The next good boys,
Menceritakan para penerus, Atau putera putera pasangan Anin Rendi, Arga Nindi, Aditya Ifa, Satria Yura.
Jadi saat season 1 ini tamat...jangn takut nggak ada kelanjutanya ya...masih terus berlanjut ya pembaca semua...dan saya hanya berharap semoga bisa menghibur pembaca semua...maaf jika masih ada kekuranganya ya...🙏🏻😊trimakasih semua...
__ADS_1