Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Hebatnya kejujuran


__ADS_3

Hingga keduanya seketika menghentikan langkahnya saat melihat papa Rendi sedang duduk di ruang keluarga menunggui keduanya,


"Papa...!" Sapa keduanya yang bersamaan dan dengan berjabatan tangan.


"Pah...Nindi capek...Nindi masuk dulu ya pah...oh ya...tadi Nindi gemas sama Arga, Jadi nggak sadar kalau sudah gigit leher Arga, Papa jangan marah sama dia ya...papa kan baik hati...malam papa...malam juga Arga..." Ucap Nindi lalu berjalan meninggalkan kedua orang laki laki kesayanganya itu berdua saja di ruang kuarga.


"Jeduaaaar!" Suara petir yang menggelegar di kepala Arga seketika, Membuatnya terpaksa menyunggingkan senyum kecutnya, Dan perasaan yang benar benar ingin menghilang saja saat itu dari hadapan calon mertuanya, Karena tadi saat baru melangkah turun dari dalam mobil, Sepertinya ia sudah berpesan pada Nindi, Agar dia tidak asal ngomong apa lagi keceplosan, Namun malah kenyataanya Nindi berkata jujur pada papanya.


Terlihat Rendi hanya melihat lihat dan mengawasi area leher Arga saja, Tanpa bertanya atau pun membahas soal gigitan puterinya. Mungkin Rendi sudah tahu maksud Nindi tadi, Dan hanya membiarkanya saja.


"Ga...apa Nindi bersikap kasar padamu?" Tanya Rendi tiba tiba, Yang membuat Arga menggeleng tanpa bersuara.


"Kenapa kamu seperti tertekan seperti itu?" Tanya Rendi lagi yang ingin tahu.


"Gimana nggak tertekan...yang nanyain aja calon mertua!" Ucap Arga dalam hati.


"Oh ya pah...papa minta Arga datang untuk bahas masalah apa pah?" Tanya Arga dengan kebingunganya, Dimana tanpa sepengetahuanya, Calon mertuanya itu sudah membuatkan rumah untuk ia dan Nindi tinggali setelah menikah. Dan ia sudah tahu...sebenarnya apa yang akan mertuanya itu bahas.


"Oh...itu ga...rumah kalian...yang nanti kalian tinggali sudah jadi...tinggal isi perabotnya saja...dan besok lihatlah sama Nindi kesana, Kata mama...besok kalian mau pesan gaun pengantin kan? nggak usah di tunda lagi...papa takut kamu di serang Nindi lagi ga...!" Ucap Rendi dengan nada seriusnya, Dan Arga hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakanya saja.


"Pah...sebenarnya itu bukanlah serangan...tapi kalau papa mikirnya demikian...syukurlah..." Ucap Arga dalam hatinya, Dimana sebenarnya ia akan mengundur waktu untuk membeli gaun, Atau melihat lihat rumah baru keduanya, Karena pastilah esok akan banyak tamu yang berkunjung ke rumah calon mertuanya itu untuk melihat bayi Evan.

__ADS_1


"Papa yakin besok Arga nggak bantu bantu di rumah saja?" Tanya Arga dengan sungguh sungguhnya, Dan lagi...esok ia juga harus mengantar bundanya ke bandara.


"Kalian yang akan repot ga...pasti masih banyak yang akan kalian lakukan sebelum pernikahan bukan? kalau di rumah ini...papa dan mama sudah ada yang bantu...tapi kalian...pasti sedang kerepotan kan?" Ucap Rendi dengan bijaknya, Dan lagi lagi, Arga hanya mengangguk sambil tersenyum saja.


"Baiklah pah...jadi agenda Arga dan Nindi besok....mengantar bunda ke bandara dan mengajak Nindi melihat lihat rumah yang akan kita tinggali, Beneran nggak apa apa pah? Arga dan Nindi nggak kelihatan di rumah kalau ada tamu?" Tanya Arga lagi yang sedikit cemas, Karena keduanya mungkin akan pulang malam, Jika di tambah pesan gaun pengantin sekalian esok.


"Iya Arga...nggak apa apa...percaya sama papa." Ucap Rendi yang meyakinkan calon menantunya,


Hingga Arga menyetujuinya dan berpamitan untuk pulang.


"Pah...Arga boleh pamit Nindi?" Tanya Arga yang di angguki Rendi, Dan segera saja ia berjalan meninggalkan papa Rendi, Menuju ke lantai atas dimana kekasihnya itu berada.


"Tok tok tok..." Ketukan jari Arga di daun pintu yang tidak di sahut dari dalam, Segera saja Arga membuka pintu di depanya dan masuk ke dalam, Senyumnya tiba tiba tersungging saat ia lihat Nindi tengah tertidur dengan pulasnya.


"Sayang...aku pulang dulu ya...sampai ketemu besok...semoga malam ini tidurmu nyenyak sayang..." Bisik Arga di telinga Nindi, Dan tanpa Arga sadari, Sebelum wajahnya benar benar ia tarik pindah dari sana, Ciuman Nindi seketika mengecupnya.


"Malam juga Arga..." Bisiknya pula setelah mencium sang kekasih, Dengan mata yang terpejam dan tidak terbuka sama sekali. Hingga Arga pun benar benar pergi meninggalkan kamarnya, Ia pun pulang menuju apartemenya, Namun sebelum pulang, Arga pun sempat membalas ciumanya.


Hingga pagi pun menjelang, Dimana bunda terlihat sudah sibuk dengan membungkus kadonya, Dan koper yang sudah siap untuk ia bawa pulang ke negaranya.


"Pagi bunda...kelihatanya antusias sekali ya bund untuk ninggalin Arga..." Ucap arga saat baru bangun dan menuju lemari pendingin, Serta mengambil minuman dari sana.

__ADS_1


"Sayang...bentar lagi juga ketemu lagi kan...nggak usah sok nggak rela bunda pulang deh..." Ucap bunda sembari mendekat pada sang putera, Dan memberikan segelas susu hangat di tanganya dan mengambil air mineral dingin dari tangan Arga.


"Pagi itu...minum yang anget sayang...bukanya minum yang dingin..." Ucap bunda yang membuat Arga mendengus kesal, Dimana Arga benar benar tidak suka semua rasa susu...apa lagi susu sapi murni yang setiap hari selalu bundanya konsumsi.


"Baiklah bunda...." Ucap Arga sembari terpaksa meminum susu yang sudah berada di tanganya, Ia tidak mau bundanya jadi sedih di hari terakhirnya di apartemen Arga, Dan keduanya akan bertemu lagi sebelum hari pernikahanya tiba.


"Ting tung", Suara bunyi bel pintu yang keduanya dengar, Segera saja Arga berjalan menuju ke arah pintu, Lalu membukanya.


Ternyata kakak ipar dan kakaknya lah yang sudah berdiri di depan pintu yang baru ia buka.


"Ha...kakak janjian sama bunda ya? ini masih terlalu pagi kak...apa apaan kalian ini..." Ucap Arga sambil mempersilakan kedua kakaknya untuk masuk ke dalam.


"Ga...kakak iparmu masih kangen bunda katanya...padahal semalam sampai larut sekali mereka selesai ngobrolnya...bener bener deh...nggak tahu apa kalau suaminya ini masih malas bangun..." Bisik Aditya di telinga Arga, Dan Arga pun ikutan nyungir di buatnya.


"Kayak kakak nggak tahu aja...wanita kalau ketemu wanita...pasti yang di obrolin tuh ada aja...nggak ada matinya deh..." Ucap Arga seketika, Sambil berbisik pula, Dimana terlihat Aditya ikut mengangguk mengiyakan ucapan adiknya tersebut.


"Kalian tuh ngobrolin apa sih bisik bisik segala?" Tanya bunda saat tanpa sadar...ia melihat gerak gerik kedua puteranya tersebut.


"Aaakh...kami mau minta sarapan bunda..." ucap Aditya yang langsung mendapat lirikan sang istri, Dimana Aditya sudah makan sarapan denganya sebelum datang, Dan pasti setiap pagi ifa selalu membuatkanya sarapan.


"Ayo sarapan, Tuh...sama Arga", Ucap bunda sembari menunjuk ke arah Arga, Bahwa Arga sudah mengambil sarapanya dan memakanya sembari berjalan menuju kamarnya dan akan mandi disana.

__ADS_1


"Hah...Arga...aku nggak tahu gimana hidupmu adiku...dari kecil sampai sekarang...sarapan cuma roti selai sama segelas susu," Ucap Aditya dalam hatinya, Dimana ia merasa adiknya sungguh sangat kuat luar biasa.


Hingga akhirnya Aditya bilang bahwa ia hanya bercanda saja pada bundanya, Karena ia dan sang istri memang sudah sarapan sebelum datang.


__ADS_2