
anin masuk kedalam kamarnya,ia tertegun sesaat di belakang pintu kamar yang tertutup.
sejenak...ia merasa kasihan pada suaminya,
"apa aku sudah kelewatan?"
gumamnya sambil menerawang melihat langit-langit atas kamar nya.
lalu ia menuju ke atas ranjangnya.merangkak naik lalu merebahkan tubuhnya di sana,
cukup lama ia memejamkan matanya,namun tidak kunjung juga mengantuk.
ia berguling ke samping.lalu berpindah lagi...tidak ada posisi yang nyaman sama sekali untuknya.
"membosankan"
gumamnya seketika.
lalu ia bangkit dari tempat tidurnya,ia terduduk di tepian ranjang,
lalu menatap keluar ke arah jendela,
tampak hitam semua...memang ini sudah malam...pastilah gelap di luar,
karena lampu terang yang ada di dalam kamar anin hingga membuat luar kamar menjadi gelap.
anin lalu bangkit dari duduknya,ia berdiri berjalan menuju pintu balkon.
anin membuka pintunya...namun siapa sangka...mata anin tak percaya...
"malam-malam di balkon indah juga menatap pemandangan sekitar",
cukup lama anin berdiri di luar menikmati pemandangan.
rendi pun berpamitan dengan kakek...bahwa ia ingin menyusul istrinya di kamar.
"baiklah rend...sana...pergilah ke kamar,kakek juga sudah terlalu lama duduk di sini...kakek mau merebahkan tubuh kakek di tempat tidur",
ucap kakek.
"aku bantu ya kek..."
ucap rendi.
namun di tolak kakeknya.
"sudahlah rend...kakek tidak apa-apa...kamu cepat susul istrimu sana...jangan biarkan dia ngambek terlalu lama,"
ucap kakek.
__ADS_1
"baiklah kek..."
kata rendi yang langsung bergegas meninggalkan kakeknya dan menuju anak tangga,
menaikinya...lalu sampailah ia di depan pintu kamar yang dimana istrinya ada di dalamnya.
tangannya seakan maju....ingin membuka pintu itu...lalu di urungkannya.
di majukannya lagi...di urungkannya...maju lagi...
"yank masak ia kamu tega ngunci aku di luar kamar sih...masak ia aku tidak boleh masuk?"
gumam rendi sambil mengulurkan tangan meraih pegangan pintu dengan mata tertutup terkesan memicing,
lalu..."cekreeek...."
pintu ternyata tidak di kunci...pintunya bisa di buka.
lalu matanya terbuka lebar.
betapa girangnya rendi saat itu.
lalu ia masuk kedalam kamar,
matanya menatap sekeliling kamar,
mencari sosok istrinya,
"mungkin di kamar mandi!"
gumamnya.
lalu rendi pun berjalan menuju kamar mandi,
di ketok nya pintu luar kamar mandi.
"tok tok tok"
masih tak ada jawaban.
lalu rendi menoleh ke pintu balkon yang terbuka,
samar-samar ia lihat istrinya berdiri di samping sekat pembatas balkon.
dengan cepat rendi berjalan menuju tempat tidurnya,
ia meraih selimut lalu menariknya dengan asal-asalan.
ia mengambilnya dan di bawanya menuju ke arah teras balkon,
__ADS_1
dimana istrinya sedang berada.
anin tersentak ketika selimut menutupi tubuhnya,
di susul dekapan hangat dari belakang tubuhnya.
"sayang...jangan kamu samakan udara malam disini dengan di rumah kita,
disini lebih dingin saat malam...kamu bisa terkena flu nanti saat berdiri disini terlalu lama,"
ucap rendi dengan nerocosnya di samping telinga anin dengan wajah yang di susupkan ke leher istrinya.
lalu...tiba-tiba...
"cup,"
kecupan anin tepat di bibir suaminya itu.
"kenapa kau jadi sangat cerewet kak rend...sejak kapan?
itu bukan gayamu!"
ucap anin sambil beralih lagi pangdangannya menatap lurus ke depan.
"kau tanya sejak kapan bukan?aku jawab...sejak aku mengenalmu...aku sering berbicara sendiri...bergumam...memaki...mengumpat...itu bukan seperti gayaku,kau yang merubahku!
membuatku selalu memikirkanmu,apa yang sedang kamu kerjakan...apa saja jika itu tentang mu...semua akan membuatku seperti bukan diriku!
apa kau mengerti?"
tanya rendi begitu saja.
lalu anin pun tersenyum mendengar pengakuan suaminya itu.
"baiklah sayang...maafkan sikapku tadi ya...aku tidak pernah berniat membuatmu marah..."
ucapnya lagi.
"maaf untuk apa kak rend...kamu tidak salah kok...aku nya saja yang terlalu sensitif...mengartikan kata-katamu dengan emosi."
sahut anin.
"ya udah...sekarang...kamu masuk ke dalam kamar...waktunya bumil untuk tidur..."
ucap rendi sambil mengelus elus perut istrinya.
lalu anin pun menuruti apa kata suaminya,
lalu mereka bergegas masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
mengunci pintu balkon,lalu menuju ranjang untuk tidur.