Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
kejahilan arga


__ADS_3

"ifa...jangan membodohiku...aku pastikan kau menyesal bila tidak cepat bangun..."ucapan ucapan yang keluar dari mulut aditya begitu saja dengan nada khawatirnya,ia cemas saat ini,ia benar benar tidak bermaksud demikian.


"petugas medis....ah...benar...aku harus panggil petugas medis..."ucap aditya dengan nada masih cemas nya.


"tidak....tidak....arga...iya...aku harus panggil arga,"ucap nya lagi dengan rasa bersalah campur cemas yang menjalar ke seluruh tubuhnya.


ia berlari menuju pintu dengan nafas tersengal dan ngos ngosan.


"ga....arga...cepat kesini...cepat ga..."


ucap aditya saat ia sudah berhasil mencapai pintu yang di tuju membukanya dan berteriak seketika ke arah empat orang yang masih tengah asyik mengobrol di pojok lorong.


sontak ke empat orang tersebut menoleh serempak menatap sejurus ke arah sumber suara yang tengah berteriak.


"kakak...ada apa gerangan?"ucap dalam hati arga lalu langsung beranjak berdiri dari duduk nya dan berlari menuju kamar kakak nya berada.


"tidak...ifa belum memakai kerudung nya..."


ucap aditya dalam hati di atas keresahannya,


lalu ia pun segera berlari masuk ke dalam kamar dan menghampiri ifa yang masih terbaring di atas sofa,ia memungut kerudung ifa di lantai lalu memakaikannya lagi sebelum arga datang.


"ada apa kak?kenapa?kenapa teriak teriak?"

__ADS_1


ucap arga yang baru tiba dan ikut cemas karena panggilan kakaknya yang terlihat sangat khawatir barusan.


"ga...lihat ifa...dia diam aja ga...gimana ini?"


tanya aditya pada arga sambil menunjuk ifa yang masih lemas terdiam.


"manfaatkan orang orangmu kak...suruh mereka panggil dokter yang bertugas di hotel ini."ucap arga mengingatkan aditya.


sontak aditya pun langsung merogoh ponselnya,mencoba menghubungi anak buah nya.ia terlalu linglung untuk mengingat hal hal semacam itu.


"panggil dokter hotel sekarang ke kamar."


perintah aditya pada seseorang yang sedang ia hubungi,lalu aditya pun mematikan panggilan ponselnya.


"kamu ini kenapa se panik itu sih kak...pake teriak teriak segala...bikin orang khawatir aja."


"ga...otakku sudah di serang rasa panik,gadis ini tiba tiba lemas saat aku..."ucap aditya tertahan tidak ia lanjutkan.


"apa kak?"tanya arga ingin tahu detail kelanjutan cerita aditya barusan.


"aaaah....sudahlah..."ucap aditya mencoba menutupi apa yang tadi sudah ia lakukan.


"udah sering bikin jantungan orang sampai mati...hal sepele gini aja ketakutan."

__ADS_1


dengus arga di dalam hatinya.


"kak...kamu cinta banget ya sama ni cewek...sampai se panik itu lihat dia pingsan."


ucap arga sambil berlalu pergi meninggalkan aditya dan juga gadis yang sedang tergeletak di sofa samping aditya.


"apa sih ga...cinta cinta apa...aku nggak percaya namanya cinta."ucap aditya sebelum arga membuka pintu kamarnya dan keluar dari kamar nya.


"aku saranin...beri nafas buatan kak...kalau kakak nggak mau gadis itu benar benar mati sebelum dokter datang."


ucap arga yang mencoba menjahili kakak nya.aditya pun mematung sejenak mengingat kata kata arga,


"bukankah tadi aku bermaksud memaksa akan menciumnya?kenapa sekarang aku takut ifa akan kecewa kalau aku berniat memberi nafas buatan untuknya?"


gejolak dalam hati aditya.


"makan tuh cinta...belum tahu aja gimana rasanyaciuman...hemmmz sok sok an nggak percaya cinta...rasain."gerutu campur ngeledek arga di dalam hatinya,lalu ia pun berlalu pergi keluar menuju nindi yang sudah mematung menungguinya di depan kamar hotel yang mereka tempati,terlihat di depannya ada pula satria dan juga yura di sampingnya.


"ada apa sih ga?"tanya nindi seketika saat arga sudah berjalan mendekat ke arah nya dan berhenti di depan nya.


"biasa...mungkin kelakuan aditya terlalu kasar bagi gadis itu."jawab arga asal asalan,ia hanya bermaksud membuat nindi tidak ikut khawatir di buat nya.


"baiklah semua...aku mau ajak nindi jalan jalan di luar sebelum ia kembali besok...apa kalian mau ikut juga?"tanya aditya pada pasangan baru di depan nya.

__ADS_1


"oh...terimakasih...kami punya acara sendiri."


ucap satria begitu saja.karena ia nggak mungkin mengekori pasangan yang selalu kasmaran itu.


__ADS_2