
anin menikmati makanannya,
tak lupa hp ia bawa serta kemama2,
ia tak ingin terlewatkan ketika suaminya menghubungi,
padahal baru 1jam suaminya pergi.
"baik sayang...mari kita jalan jalan,"
gumam anin pada bayi yg dia kandung.
anin keluar dari rumahmya,
tal lupa ia berpesan pada bi ani dan bi ana bahwa ia akan kalan2,
"kuliah udah lulus aja....dirumah gak ada kejaan,
dulu waktu masih kerja gak henti2 protees....andai cuma ongkang2 kaki,sekarang keturutan malah bosan...gmn si nin2",
gerutu anin di srpanjang jalan.
anin berjakan2 di jalan setapak kecil di pinggiran rumahnya,
"biasanya bnyak orang lewat...kenapa sepi sekali..."
gumamnya,
lalu seseoranh menuapanya,
"mari non.."
anin menoleh...."ia mari2.."
sahutnya.
"tukang sayuran",
gumam anin.
tiba2 segerombol ibu2 lewat,ya...lebih dari 3 apa lagi kalau bukan segerombol...
"mari bu..."
sapa anin.
lalu disahut ibu2 bersamaan.
"mari nona..."
__ADS_1
ternyata ibu2 itu sedang mengejar tukang sayuran tersebut,
anin hanya lewat dan duduk di sebelah tukang sayur yg di krubuti itu.
dengan asik memainkan hp nya,
tiba2..."bu...bu...denger gak...suami orang yg ada di sebrang dekat jalan raya itu tercyduk bu...oleh istrinya..."
mulanya anin tak tertarik dengan gosip tersebut,
"pamitnya si keluar kota lah apa lah dadakan lah...
eh...tau2nya malah...ngamar ama cewe cantik yg lebih muda,"
dan ibu2 itu pun menyahutnya dengan bersamaan,
"masa sih..."
"yg bener kamu...."
sahut ibu yg 1 nya lagi.
"duuuh hati2 buk...musimnya laki gitu buk...apa lagi kalo istrinya lagi hamil tu...atau pas habis lahiran...wah kesempatan tu laki..."
kata ibu2 menimpali.
anin yg mendengarnya terasa getir...getir sangat di hatinya,
"apa lagi lakinya banyak duit...wuiih...cari 10 cewek yg lebih cantik dan bahenol dari istrinya pun pasti bisa tu".
ucap abang2 tukang sayur.
tanpa terasa air mata anin menggenang hampir menetes.
dia mencoba menengadahkan wajahnya ke atas agar air matanya tidak meleleh.
orang orang pun melihat ke arah anin seketika.
dilihat2...nona itu bukannya cucu orang kaya itu kan??
"kakek rendi",
orang2 sering memanggil kakek rendi,karena kakek adalah kakeknya rendi suami anin.
dan setiap kakek memberikan donasi dan santunan apapun di lingkungan situ,
kakek slu mengatas namakan rendi.
jadi kakek rendi adalah julukan dari kakeknya rendi.
__ADS_1
kakek termasuk orang yg di hormati bahkan sangat di hormati di lingkungannya bukan karena ke royalannya
memberi sumbangan,
tapi tak tanggung2 membantu dengan sukarela.
"sepertinya benar....itu dia"
kata orang satunya lagi.
ibu2 yg bergosip seketika berbinar melihat menantu orang kaya itu jalan2 sendirian di dekat rumah,
jarang2 sekali itu terjadi.
"nona...apa yg sedang anda lakukan disini?"
tanya seorang ibu pada anin dan menghampirinya,
"saya sedang jalan2 menikmati cuaca cerah pagi ini bu..."
kata anin dengan senyum paksanya.
"anda sendirian?"
tanya seorang lagi.
"ia bu...suami saya sedang perjalanan bisnis bu.."
sahut anin lagi.
lalu terdengar kata serempak "oooo...."
dari mulut ibu2.
"baiklah bu...saya permisi...sudah mulai panas...saya mau pulang dulu",
kata anin sambil berlalu meninggalkan kerumunan ibu2.
lalu seseorang menyusul dengan cepat.
"nona...tunggu..."
anin terhenti dan menoleh...
"ia bu...ada apa??".
"hati2 non...kalo suami bilang lagi dinas itu...disini kebanyakan laki2 gitu...ijinnya dinas kek ke luar kota kek apa lagi ke luar negri",
ucap ibu2 itu.
__ADS_1
"saya cuma mengingatkan lo non...takut klo kenapa2...apalagi non sedang hamil...pasti kebutuan biologisnya otomatis kurang kan",
sambil berlalu meninggalkan anin.