
"arga...apa yang sebenarnya terjadi....aku kenapa ga?"tanya nindi yang benar benar tidak mengerti tentang keadaannya setelah pingsan.
"tidak apa apa sayang...kamu istirahatlah..."
ucap arga seketika yang berusaha menenngkan nindi.
"nindi....kau baik baik saja?"tiba tiba terdengar suara satria dari arah luar kamar arga yang baru saja masuk dan di ikuti yura dari arah belakang satria mengekorinya.
"halo..."ucap yura saat menatap nindi dan juga arga yang terduduk di ranjang yang sama,dengan senyum yang tersungging di bibir nya.
"sat...sini deh...coba cerita tadi aku kenapa sampai bisa seperti ini sat..."tanya nindi pada satria saat arga yang sudah ia berondong pertanyaan namun tidak ada satupun yang ia jawab atau ia jabar kan.
"nindi...kenalin aku yura..."ucap yura sambil mengerling ke arahnya di belakang satria dengan tangan yang menggenggam tangan satria satu sama lain.
"hay...yura..."sapa nindi pada yura dengan senyuman yang sama.
"ouh ya nindi...kamu tadi hampir di per...."ucap yura yang tertahan karena lirikan satria seketika di tambah pelototan arga yang membuat yura lagi lagi menelan kata katanya,dan terdiam seketika.
"apa?apa yura?aku kenapa?ayo lanjutkan..."
ucap nindi yang penasaran dengan lanjutan kata kata yang yura akan lontarkan tadi.
"oooh....nggak apa apa nindi...kamu hanya pingsan saja tadi...dan syukurlah sekarang kamu sudah sadar dan baik baik saja,eh tadi...aku loh yang bantu ganti baju kamu..."ucap yura dengan senyum kecut dan suara yang sedikit getir karena hampir tercekik ia rasakan.tatapan kekasih dan juga arga membuatnya sedikit ketakutan.
dan kembali sembunyi di belakang punggung satria.
nindi hanya menatap yura dengan penuh kekecewaan karena nindi tahu pasti ketiga orang ini sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
"sayang...besok kamu ikut satria pulang ke negara kita ya...aku akan menyusul kamu dua hari atau tiga hari lagi..."ucap arga sambil menatap mata nindi dan menyunggingkan senyum yang menenangkan untuk nindi.
__ADS_1
"tapi ga...kenapa tiba tiba?"tanya nindi yang benar benar ingin tahu apa sebabnya arga memintanya untuk pulang.
"nggak ada alasan apa apa sayang...tante anin akan sangat merindukanmu...aku dengar tante dan om juga akan pulang...pasti mereka akan akan senang melihatmu menyambut mereka sayang..."ucap arga seketika yang membuat nindi manggut manggut mengerti namun masih dengan sejuta tanda tanya yang bermunculan di otak nya.
"emmmz...baik lah ga...tapi...kalau aku merindukanmu gimana?jangan sekarang ya pulangnya...besok aja ya ga...aku masih ingin jalan jalan malam ini denganmu..."ucap nindi mencari cari alasan agar ia tinggal semalam lagi,dengan mata yang menatap ke arah jam dinding yang berada di tembok ruang kamar yang ia tempati baru menunjukkan pukul tiga sore pas.
"hmmmz...iya udah sayang...klau itu mau mu...malam ini hanya malam ini ya...besok harus pulang ya sayang..."ucap arga dengan nada lembutnya sambil jemari mengelus elus rambut panjang nindi.dan sambutan senang pun terpancar dari wajah nindi.
"sekarang kamu istirahat ya...aku akn keluar sebentar,"ucap arga dengan beranjak dari duduknya dan berjalan menjauh dari tempat tidur nindi,yang sebelumnya menaikkan selimut kekasihnya terlebih dahulu.
dan di susul satria serta yura yang mengikutinya dari belakang.
setelah keluar dari dalam ruang kamar yang nindi tempati.terlihat dua irang yang sudah siap menunggui di luar pintu ruangan tersebut.
"sat...dan kamu...aku harap jangan sampai membicarakan masalah ini lagi,aku nggak akan tinggal diam untuk masalah yang menyangkut wanitaku."ucap arga dengan ekspresi wajah dingin dan terkesan tudak bersahabat sama sekali,hingga keduanya hanya mengulum senyum dan menelan ludahnya.
satria dan yura segera pergi berjalan pergi meninggalkan arga dan dua pengawalnya.
seketika arga pun masuk ke dalam dengan menekan tombol pintu kunci kamar tersebut.
"kak...."sapa arga pada seseorang yang terlihat sedang menungguinya.
"ga...gimana pacar kamu?sudah sadar?"tanya aditya pada arga sambil mempersilakan arga duduk di sofa sampingnya.
"sudah kak...terimakasih...kalau bukan karena orang kakak...pasti saat ini aku sudah kehilangan nindi."ucap arga saat mengenang ada seseorang yang menyuntiknya dengan obat perangsang dan membawa nindi ke tempat gerombolan itu berkumpul.
untungnya di antara salah satu gerombolan itu terdapat anak buah aditya,dan langsung saja melapor pada aditya,sontak aditya pun memberi kabar pada arga,hingga hari ini arga membatalkan acara meeting nya dan menjemput nindi.
hingga tanpa ampun arga memburu para gerombolan tersebut tanpa terkecuali salah satu anak buah aditya yang melapor kan padanya.namun aditya melindunginya hingga arga melepaskannya.
__ADS_1
saat itu nindi tanpa sadar,hingga tersadar seperti ular yang akan berganti kulit,terlihat ia melepas dan melempar pakaiannya,tanpa tahu siapa dan tidak peduli yang ada di hadapannya.
arga membawanya ke kamar hotel seketika dan memberinya beberapa ciuman yang untuk nindi mungkin tidak berarti karena kuatnya dorongan obat yang di suntikkan padanya.tanpa pilihan lain,arga pun meminta bantuan yura untuk membantu nindi kembali tersadar meski ia harus memenuhi bathtub dan merendam tubuh nindi yang sedang kepanasan hingga nindi pingsan,dan yura membantu nindi melepas pakaiannya dan menggantinya dengan pakaian baru yang arga siapkan untuknya.hingga setelah usai...arga sendiri yang membopong tubuh kekasihnya itu menuju tempat tidur.
arga benar benar merasa bersalah sampai ia bisa bisanya kecolongan saat di negara orang.dan lagi...rasa bersalahnya makin menjadi saat tanpa sadar ia akan melakukannya pada nindi,hampir...iya...hampiiir.
"kau tenang ga...semua orang orang itu sudah beres...jangan khawatir ya ga.."
ucap satria yang mencoba menenangkan adik nya.namun arga sepertinya tidak menggubris nya,arga hanya terdiam menatap meja kosong yang ada di depannya.
"ga...kenapa bengong?aku bilang orang orang itu sudag aku bereskan ga...kamu jangan khawatir lagi...semua sudah baik baik saja."ucap aditya yang di sambut terkaget kaget oleh arga,dan arga hanya membalas perkataan kakaknya dengan senyum tertahannya,tanpa tahu apa yang kakak nya coba ucapkan.
"kak...habisi orang orang itu."ucap arga seketika dengan wajah yang berubah dingin dan kaku,serta ekspresi membunuh yang keluar tiba tiba.
"ga...aku bilang kan dari tadi berulang kali...semua sudah beres...kamu masih saja bilang gitu."ucap aditya dengan tangan yang menepuk pundak arga yang duduk di sampingnya.dan arga baru benar benar sadar akan perkataan kakak nya.
"kak...kakak...boleh nggak aku tanya sesuatu yang lebih spesifik?"ucap arga yang berniat akan menceritakan apa yang baru saja ia lakukan.
"apa?"ucap blas aditya yang singkat hingga membuat arga sedikit ingin mengurungkan niatnya.
"hmmmz...kak...kakak pernah khilaf nggak sama kekasih kakak itu?"tanya arga yang to the point.
"pacar apa?yang mana?ifa maksud kamu?ya nggak lah...kenapa memangnya?"tanya aditya balik pada arga.
"emmmz...kak...aku tadi hampir saja kelepasan jika saja nindi tidak menggigitku dan menyadarkanku."ucap arga saat mengenang kenangan yang indah namun mencekiknya.sambil memperlihatkan bekas gigitan nindi di lengannya.
"gitu aja kok kamu pikirin ga...dia dan keluarganya nggak terima ya tinggal nikahin aja dia...kalau kamu suka.kalau nggak...tinggal aja...gitu aja repot."ucap aditya yang begitu enteng.
"aku mencintai dia kak...aku...hampiiir saja kelepasan kak...untung aku masih sadar."ucap arga lagi lagi dan lagi,
__ADS_1
"aku ingin mendukung keinginannya untuk berkarir kak...di perusahaan papanya...aku nggak ingin jadi penghambat untuknya."
ucap arga dengan alasan di balik ke tabahan hatinya.