
siang menjelang sore itu...nindi sudah menyelesaikan semua tugas nya,dimana tadi dokumen yang ia kerjakan salah kini sudah ia kerjakan ulang dengan sangat teliti, tak lupa ia mengulang nya untuk beberapa kali, mengecek beberapa kali hingga akhirnya sudah beres semua.
Langkah kanya gontai menuju ke tepi jalan, karena tadi pagi ia berangkat dengan Arga dan tidak membawa mobil sendiri, dimana papa nya sedang ada urusan di luar kantor.
"puk,"tiba tiba ada yang menepuk pundak kanan nya dari arah belakang, ia menoleh ke sisi kanan nya,namun tidak ada siapapun di sana.
"puk," lalu tepukan di pundak kiri nya, dan ia pun langsung refleks menoleh ke sisi kirinya,
"Hya....siapa yang berani mempermainkan aku seperti ini!"
dengus nindi dengan kesal nya, suaranya lantang dan nyaring ia keluarkan.
"sayang...ini aku...aku dari tadi berdiri disana nungguin kamu tahu nggak?kamu lewatin begitu saja...sakit tahu di kacangin..." ucap Arga yang membuat nindi tersenyum.
"kamu tadi marah kenapa sekarang tersenyum?" tanya Arga yang benar benar tidak mengerti jalan pikiran kekasihnya itu.
"haiz...gitu malah tanya...aku seneng lah...bisa ngirit ongkos taksi...sayang..."ucap nindi yang membuat arga tercengang.
"lah emang kan aku mau jemput kamu...mau cari baju kan...gimana sih?" ucap arga dengan senyum terlukis di bibir nya.
"ooooh...iya ga...aku lupa...ayo kalau gitu..." ucap nindi dengan senyum pula,dan tangan yang langsung menggandeng lengan Arga.
"kau mau fitting baju juga nggak sayang??" bisik arga tiba tiba yang membuat nindi tersipu.
"aaah...emang aku udah bilang mau?" tanya nindi balik pada kekasih nya itu.
"heeemzzz...lebih giat lagi ya usahanya sayang..."
ucap nindi lagi lagi yang membuat Arga menyengirkan bibir nya.
"susah banget sih pingin kawin juga..."dengus arga dengan wajah bad mood nya.
keduanya menuju ke butik yang telah di tunjuk Arga, terlihat nindi memilih milih pakaian disana,dan arga pun sama,
hingga arga memilih setelan jas dengan warna merah tua dan nindi pun mrmilih gaun dengan tanpa belahan dada namun panjang di bagian bawah nya.
__ADS_1
lalu keduanya pun memutuskan untuk pulang ke rumah Arga, dimana dia sudah menyiapkan makan malam yang romantis untuk nindi, ia sudah menyuruh asisten nya untuk membelikan bahan bahan makanan, dan Arga sedang ingin memasak untuk nindi.
"silahkan masuk tuan putri..."ucap Arga yang mempersilakan nindi masuk ke dalam apartemen nya, diman ia tadi sudah minta izin pada om Rendi dan Tante anin. nindi pun dengan senang hati masuk kedalam di ikuti arga dari belakang nya setelah ia menutup pintu nya.
"lhoh...belum ada ga mana makanannya?" tanya nindi dengan sedikit keheranan nya.
"ya emang belum ada sayang...ini masih mau buat...kamu mau spageti nggak?aku buatin buat kamu..."
ucap arga yang mulai membuka kedua kancing baju nya di kedua lengannya, menyingsing nya ke atas dan melepas dasinya,melempar nya asal asalan.
"aku bantuin apa nih ga?" ucap nindi sambil mulai ikut nimbrung di dapur dan ingin membantu.
"nih..."ucap Arga sambil menyodorkan kepalanya maju ke depan mendekat ke arah nindi karena kedua tangan nya sedang memegangi bahan bahan, dan nindi dengan keheranan nya pun menatap wajah Arga.
"cup", nindi mengecup pipi Arga tanpa aba aba, karena ia mengira Arga meminta cium padanya.
"kancing bajuku yang paling atas sayang tolong lepasin..."
ucap arga seketika setelah nindi mencium pipinya, dan dengan malu nya nindi pun membuka kan dua kancing baju Arga.
bisa bisanya malah nyium anak orang!" gerutu nindi dengan wajah merah merona.
"sayang kamu duduk aja...aku masakin..."ucap Arga sambil mengajak nindi untuk duduk di hadapan nya.
dan dengan patuh nindi pun menurutinya.
Arga tersenyum dengan gembiranya, yang membuat nya makin semangat untuk melanjutkan masak nya.
Tiga puluh menit sudah Arga menyiapkan masakan untuk nindi,menghidangkannya di depan meja makan nya,
dengan tiga lilin besar di hadapan nya dan setengah gelas wine, Rasa perpaduan anggur merah kental, dominan Black Cherry, Raspberry dan plum yang baru kali ini nindi menikmatinya, rasa benar benar sangat familiar namun begitu membuat tenggorokannya hangat. ia ingin menikmatinya lagi lagi dan lagi. Hingga tanpa terasa nindi sudah menghabiskan nya begitu saja.
"Astaga nindi...kenapa sudah kau habiskan wine nya..."
ucap Arga dengan terkejut nya. memang wine tersebut hanya mengandung alkohol dari buah buahan itu sendiri,
__ADS_1
"Habisnya enak sih ga...aku suka...aku mau lagi..."
ucap nindi dengan polos nya dan meraih botol wine itu dan menuangkannya sendiri ke gelas nya.
"eeeeh...jangan minum terus...tapi makan dulu sayang..."
ucap Arga namun sudah tidak di gubris ileh nindi.
"aaah...kamu nantti mabuk kalau kebanyakan...meski kadar alkohol rendah tapi kalau kau habiskan sebotol itu tetap aja buat kamu mabuk nindi...udah bawa sini makan dulu..."
ucap Arga sambil merampas paksa botol wine yang sudah nindi tenggak separuhnya.
keduanya menikmati spageti buatan arga yang lumayan enak rasanya,
"kau mau aku antar pulang sekarang sayang?"
tanya Arga saat nindi terlihat merasa bosan setelah makan malam, keduanya hanya menonton dvd romantis yang kemarin sempat arga beli.
"ga...mau wine lagi..."ucap nindi dengan wajah memelas nya. "Kamu itu sudah banyak minum itu sayang...masih mau hah..."ucap Arga dengan keheranan nya.
namun dengan senyum senang nindi hanya mengangguk,
terpaksa Arga pun memenuhi keinginan kekasihnya itu,
keduanya menikmati film romantis dengan di temani sebotol wine anggur yang ternyata sangat nikmat rasanya.
tanpa sadar dua botol di depan nya sudah habis begitu saja. Arga tertidur karena pusing kepalanya,bersandar sandaran sofa di sampingnya,sedangkan nindi masih terjaga dengan kepala sudah mulai berkunang kunang.
"huuuuoooookkk...."tiba tiba nindi memuntahkan semua isi perut nya ke arah tubuh arga,
"asraga nindi...bajuku...aaakh...kamu kebanyakan minum anggur tahu...sudah berhenti..." ucap arga dengan sedikit marah marah nya sambil menyambar merampas botol di tangan nindi. arga segera berlari ke kamar mandi dan melepas pakaian yang terkena muntahan nindi,
"aaaakh....sayang kau ini....astaga....!!!" ucap Arga setelah keluar dari dalam kamar mandi dengan tanpa memakai baju, dimana ia dapati nindi tertidur dengan pakaian yang sudah kotor karena mutahan nya sendiri,terpaksa arga pun membopong tubuh nindi ke kamar mandi dan melucuti pakaian nya,mendudukkannya di toilet duduk dan bergegas memgambil kemeja lengan panjang nya,
"aaakh...kepalaku..."dengus arga saat ia pun menyadari kepalanya mulai berkunang kunang.
__ADS_1
"ia melepas pakaian nindi, ia tidak berpikir menikmati pemandangan indah nya...karena kepalanya terlalu pusing untuk membayangkan hal hal konyol. Namun tidak bisa di ungkiri keindahan yang ada di depan matanya begitu menggoda.