Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Jahilan manis


__ADS_3

Akhirnya pagipun tiba, Dimana matahari sudah mulai muncul memperlihatkan cahayanya. Terlihat gadis cantik tengah sibuk di dapur, Ia tengah mempersiapkan sarapan untuk calon suaminya. Ifa tengah bangun subuh tadi, Ia menyempatkan untuk membuat sarapan bagi Aditya dan Arga, Dengan bahan seadanya yang berada di dalam kulkas. Tepat pukul setengah tujuh pagi, Saat Arga sudah siap dengan pakaian kerjanya, Ia berniat untuk menjemput Nindi berangkat kerja sama sama.


"Ting tong", Suara bunyi bel dari luar pintu apartemen Arga, Sejenak Arga pun menatap ke arah pintu.


Hingga timbul akal jahilnya disana.


"Kak...noh calon istri kakak berkunjung...cepet bangun....!" Ucap Arga yang iseng dengan Aditya, Dan Aditya yang mendengar jelas suara Arga barusan pun langsung gelagapan sampai terjungkal dan kepalanya terkantuk meja kecil yang ada di samping tempat tidurnya.


Dengan tangan yang mengusap dan menekan nekan kepalanya yang sedikit nyeri, Aditya pun keluar kamar dengan tergesa gesa...sampai bel pintu terdengar berbunyi berulang ulang.


"Kenapa nggak kamu buka?" Tanya Aditya dengan seringai kesalnya.


"Oh...baiklah...aku akan buka...sekaligus berangkat kerja ya kak..." Ucap arga dengan senyum jahilnya. Karena ia sukses menjahili kakanya. Terlihat dari ekspresi Aditya.


"Dasaaar punya adik satu sukanya bohongin orang aja!" Dengus Aditya yang langsung menuju ke arah lemari pendingin, Ia mengira Arga bohong padanya, Dan ia tidak menjaga image nya sama sekali saat itu. Dengan kaos oblong putih dan celana boxer selututnya ia melenggang santai dan mengambil sebotol air kemasan lalu meminumnya. Sedangkan Arga memang berniat iseng dan mengerjai kakaknya saja, Arga benar benar tidak tahu kalau yang sedang berada di luar pintu apartemenya tersebut adalah calon istri kakaknya.


"Akh...calon kakak ipar mari masuk...kakak baru bangun tadi...aku tinggal berangkat kerja ya kakak...slamat pagi...!"


Ucap Arga yang sudah berada di luar pintu apartemen namun belum menutupnya.


"Tapi ini juga untuk kamu...." Ucap ifa sebelum arga berlalu pergi.


"Makasih...tapi aku udah ada janji sarapan sama Nindi...lain kali ya...silahkan masuk..." Ucap Arga dengan senyum ramahnya.

__ADS_1


Didalam apartemen Arga, Tepatnya di area dapur, Di depan lemari pendingin, Aditya masih meneguk air kemasan botolnya disana.


"Dasar Arga...sukanya iseng saja...awas kau..." Ucap Aditya di dalam hatinya.


"Bruuuuusssshhh....ohooookkk...." Aditya menyemburkan seluruh isi di dalam mulutnya sampai ia terbatuk batuk, Saat suara lembut yang familiar yang ia dengar tersebut menyapanya dan memanggil nya dari arah sampingnya.


"Hubby....selamat pagi...." Ucap lembut ifa yang menyapanya.


Dengan tangan yang mengusap mulutnya dan tangan satunya yang menutupi anggota tubuhnya yang lain.


Sedangkan ifa tidak melihat bagian bawah tubuh Aditya karena terhalang kitchen set dapur.


"Astaga....astaga...jantungku hampir copot!" Ucap Aditya saat melirik lagi ifa yang masih mematung di sana.


"Sayang...kamu mau masuk kamar? masuk kamar dulu gih..." Ucap Aditya seketika tanpa pikiran apapun, Ia hanya bermaksud jika ifa masuk kedalam kamar, Entah kamar Arga atau kamar yang semalam ia tempati, Aditya bisa langsung masuk ke salah satunya untuk berganti pakaian.


"Hahhh...kenapa harus masuk kedalam kamar?" Tanya ifa keheranan. Dia merasa aneh saja tingkah Aditya pagi ini.


"Aaakh...aku salah ya...kamu...bisa keluar bentar nggak bentar aja kok...janji nggak lama kok sayang..." Ucap Aditya yang di angguki oleh ifa seketika, Dan dengan perasaan tak tentunya ifa melaksanakan apa yang di pinta calon suaminya tersebut.


Dengan cepat Adirya menuju ke kamar Arga, Setelah ifa sudah keluar dari dalam apartemen Arga. Ia mengambil setelan pakaian olahraga Arga lalu mengenakanya, Dan dengan cepat ia bergegas membuka pintu untuk ifa.


"Maaf sayang...kamu nunggu lama ya?" Ucap Aditya yang mempersilakan ifa masuk ke dalam, Dimana ifa masih mematung di luar pintu dan kemudian turut serta masuk kedalam dengan Aditya.

__ADS_1


"Buat dirimu nyaman...aku tinggal ke kamar mandi dulu..."


Ucap Aditya yang berlalu begitu saja meninggalkan Ifa yang sudah duduk di sofa. Didalam kamar mandi...Aditya segera menggosok giginya dan mencuci wajahnya, Setelah semua selesai barulah ia keluar, Aditya sengaja bangun sedikit siang karena memang sudah ada janji dengan ifa hari ini agak siang nanti.


"Sayang...janjianya kan jam sembilan...kenapa sudah kesini se pagi ini?" Tanya Aditya yang duduk di sofa sebelah ifa tepat, Mungkin berjarak empat telapak tangan jika di ukur.


"Aku hanya berniat nyiapin sarapan saja untukmu dan Arga...tapi nggak tahunya Arga sudah ada janji pagi ini dengan Nindi." Ucap ifa dengan jujurnya, Dengan kedua tangan yang menyodorkan bekal makanan di meja depan Aditya. Dan Aditya hanya manggut manggut dengan senyum kecilnya. Menerima bekal yang di berikan Ifa padanya.


"Maaf ya...tadi aku suruh keluar sebentar...aku hanya malu belum terbiasa di lihat orang lain dengan kondisi seperti itu." Ucap Aditya yang mulai membuka bekal makanan sarapanya di depan meja. Matanya sambil melirik ke arah ifa yang tengah menatapnya.


"Apa aku masih orang lain bagimu?" Tanya ifa yang merasa tersentil oleh perkataan Aditya barusan.


Hingga sejenak kedua tangan Aditya berhenti dari aktivitasnya. Matanya terpejam sejenak dan bibirnya merapat seketika. Ia merasa kata katanya memang ada yang salah barusan.


"Huuuuuffftthhh...." Dengusnya membuang nafas yang sedari tadi ia simpan di paru parunya.


"Lalu...apa kamu tidak anggap aku bukan orang lain?" Tanya Aditya yang tidak ingin di salahkan disana. Dengan tubuh yang semakin mendekat ke arah ifa. Sontak membuat Ifa beranjak berdiri dari duduknya setelah terpepet.


"Emmm...iya untuk saat ini...karena memang kita belum pernah melakukan kontak fisik apapun..." Ucap ifa dengan nada suara terbata batanya, Dan Aditya menyunggingkan senyum kemenanganya.


"Nah udah tahu kan...sekarang temani aku makan sarapa aku!" Ucap Aditya yang di angguki ifa dan kembali duduk di samping Aditya lagi. Keduanya menikmati makan sarapan bersama pagi itu.


"Jika kau ingin melihatnya lagi...aku tak keberatan sekalipun harus melepas pakaian demi kamu disini." Ucap Aditya yang seketika membuat ifa tersedak terbatuk batuk.

__ADS_1


__ADS_2